Pilgubri 2018, Siap Menang Siap Menciptakan Perubahan

Ditulis Oleh: JASWAL AKMAL (MAHASISWA UIN SUKA RIAU)
Rabu, 25 Oktober 2017 | 15:19

TINGGAL menghitung bulan lagi Provinsi Riau akan mengadakan pertarungan Deomokrasi, tentu pertarungan yang dimaksud ialah mengedepankan etikah yang baik serta tidak membuat kekacauan  yang akan menimbulkan konflik yang besar. Ir. Soekarno juga mengatakan"kalau kita ingin mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat ,tetapi permusyawaratan yang memberi hidup,yakni politik economische democratie yang mampu mendatangkan kesajehteraaan sosial!. Masyarakat berharap mempunyai pemimpin yang memilki cadangan yang luar biasa, pejuang yang mampu mendatangkan kesahjeteraan masyarakart Provinsi Riau. Pemimpin itu ibaratkan pilot,jika tidak memiliki keahlian dan rasa tanggung jawab tinggi terhadap tugas yang diembannya,akan mencelakakan seluruh penumpangnya.

Salah satu contoh pemimpin pejuang ialah Jendral Sudirman,  pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan ,selalu mengedepankan kepentingan msyarakat banyak, nah seperti itulah karakter yang hendaknya memimpin  Riau. bukan mengedepankan kepentingan pribadi ataupun kelompok.

Isu-isu yang mencalonkan untuk naik menjadi pemimpin gubernur Riau TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil Indonesia Network Election Survei (INES) memunculkan sejumlah nama calon Gubernur Riau pada Pilkada 2018. Hasilnya, menunjukkan tingkat elektabilitas Bupati Siak Syamsuar tertinggi.

Berdasarkan keterangan tertulisnya, tingkat elektabilitas ketika ditanyakan secara Top Of Mind , Syamsuar 21,3 Persen, Firdaus 11,4 persen, HM Haris 9,9 persen, Septina Primawati 8,2 persen, Achmad 11,2 persen, Lukman Edy 6,2 persen dan Gubenur Petahana Riau Arsyadjuliandi Rachman 8,3 persen, Indra Muchklis 5,6 persen,Istiawati ayus 2,3 persen,Yopi Arianto 3,2 persen, Sukarmis 2,3 persen, Irwan Nasir 2,4 persen dan tidak menjawab sebanyak 9,5 persen.

Direktur Eksekutif INES Sutisna, mengatakan selain itu, INES juga menanyakan 12 tokoh yang dipilih jika pemilihan gubernur dilakukan pada hari ini.mereka adalah calon-calon yang akan bertarung  nantiknya untuk menjadi pemimpin selanjutnya

Itu telah terlihat adanya simbolis seperti spanduk di sepanjang jalan Pekan baru dan juga telah memasuki area perdesaan yang ada di Riau, gagah dan perkasa saat memandang foto pememimpin, tetapi bukan spanduk itu yang menjadi tolak ukur nilai,tetapi itu hanyalah sebagai informasi atau sebagai simbol mereka mencalonkan jadi Gubernur periode 2018-2023.

Masyarakat Riau membutuhkan pemimpin yang benar-benar siap menciptkan perubahan bukan hanya sekedar mengucapkan kata-kata ( Kampanye) didepan  masyarakat banyak. Masyrakat sudah puas dengan janji kandidat dengan bahasanya yang biasa dilontarkan " saya akan berjanji untuk membantu kesahjeteraan masyarakat dan membuat pembangunan lebih baik".

Berbagai probelematika yang ada di Riau mengenai terhadap kebersihan lingkungan,kebakaran hutan ,kemiskinan dan lain-lain,tetapi permasalahan yang tak kunjung usai bahwa dalam peraturan daerah kota pekan baru nomor 8 tahun 2014 tentang pengelolahan sampah, bahwa dalam rangka menwujudkan kota pekan baru yang sehat dan bersih dari sampah yang kecendrungan bertambah volume dan jenis serta karakteristik yang semakin beragam ,  sehingga menimbulkan dampak negstif terhadap kesehatan dan mencemari lingkungan maka perlu pengelolahan sampah secara komprehensif dan terpadu dari hulu kehilir.

Untuk itu, adanya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan, pembuangan terkadang diletakan ditepi jalan. Jadi  ini tanggung jawab seluruh masyarakat Riau tentunya pemimpin harus tegas dalam menanganiny serta adanya komunikasi yang baik, karena Max Weber dalam buku komunikasi ia mengatakan tidak mungkin sebuah organisasi itu berjalan dengan lancar tanpa adanya komunikasi. Kalau kebersihan ini bisa diatasi akan mengurangi resiko penularan penyakit. Pada dasarnya, tiap individu wajib menjaga keseimbangan alam di sekitarnya, dan mencegah segala bentuk perusakan alam.

asal kamu tau, pemerintah indonesia memiliki penghargaan Adipura setiap tahunnya. Penghargaan adipura pura ini diberikan kepada kota-kota di Indonesia yang dianggap berhasil dalam menjaga kebersihan serta pengelolahan. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 1986, program adipura sempat berhenti  pada 1998, namun pada 2002 lalau penghargaan ini kembali dirancangkan demi mendorong kota-kota di Indonesia berlomba menjaga kebersihan.

 Memandang dari kaca mata ada kota termasuk yang memang banyak dikenal orang dan jugak termasuk kota terbersih Salah contoh kota terbersih  ialah Kota Surabaya, mengapa Surabaya bisa dikatakan kota terbersih, karena surabaya mampu berinovasi salah satu buktinya adalah menfaatkan TPA waste to energy atau mengubah tempat pembuangan akhir menjadi sumber energi.

Sangat efektif kota surabaya dalam mengatasi masalah sampah mereka mengubah tempat pembuangan akhir menjadi sumber energi. Semoga Riau bisa berkaca kepada kota-kota yang bersih bagaimana tata cara mengatasi masalah ini kita jangan menyepelekan suatu persoalan (  overimplikasi ) kalau menyepelakan masalah sampah ini akan berdampak besar seperti kalau datang hujan di pekan baru selama dua jam itu jalan-jalan mulai tergenang oleh air hujan, belum dam hal yang lain yang akan datang.

Semoga pemimpin Provinsi Riau selanjutnya siap berjuang siapapun yang akan menang yang terpenting siap mengatasi probelamtikia baik itu masalah ekonomi, infrastruktur , kebersihan lingkungan dan segala macamnya, "mari kita nantikan perubahan".

 

 


BERITA LAINNYA
Penyebab Tingginya Perceraian
Minggu, 01 Oktober 2017 | 13:45
Buku Sarana Menggapai Kemajuan
Senin, 25 September 2017 | 11:33
Jangan Ada Korban Berjatuhan
Kamis, 21 September 2017 | 19:11
Selamat Datang Mimpi
Minggu, 03 September 2017 | 20:45
BERIKAN KOMENTAR
Top