• Home
  • Dumai
  • Terkait Laporan FKAD, Kasie Intel: Kita akan Proses dan Lengkapi Bukti Pendukung

Terkait Laporan FKAD, Kasie Intel: Kita akan Proses dan Lengkapi Bukti Pendukung

Rabu, 28 Januari 2026 | 21:54
Kasie Intel Kejaksaan Negeri Dumai Carles Aprianto SH MH (kiri), Said Makmur (kanan)
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Terungkap, fakta sesungguhnya mengapa Said Makmur, Ketua Forum Komunikasi Anak Dumai (FKAD), melaporkan oknum petinggi Lembaga Adat Melayu Riau Kota Dumai ke pihak Kejaksaan.

Di hadapan Kasie Inteligen Kejaksaan Negeri Dumai Carles Aprianto SH MH, Said Makmur Alias Moi, membeberkan kisahnya dengan nada sedikit menahan emosi. Sekitar seminggu lalu, Said Makmur sedang melihat kebun di batu teritip niatnya bermalam karena sudah lama tidak menjenguk kondisi kebunnya.

Baru semalam di kebun batu teritip, tiba-tiba handphonenya berdering terlihat panggilan masuk dari handphone anaknya. Hatinya tiba-tiba berdetak dan terasa ada yang mengganjal.

Saat handphone diangkat, nada suara anaknya terdengar seperti orang ketakutan dan tertekan. Setelah menceritakan persoalan sesungguhnya, paginya, Said Makmur langsung tancap gas pulang ke rumah.

Sesampai di rumah Said Makmur pun mengumpulkan anaknya dan minta keterangan apa yang mereka alami sepeninggal dirinya ke kebun batu teritip.

Sepeninggal Said Makmur, kedua anaknya berencana memetik buah pinang di kebun jalan Wan Amir, karena buah pinang tersebut merupakan kebutuhan beberapa lapak minuman yang sudah menjadi langganannya.

Dalam perjalanan menuju kebun pinang jalan Wan Amir, kedua anak Said Makmur dengan berkendara sepeda motor berpapasan dengan beberapa truk angkut tanah timbun.

Ketika sampai di jalan mendaki tiba-tiba truk tersebut memperlambat lajunya nyaris menyenggol kendaraan kedua anak Said Makmur.

Karena terkejut, kendaraan anak Said Makmur tersebut membanting hingga terlempar ke dalam parit tanpa ada orang yang tahu.

Dengan sisa tenaga yang ada, kedua anak tadi berusa naik ke atas dan mencoba minta pertolongan, malangnya tidak satupun ada orang yang lewat pada waktu itu.

Dengan susah payah, akhirnya kedua anak Said Makmur berhasil mencapai rumah, sementara kendaraannya masih di dalam parit.

Mendengar cerita kedua anaknya Said Makmur pun naik pitam langsung menuju lokasi penimbunan, sesampai di lokasi Said Makmur langsung bertanya siapa pemilik kendaraan yang menyebabkan kedua anaknya jatuh ke dalam parit, sayangnya tidak satupun yang buka mulut.

Untung ada salah satu supir truk yang dikenalnya dan menyebut jika penimbunan tersebut milik lembaga adat, jika ingin komplain silahkan datang ke kantor LAM.

Setelah menunggu beberapa hari, tidak seorang pun yang datang ke rumah Said Makmur menyelesaikan masaalah. Akhirnya, Said Makmur berkesimpulan bahwa pemilik tanah urug tidak berniat menyelesaikan masaalah. Makanya, Said Makmur mencari tahu pemilik usaha dan ternyata usaha tambang mereka diduga tidak punya izin operasi. Dan inilah kesempatan Said Makmur untuk.membuka kedok pengusaha nakal yang berlindung di bawah ketiak Lembaga Adat.

Mendengar curhatan Said Makmur, Kasie inteligen Kejari Dumai Carles Aprianto SH MH hanya terdiam seakan terpaku, sesekali terlihat anggukan dari kepalanya, menandakan keprihatinan.

"Sekarang  lengkapi aja bukti pendukung. Kita akan proses dan kita tidak ada beban, siapapun jika bukti menyakini akan diproses," tegas Charles sembari meyakini Said Makmur dan rekan. (54f)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top