• Home
  • Ruang Opini
  • Vihara Dharma Loka, Vihara Buddha Pertama yang Ada di Pekanbaru

Vihara Dharma Loka, Vihara Buddha Pertama yang Ada di Pekanbaru

Oleh: Afrijon Saputra
Jumat, 06 November 2020 | 10:00
Vihara Dharma Loka, Vihara Buddha Pertama yang Ada di Pekanbaru
PEKANBARU merupakan salah satu kota terbesar di pulau sumatera, pertumbuhan penduduk migrasi dan urbanisasi tertinggi di Indonesia. 

Kota yang berawal dari sebuah pasar (pekan) yang berada di tepian sungai siak, menjelma menjadi pusat perdagangan yang ramai di kunjungi termasuk datangnya orang-orang etnis tionghoa yang berasal dari selat malaka dan sekitarnya ke ke kota pekanbaru. 

Pada masa kolonial para warga etnis tionghoa tak luput membantu perjuangan melawan penjajah yang membuat perdagangan dan kehidupan masyrakat kota pekanbaru penuh belenggu para penjajah tersebut. 

Menelusuri jejak-jejak sejarah kehidupan masyarakat Tionghoa tak lengkap rasanya menelurusi tempat peribadatan etnis Tionghoa pertama yang berdiri di kota pekanbaru. 

Vihara Dharma Loka  yang terletak di jalan Samanhudi Gang Vihara Nomor 13 merupakan tempat kebaktian buddhais tionghoa pertama di pekanbaru yang di buka pada tahun 1958. 

Di tempat inilah umat Buddha khususnya kota pekanbaru mengadakan kebaktian dan belajar Dharma sesuai kitap suci Tri Pitaka setiap harinya. Seiring dengan berjalannya waktu dan makin bertambahnya umat, vihara yang berukuran 8x15 meter persegi pada awalnya ini berusaha di pugar dengan memperluas ukuran vihara ini dengan bangunan yang permanen namun selalu menemui kendala.

Semakin hari aktifitas umat Vihara Dharma Loka ini semakin beragam, di ketuai oleh Romo Sasanamita pada tanggal 10 November 1980 berdirilah organisasi yang menampung kegiatan-kegiatan umat vihara Dharma Loka. 

Adapun kegiatan umat vihara Dharma Loka di antaranya meliputi kebaktian, pendidikan Agama Buddha untuk pelajar SD.SLTP,SLTA, dan Perguruan tinggi, peringatan hari-hari besar agama Buddha, pembagian beras ke fakir miskin, mengikuti pameran pembangunan dan pawai pembangunan, serta aktifitas lainya.

Dalam usaha untuk menunjang eksistensi keberadan Vihara dan pengembangannya, atas anjuran Yang Arya Bikku Jinadhammo Thera pada tanggal 4 Agustus 1982 didirikan yayasan vihara Dharma Loka secara Hukum di atas akte Notaris No.17.

Atas dasar telah sahnya yayasan atau organisasi Vihara Dharma Loka, para tetua yayasan (Winarto T, Toni, Aulyanson, Sasanamitta, dan Tang Kim Teng) memulai kembali usaha untuk memperluas dan mempermanenkan Vihara Dharma Loka yang sempat gagal beberapa kali di karenakan masalah perizinan dan lain-lain. 

Akhirnya pada tahun 1988 yayasan vihara Dharma Loka mendapat sebidang tanah di jalan karet dengan luas 16 x 35 meter persegi yang tidak jauh dari vihara Dharma Loka. Dalam perealisasian pembangunan Vihara pada tahun 1989 di tujuklah bapak Tang Kim Teng sebagai ketua pembanguan dan peletakan batu pertama pada tanggal 18 januari 1989. Pada tahun 1993 rampunglah vihara Buddha megah  pertama di pekanbaru. 

"Dengan bertingkat tiga dengan total luas pembangunan sekitar 1.100 meter persegi dan di harapkan mampu menampung kegiatan pribadatan/keagamaan, pendidikan dan sosial kemasyarakatan serta tempat pelayanan bagi umat Buddha pada khususnya dan masyrakat pada umumnya dan merintis memang sulit namun dukungan moril maupun matril masih tetap kami perlukan. Ndak terbayang dulu punya remah ibadah berdinding papan selama bertahun-tahun," kata ko Hendrik (orang yayasan Vihara Dharma Loka masa bakti 2020).


BERITA LAINNYA
Kesalehan Sosial di Tengah Bencana
Jumat, 05 Desember 2025 | 19:31
Menebang Hutan, Menggali Liang Kubur
Jumat, 11 Juli 2025 | 13:01
Menaikkan Insentif Fiskal untuk Pengendalian Inflasi
Jumat, 15 September 2023 | 17:20
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top