• Home
  • Bisnis
  • Interview Nanyang: Menelusuri Peluang di Free Trade Port Terbesar Tiongkok - Serial Video Finansial Meluncur

Interview Nanyang: Menelusuri Peluang di Free Trade Port Terbesar Tiongkok - Serial Video Finansial Meluncur

Jumat, 25 September 2026 | 11:56
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan Foto:Laporan terkait yang diterbitkan dalam edisi digital Nanyang Siang Pau Malaysia pada 18 Juni 2026.

HAIKOU, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 24 September 2026 - Enam bulan telah berlalu sejak Hainan Free Trade Port secara resmi meluncurkan operasional bea cukai khusus di seluruh pulau pada 18 Desember 2025. Pada 18 Juni, Nanyang Siang Pau dari Malaysia, bekerja sama dengan Hainan Daily Press Group, meluncurkan seri video finansial berjudul Nanyang Interview: Exploring Opportunities in China's Largest Free Trade Port, yang mengkaji potensi pengembangan Hainan Free Trade Port dan peluang investasi bagi pelaku bisnis ASEAN.

Para ekonom yang diwawancarai untuk seri tersebut mengatakan bahwa, sebagai gerbang utama menuju pasar tunggal terbesar kedua di dunia, pelaku bisnis ASEAN tidak dapat mengabaikan peluang bersejarah untuk memasuki pasar Tiongkok melalui Hainan. Chen Bo, Senior Research Fellow di East Asian Institute, National University of Singapore, mengatakan bahwa dengan berbagai insentif kebijakan yang mulai berlaku, dekade mendatang merupakan peluang emas bagi Hainan. Xiao Saizi, seorang profesor di University of Nottingham Malaysia, mencatat bahwa dalam enam bulan sejak peluncuran operasional bea cukai khusus, jumlah perusahaan perdagangan luar negeri yang terdaftar di Hainan tumbuh dengan cepat. Industri manufaktur dan pengolahan kelas atas-termasuk pengemasan dan pengujian cip, pengolahan makanan premium, pemeliharaan penerbangan, energi hijau, perangkat medis, dan biofarmasi-termasuk di antara sektor-sektor yang paling mungkin memperoleh manfaat.

Terletak di ujung paling selatan Tiongkok, Hainan berada dalam jarak penerbangan empat jam dari 21 negara Asia-Pasifik. Keunggulan geografis alami ini menjadikannya batu loncatan penting bagi pelaku bisnis ASEAN yang ingin memasuki pasar Tiongkok. Xiao mengatakan bahwa Hainan menerima 106 juta kunjungan wisatawan domestik dan internasional pada tahun 2025, menjadikannya tempat uji coba yang ideal di mana investor asing dapat menguji pasar dengan biaya yang relatif rendah.

Survei sebelumnya menunjukkan bahwa penyelesaian valuta asing merupakan salah satu kekhawatiran utama bagi investor asing. Pada akhir tahun 2025, 11 bank di Hainan telah meluncurkan akun EF, yang memungkinkan aliran dana lintas batas dengan 91 negara dan wilayah, dengan total volume transaksi setara dengan CNY 350,9 miliar.

Beberapa ekonom menyarankan agar pelaku bisnis ASEAN melakukan penilaian internal yang menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi. Jika mereka menentukan bahwa pasar Tiongkok akan menjadi bagian dari strategi pertumbuhan masa depan mereka, mereka harus mempertimbangkan untuk masuk ke Hainan lebih awal selagi manfaat kebijakan Free Trade Port terus berkembang.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top