DUMAI, POROSRIAU.COM - Mesin insinerator pengolah limbah medis di RSUD Kota Dumai meledak pada Senin (9/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Dua pekerja mengalami luka lepuh saat alat tersebut beroperasi memusnahkan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
Akibat ledakan tersebut, dua karyawan Rumah sakit umum yang sedang berada di samping jaringan mesin insinerator pengolah limbah terdampak percikan api.
Informasi yang dirangkum menyebutkan dua korban Rahmat, dan Delfiora karyawan bagian teknisi mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya hingga mencapai 68 persen.
Rahmat salah seorang karyawan hanya mengalami luka bakar 10 persen, sementara Delfiora dengan luka bakar mencapai 68 persen.
Peristiwa ledakan tersebut sempat membuat kaget seisi rumah sakit, bahkan ada keluarga pasien langsung menuju tempat kejadian.
Kedua korban ledakan tersebut baik Rahmat maupun Delfiro dilarikan keruang perawatan untuk mendapatkan pertolongan medis .
"Kedua korban langsung mendapatkan perawatan medis. Namun hingga kini belum tahu perkembangan selanjutnya," ungkap sumber yang minta identitasnya dirahasiakan.
Sebelum insiden terjadi lanjut sumber, mesin insinerator sempat menunjukkan adanya gangguan teknis di saluran insinerator, kedua pekerja langsung mencari sumber gangguan, namun sayang baru beberapa menit mencari sumber ganguan, mesin insinerator langsung meledak.
"Belum sempat menemukan sumber gangguan, mesin sudah meledak dan kedua karyawan menjadi korban," jelasnya.
Informasi tersebut memunculkan dugaan liar beberapa kalangan, karena mesin meledak dengan tiba tiba. Mesin Insinerator merupakan pengolah limbah B3 yang beresiko tinggi dan pengoperasiannya memerlukan perawatan yang berkala dan membutuhkan tenaga profesional.
"Selain perlu keterampilan khusus, pengelolaan mesin limbah berisiko tinggi dan butuh perawatan serta uji kelayakan teknis. Yang penting standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus dijaga," lanjutnya.
Direktur Rumah Sakit Umum Dumai, Dr Eka Viona Efendi saat dikonfirmasi mengenai peristiwa ledakan mesin insinerator pengolah limbah dan dua karyawan menjadi korban luka bakar, melalui jaringan wa nya hanya menjawab singkat " Tunggu dulu pak" ketika didesak lebih lanjut, handphone selularnya tidak lagi aktif. (54f)