BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 8 Juli 2026 – Thailand telah menyetujui sembilan proyek investasi utama senilai total USD 1,99 miliar (66,3 miliar baht) di sektor-sektor bernilai tinggi, termasuk kecerdasan buatan (AI), elektronik canggih, penerbangan, energi bersih, dan makanan, di saat para produsen global sedang mereposisi rantai pasokan mereka di seluruh Asia Tenggara.
Persetujuan tersebut, yang disahkan dalam rapat The Board of Investment (BOI) yang dipimpin oleh Bapak Ekniti Nitithanprapas, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan, menegaskan daya tarik negara tersebut bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang mencari pusat produksi yang andal.
“Investasi oleh perusahaan multinasional terkemuka ini menandakan kepercayaan global yang kuat terhadap kapasitas industri kami,” kata Bapak Narit Therdsteerasukdi, Sekretaris Jenderal BOI. “Dengan menempatkan bagian-bagian penting dari rantai nilai AI dan elektronik canggih di sini, kami menghubungkan ekonomi kami secara langsung ke inti teknologi global generasi berikutnya.”
Untuk mempertahankan gelombang investasi teknologi tinggi ini, BOI telah merestrukturisasi dan memperluas mandat panel energi khususnya menjadi “Subkomite Manajemen Energi untuk Investasi Pusat Data dan Penyaringan Proyek.” Dipimpin oleh Menteri Energi, badan ini akan berfungsi sebagai filter regulasi satu pintu (one-stop) untuk mengevaluasi proposal pusat data terkait konsumsi sumber daya, dampak lingkungan, dan pengadaan energi bersih sebelum investor dapat mengajukan insentif pajak, sehingga memberikan transparansi kebijakan bagi operator internasional.
Porsi persetujuan terbesar mencakup sektor elektronik canggih dan digital Thailand, yang dipimpin oleh perusahaan-perusahaan dari rantai pasokan teknologi Asia Timur. Di sektor infrastruktur AI, Datasection (Thailand) Co., Ltd., sebuah anak perusahaan dari Datasection Inc. asal Jepang, akan menginvestasikan USD 235,2 juta (7,8 miliar baht) untuk membangun infrastruktur server GPU berkinerja tinggi untuk penempatan data (data hosting) di Bangkok dan Pathum Thani. Perangkat keras khusus ini akan langsung mentenagai aplikasi AI canggih dan bisnis digital di kawasan tersebut.
Doosan Electro-Materials (Thailand) Co., Ltd., sebuah unit dari konglomerat Korea Selatan Doosan Corp. dan pemimpin global dalam produk non-flow prepregs, juga akan menginvestasikan USD 180,2 juta (6 miliar baht) di Samut Prakan untuk memproduksi copper-clad laminate (CCL) dan prepreg, yang berfungsi sebagai bahan baku penting untuk papan sirkuit cetak (PCB).
Hal yang sama juga dilakukan oleh Taiwan Union Technology (Thailand) Co., Ltd. yang bersiap menginvestasikan USD 189,2 juta (6,3 siliun baht) di Chonburi untuk memproduksi CCL dan prepreg yang dirancang khusus untuk server AI dan pusat data berpermintaan tinggi. Fulltech Fiber Glass (Thailand) Co., Ltd. akan menginvestasikan USD 99,4 juta (3,3 miliar baht) untuk memproduksi kain serat kaca khusus, sebuah bahan baku untuk pembuatan PCB, di Chachoengsao.
Di luar bidang teknologi, merek-merek multinasional dan penyedia infrastruktur penting juga berkomitmen memberikan investasi besar untuk melayani permintaan regional. Di sektor barang konsumsi, Nestlé (Thai) Co., Ltd. asal Swiss berkomitmen mengucurkan USD 688,7 juta (22,9 siliun baht) untuk memperluas fasilitas produksi di Samut Prakan untuk produk kopi instan, kopi campuran, dan kopi siap minum, yang menargetkan pasar domestik maupun regional Asia Tenggara.
Maskapai penerbangan nasional Thai Airways International PCL mendapatkan persetujuan untuk dua proyek ekspansi senilai total USD 430,2 juta (14,3 siliun baht) untuk menyewa delapan pesawat penumpang guna mendukung jaringan penerbangan internasionalnya.
Untuk sektor infrastruktur, Lomrak Green Energy Co., Ltd. akan menginvestasikan USD 168,7 juta (5,6 siliun baht) di dua proyek tenaga angin di provinsi Lopburi. Fasilitas tersebut akan menyalurkan kapasitas gabungan sebesar 120 megawatt ke jaringan listrik Thailand, guna mendukung kebutuhan energi bersih para pengguna industri dengan permintaan tinggi.
Untuk mengakomodasi proyek-proyek skala besar (hyper-scale), pemerintah telah mempercepat rencana aksi energi tujuh poin. Hal ini mencakup penetapan tarif utilitas khusus untuk pusat data, menyelaraskan target energi hijau pusat data dengan Rencana Pengembangan Ketenagakerjaan, memfasilitasi perdagangan listrik bersih melalui PPA Langsung, memperkenalkan aturan jaminan penggunaan listrik, menjajaki transmisi tegangan tinggi langsung untuk operator besar, mempercepat investasi jaringan listrik, serta memetakan ketersediaan air dan listrik untuk memandu pemilihan lokasi.
“Kami sedang membangun infrastruktur yang dibutuhkan untuk gelombang investasi industri masa depan berikutnya,” kata Bapak Narit. “Pemerintah menyelaraskan pengelolaan sumber daya dengan tujuan transisi hijaunya demi memastikan keamanan operasional jangka panjang dan memberikan kepercayaan kepada investor global.”
Catatan: Konversi mata uang didasarkan pada nilai jual rata-rata Bank of Thailand yang berkisar pada 1 USD = 33,30 THB.
https://www.boi.go.th/en/index
Thailand Board of Investment (BOI)
Didirikan pada tahun 1966, Kantor Dewan Investasi (BOI) telah terus memainkan peran penting selama lebih dari 60 tahun dalam mempromosikan investasi yang memberikan nilai tambah bagi negara, baik dari investor asing maupun Thailand, untuk meningkatkan daya saing nasional dan mendorong menuju era baru pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang.
Pusat Layanan Investasi — Bagian Humas, Kantor Dewan Investasi (BOI) 555 Jalan Vibhavadi-Rangsit, Chatuchak Bangkok 10900 Telp. +66 (0) 2553 8111, Faks: +66 (0) 2553 8222