• Home
  • Bisnis
  • Studi Genetik Ungkap Berbagai Jalur Introduksi dan Penyebaran Ikan Tilapia Dagu Hitam Invasif di Thailand yang Dipengaruhi Aktivitas Manusia

Studi Genetik Ungkap Berbagai Jalur Introduksi dan Penyebaran Ikan Tilapia Dagu Hitam Invasif di Thailand yang Dipengaruhi Aktivitas Manusia

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:08

BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 8 Juli 2026 – Para peneliti dari Aquatic Resources Research Institute (ARRI), Fakultas Sains, Universitas Chulalongkorn baru-baru ini mengungkap bukti genetik baru yang menjelaskan bagaimana ikan tilapia hitam chinchin (Sarotherodon melanotheron), spesies asli Afrika Barat, dapat menyebar dan mapan di seluruh Thailand.

Berdasarkan analisis genetik terhadap 466 sampel ikan yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Thailand, penelitian ini mengidentifikasi keragaman genetik yang tinggi, termasuk 19 haplotipe berbeda, yang mengungkapkan bahwa spesies ini berasal dari berbagai peristiwa introduksi, bukan dari satu kali pelepasan saja. Temuan ini juga menunjukkan bahwa translokasi yang dimediasi oleh manusia di dalam Thailand memainkan peran besar dalam penyebaran cepat spesies ini.

Penelitian ini merupakan salah satu penilaian genetik paling komprehensif tentang tilapia hitam chinchin di Thailand hingga saat ini. Para peneliti mengonfirmasi bahwa populasi invasif termasuk dalam subspesies Sarotherodon melanotheron melanotheron dan mengidentifikasi 13 haplotipe privat yang unik untuk populasi tertentu. Beberapa di antaranya muncul dengan frekuensi yang relatif tinggi di Samut Songkhram, Prachuap Khiri Khan, dan Surat Thani, yang mengindikasikan adanya berbagai sumber introduksi dan percampuran yang terbatas di antara beberapa populasi regional.

Dengan menggunakan pola distribusi haplotipe, analisis jaringan, dan perbandingan filogenetik, para peneliti menelusuri asal-usul tilapia hitam chinchin di Thailand hingga ke berbagai sumber geografis, termasuk Ghana dan Pantai Gading, serta kemungkinan populasi asli lain di Afrika Barat yang belum disampel.

Penelitian ini juga menemukan bahwa populasi tilapia hitam chinchin di berbagai wilayah Thailand secara genetik berbeda, terutama di Samut Songkhram, yang diyakini sebagai lokasi awal invasi. Pada saat yang sama, para peneliti menemukan bahwa ikan dengan tanda genetik paling umum ditemukan di provinsi-provinsi di Thailand timur dan selatan, termasuk Chachoengsao, Rayong, Chanthaburi, Chumphon, Nakhon Si Thammarat, dan Songkhla, yang menunjukkan bahwa ikan-ikan tersebut diangkut melalui aktivitas manusia, bukan menyebar secara alami melalui jalur perairan yang terhubung.

Para peneliti menyatakan, “Temuan ini memberikan bukti ilmiah yang berharga untuk memperkuat pengawasan dan pengelolaan spesies invasif. Dengan mengidentifikasi jalur introduksi dan pola penyebaran, penelitian ini memberikan panduan penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, meningkatkan langkah-langkah keamanan hayati, dan mengurangi dampak ekologis terhadap ekosistem air tawar Thailand.”

Tautan ke makalah penelitian: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352513426002152



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top