KAMPOT, KAMBOJA – Media OutReach Newswire – 9 Juli 2026 – Angchum Lower Secondary School —sebuah sekolah menengah di Kampot, Kamboja, yang meluncurkan kampanye “Plastic Free School” serta mendorong praktik lingkungan yang sehat mulai dari penanaman pohon hingga peningkatan kesadaran akan kebersihan—telah dianugerahi AIA Outstanding Health & Sustainability Award 2026 senilai US$15.000.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, kompetisi ini merupakan salah satu inisiatif unggulan dari program AIA Healthiest Schools (AHS), yang memberdayakan siswa berusia 5 hingga 16 tahun untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari melalui empat pilar utama: pola makan sehat, hidup aktif, kesejahteraan mental, dan keberlanjutan lingkungan.
Sekolah Menengah Pertama Angchum terpilih dari hampir 1.000 peserta dari seluruh kawasan Asia-Pasifik, jumlah partisipasi tertinggi sejak program ini diluncurkan. Pengumuman penghargaan tersebut disampaikan dalam acara regional yang berlangsung di Bangkok, Thailand.
Kompetisi AIA Healthiest Schools menantang sekolah-sekolah untuk mengubah ide terbaik mereka terkait kesehatan dan kesejahteraan menjadi tindakan nyata. Dengan menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh untuk menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari, para siswa membangun kebiasaan sehat sekaligus menciptakan dampak positif di lingkungan sekolah dan komunitas yang lebih luas.
Stuart A. Spencer, Ketua Dewan Juri Kompetisi AIA Healthiest Schools sekaligus Chief Marketing Officer AIA Group, mengatakan:
“Kompetisi AIA Healthiest Schools merupakan program terbesar sejenisnya di Asia dan membantu generasi muda mengambil kendali atas kesehatan mereka dengan mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata.
Selamat kepada Sekolah Menengah Pertama Angchum dari Kamboja. Contoh luar biasa yang kalian tunjukkan akan menginspirasi banyak pihak di seluruh kawasan, sekaligus membentuk masa depan yang lebih sehat bagi generasi muda di seluruh Asia.”
Dalam pidatonya pada acara tersebut, Lee Yuan Siong, Chief Executive dan President AIA Group, mengatakan:
“Hal yang paling kuat dari program ini adalah kemampuannya mengubah kesehatan dari sesuatu yang hanya diajarkan kepada siswa menjadi sesuatu yang mereka praktikkan setiap hari.”
Tentang Sekolah
Sekolah Menengah Pertama Angchum di Kampot, Kamboja, menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk jumlah staf yang terbatas, kebiasaan penggunaan plastik yang tinggi di kantin, fasilitas sanitasi yang kurang memadai bagi siswi, serta akses terhadap air bersih yang belum stabil. Meskipun menghadapi berbagai tantangan tersebut, para guru, siswa, dan masyarakat sekitar memilih untuk memprioritaskan peningkatan praktik kesehatan dan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa memimpin upaya tersebut melalui kampanye “Plastic-Free School” dengan membawa botol minum dan kotak makan yang dapat digunakan kembali untuk mengurangi limbah. Setiap kelas membentuk Green Youth Club yang bertanggung jawab atas kegiatan penanaman pohon, perawatan kebun, serta menjaga kebersihan ruang kelas. Sesi edukasi kebersihan secara rutin juga membantu seluruh siswa—terutama siswi—membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat.
Para guru memperkuat upaya tersebut dengan mengintegrasikan pelajaran mengenai pemilahan sampah, kebersihan pribadi, dan perlindungan lingkungan ke dalam berbagai mata pelajaran. Mereka juga memberikan contoh perilaku positif dengan menghindari penggunaan kantong plastik serta berpartisipasi dalam kegiatan pembersihan lingkungan sekolah.
Kegiatan pembersihan lingkungan yang dilakukan setiap tiga bulan, sumbangan bibit tanaman dan kompos, serta bantuan dalam memperbaiki sistem air bersih sekolah semakin memperkuat kerja sama antara sekolah dan masyarakat.
Proses pelaksanaan yang terstruktur—mulai dari persiapan guru, pembelajaran siswa, pertemuan dengan masyarakat, survei, hingga wawancara—membantu sekolah memantau perkembangan dan menyesuaikan rencana yang diperlukan. Hasilnya, para siswa kini menunjukkan pemahaman yang kuat mengenai lingkungan, menerapkan kebiasaan berkelanjutan, serta memiliki rasa tanggung jawab yang semakin besar terhadap lingkungan sekitar.