• Home
  • Dumai
  • Standar Pemeliharaan dan Kelayakan Mesin Pengelolaan Limbah B3 RSUD Dumai Dipertanyakan

Standar Pemeliharaan dan Kelayakan Mesin Pengelolaan Limbah B3 RSUD Dumai Dipertanyakan

Selasa, 17 Februari 2026 | 22:30
Fatahudin (Kiri)
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Ledakan mesin insinerator pengolah limbah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai, menimbulkan polemik di tengah masyarakat, pasalnya, sejak kejadian terjadinya ledakan belum ada jawaban resmi dari pihak Rumah Sakit.

Bahkan terkesan menutup rapat informasi. Pertanyaannya, apa penyebab ledakan dan berapa besar kerugian yang ditimbulkan dan dampak ledakan terhadap operational Rumah Sakit karena peristiwa tersebut.

Akibatnya, prediksi bahkan asumsi penyebab terjadinya ledakan yang menyebabkan 2 Orang karyawan menderita korban luka bakar di sekujur tubuh hingga 68 persen, semakin liar.

Direktur Eksekutif Yayasan Bumi Alam Hijau, Fatahudin SH , sebuah lembaga yang konsen terhadap lingkungan hidup ikut mempertanyakan penyebab terjadinya ledakan.

Menurut Fatahudin, peristiwa ledakan mesin insinerator pengolah limbah di Rumah Sakit j Umum Daerah, semestinya tidak akan terjadi ledakan secara tiba-tiba apabila pengelola memperhatikan rutinitas perawatan.

"Kita curiga, pengelola limbah abai dalam memperhatikan rutinitas perawatan," ungkap Fatahudin.

Dijelaskan Fatahudin lagi, mesin Insinerator limbah B3 merupakan fasilitas berisiko tinggi yang pengoperasiannya mensyaratkan pemeriksaan berkala, uji kelayakan teknis, serta penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja.

"Kita mempertanyakan, kelayakan dan standarisasi mesin pengelola limbah di Rumah Sakit Umum, Aneh aja, tanpa sebab tiba tiba mesin insinerator meledak," jelas Fatahudin. (54f)

BERITA LAINNYA
FKAD Lengkapi Berkas Laporan ke Kejari Dumai
Selasa, 03 Februari 2026 | 09:15
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top