• Home
  • Bisnis
  • Pemenang Redress Design Award Dorong Konsumen Tuntut Pilihan Fesyen yang Lebih Berkelanjutan

Pemenang Redress Design Award Dorong Konsumen Tuntut Pilihan Fesyen yang Lebih Berkelanjutan

Sabtu, 05 September 2026 | 09:03
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

Di tengah meningkatnya krisis limbah tekstil, pemenang kompetisi fesyen berkelanjutan terkemuka dunia yang diselenggarakan oleh NGO lingkungan Redress membuktikan bahwa merancang produk tanpa menghasilkan limbah merupakan salah satu peluang terbesar bagi industri fesyen.

HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 4 September 2026 - Redress, organisasi nonpemerintah (NGO) lingkungan yang berbasis di Hong Kong dan berfokus pada Asia untuk mempercepat penerapan ekonomi sirkular dalam industri fesyen, mengumumkan pemenang Redress Design Award 2026, kompetisi desain fesyen berkelanjutan terkemuka di dunia, dalam malam final runway yang dihadiri sejumlah tokoh ternama di CENTRESTAGE, ajang pameran fesyen tahunan Asia. Koleksi runway para finalis dirancang menggunakan berbagai teknik sirkular, termasuk memanfaatkan surplus produksi pabrik, pakaian yang dibuang, stok baru berlebih, serta limbah perabotan. Koleksi-koleksi tersebut mengangkat krisis limbah tekstil global sekaligus menyoroti sesuatu yang belum disadari oleh sebagian besar konsumen fesyen: diperkirakan 80% dampak lingkungan dari sebuah produk sudah ditentukan pada tahap desain[1], jauh sebelum pakaian tersebut sampai di rak toko.

"Generasi desainer saya tidak akan dinilai hanya berdasarkan estetika. Kami harus memahami prinsip sirkularitas-daya tahan, kemudahan diperbaiki, dan kemampuan untuk didaur ulang-sejak dari meja gambar hingga memenuhi rak toko dengan produk yang semakin ingin dibeli oleh konsumen. Memasuki industri fesyen yang penuh pemborosan ini memang terasa mengintimidasi, dan kami harus meresponsnya dengan keberanian," ujar Jon Liesenfeld dari Jerman, pemenang Juara Pertama Redress Design Award 2026. Ia berhasil mengungguli tujuh finalis lainnya yang berasal dari Hong Kong, Tiongkok daratan, Inggris, Austria, dan Israel.

Sebagai Sponsor Utama (Lead Sponsor), Cultural and Creative Industries Development Agency (CCIDA) telah mendukung penghargaan ini sebagai salah satu proyek utamanya selama 14 tahun berturut-turut. "Kreativitas dan keberlanjutan tidak pernah memiliki keterkaitan yang sedekat seperti saat ini," ujar Drew Lai, Commissioner for Cultural and Creative Industries, CCIDA. "Kami sangat bangga dengan warisan yang telah dibangun oleh penghargaan ini: lebih dari 350 alumni yang tersebar di lebih dari 40 wilayah, banyak di antaranya kemudian menerjemahkan prinsip desain sirkular ke dalam praktik nyata yang berkembang dan berhasil-sebuah bukti jelas atas dampak luas yang dihasilkan penghargaan ini."

Industri Fesyen Harus Bertransformasi-Dimulai dari Meja Gambar

Limbah tekstil merupakan krisis global, dengan perkiraan 120 juta ton limbah dihasilkan setiap tahun, dan sekitar 80% di antaranya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar[2]. Industri tekstil global saat ini baru menerapkan prinsip sirkularitas sebesar 0,3%[3].

"Meskipun industri fesyen menghadapi berbagai tantangan serius-mulai dari tekanan geopolitik, inflasi, rantai pasok global yang kompleks hingga regulasi baru yang akan diberlakukan-industri ini secara katastrofik masih terus berjalan dalam pola yang boros dan tidak terkendali," ujar Dr. Christina Dean, Pendiri Redress. "Sirkularitas mengalami stagnasi, padahal model bisnis tekstil sirkular diperkirakan dapat menghasilkan nilai ekonomi sebesar US$700 miliar pada 2030[4]. Pada saat yang sama, limbah pakaian terus melonjak, yang akan semakin diperparah oleh dominasi global merek-merek ultra-fast fashion. Upaya Redress untuk mempercepat penerapan fesyen sirkular sangat penting, dan gerakan edukasi kami telah menjangkau jutaan desainer di hampir 100 negara di seluruh dunia," tambahnya.

Seluruh finalis bergabung dalam jaringan global Alumni Redress yang kini beranggotakan lebih dari 350 desainer yang terus menghasilkan berbagai solusi. Alumni Kevin Germanier menutup Paris Couture Week pada musim semi tahun ini dengan koleksi yang seluruhnya dibuat dari persediaan berlebih milik merek-merek yang berada di bawah LVMH. Sementara itu, alumni Angus Tsui dan Eric Wong telah mengubah seragam kurir DHL yang sudah tidak digunakan menjadi berbagai aksesori.

Praktik upcycling terus berkembang dan semakin masuk ke arus utama industri fesyen. LVMH Group, Miu Miu, Coach, Uniqlo, Converse, Wrangler, dan Vivienne Westwood telah mengembangkan berbagai koleksi upcycled, dengan mengedepankan kreativitas dan keunikan produk, bukan hanya aspek keberlanjutannya.

Regulasi baru, khususnya Ecodesign for Sustainable Products Regulation (ESPR) Uni Eropa, Extended Producer Responsibility (EPR), serta larangan memusnahkan pakaian dan alas kaki yang tidak terjual, telah memberikan insentif yang lebih besar bagi berbagai merek untuk mengadopsi praktik upcycling dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Penghargaan Redress Design Award 2026 Membuka Akses ke Berbagai Perusahaan Inggris

Jon Liesenfeld memenangkan kesempatan mengikuti perjalanan edukatif ke berbagai perusahaan fesyen di Inggris, mulai dari produsen pakaian yang berorientasi pada desain, Simple Approach, yang memproduksi 50 juta pakaian setiap tahun untuk berbagai merek, termasuk Primark dan Next; hingga merek pakaian wanita mewah Roksanda, yang telah dikenakan oleh Her Royal Highness Catherine, Princess of Wales, Michelle Obama, Kate Blanchett, dan Anne Hathaway. Penghargaan ini didukung oleh kampanye GREAT Britain & Northern Ireland.

Peraih posisi kedua, Jasmine Cheuk dari Hong Kong, memenangkan program mentoring bersama aktivis fesyen Inggris terkemuka sekaligus juri kompetisi, Orsola de Castro. Ia telah menjadi mentor bagi para pemenang Redress dalam setiap siklus kompetisi selama satu dekade terakhir dan telah menjadi juri sejak kompetisi ini pertama kali diselenggarakan. Jasmine juga memenangkan penghargaan Hong Kong Best.

Redress Memberdayakan Desainer Muda untuk Membantu Mengatasi Kesenjangan Keterampilan Pendidikan

Redress menyadari adanya kebutuhan mendesak untuk membekali para desainer dengan keterampilan yang dibutuhkan guna mempersempit kesenjangan pendidikan dalam industri fesyen. Sebuah tinjauan integratif terhadap 81 penelitian menemukan bahwa program pendidikan desain fesyen arus utama masih "sangat jarang memasukkan aspek keberlanjutan ke dalam kurikulumnya", yang menegaskan perlunya memperkuat pendidikan keberlanjutan melalui pemahaman teoretis sekaligus penerapan praktis.[5] Hingga saat ini, Redress telah memberikan edukasi secara langsung kepada lebih dari 36.500 desainer dan pendidik fesyen serta menghasilkan 18 juta tayangan melalui berbagai sumber daya edukasi daringnya.

Selain melalui pendidikan, Redress membangun kemitraan strategis dengan industri untuk menciptakan jalur nyata bagi para desainer. Dalam Redress Design Award 2026, para finalis mengolah kembali limbah pakaian pascakonsumsi yang telah dibuang dan tidak lagi layak pakai menjadi koleksi yang siap dipasarkan melalui peritel fesyen multibrand D-mop, bekerja sama dengan TAL Apparel, salah satu produsen pakaian terkemuka dunia. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari tantangan "Remake to Retail", dan koleksi yang dihasilkan dijadwalkan diluncurkan melalui D-mop pada akhir tahun ini.

Redress Design Award Mengubah Kepedulian Konsumen Menjadi Permintaan terhadap Produk Berkelanjutan

Melibatkan konsumen untuk mendorong gerakan fesyen berkelanjutan merupakan hal yang sangat penting, mengingat maraknya konsumsi berlebihan dan rendahnya tingkat pemanfaatan pakaian. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian besar pakaian berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibakar dalam waktu satu tahun setelah diproduksi.[6] Meskipun mayoritas konsumen meyakini bahwa merek memiliki tanggung jawab untuk membawa perubahan positif bagi dunia[7], kesenjangan antara niat dan tindakan konsumen masih terus terjadi. Sebanyak 71% konsumen global menyatakan khawatir terhadap isu keberlanjutan dalam industri fesyen, tetapi hanya 3% yang bersedia membayar harga lebih tinggi untuk produk yang lebih berkelanjutan.[8]

Melalui Redress Design Award, para finalis menunjukkan bahwa fesyen berkelanjutan dapat tetap menarik dan diminati. Dengan menampilkan desain yang luar biasa dan narasi yang kuat, serta membawa pakaian hasil rekonstruksi ke ruang-ruang arus utama, para desainer generasi baru ini mendorong konsumen untuk secara aktif memilih opsi yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengubah kepedulian menjadi permintaan nyata.

Catatan Editor

  • - Data dan Statistik: Redress Design Award: Redress Design Award Additional Resources - The Issues.
  • - Kriteria Kompetisi: Redress Design Award 2026 terbuka bagi desainer dan mahasiswa dari seluruh dunia yang sedang berada pada tahap awal karier dan memiliki pengalaman profesional kurang dari empat tahun. Kompetisi ini berfokus pada desain koleksi orisinal pakaian wanita dan pria. Informasi mengenai competition brief tersedia dalam materi kompetisi.
  • - Pemenang People's Choice: Tal Zohar dari Israel, yang terpilih melalui pemungutan suara publik.
  • - Juri: Orsola de Castro, penulis dan aktivis fesyen; Rachel Franklin, Director of ESG, Simple Approach; Cherry Mui, Editorial Director, Vogue Hong Kong; Rod Henderson, President, TAL Apparel Ltd; Angus Tsui, Creative Director, ANGUS TSUI sekaligus alumni Redress Design Award; serta Dr. Christina Dean, Founder dan Board Chair, Redress.
  • - Sponsor: Cultural and Creative Industries Development Agency (CCIDA) sebagai Sponsor Utama (Lead Sponsor). Mitra utama lainnya mencakup DHL dan TAL Group.
  • - Redress Alumni Network: Jaringan ini menyediakan dukungan berkelanjutan bagi para desainer dalam mengembangkan karier mereka di bidang fesyen berkelanjutan.

[1] European Commission: Directorate-General for Enterprise and Industry and Directorate-General for Energy, Ecodesign your future - How ecodesign can help the environment by making products smarter, European Commission, 2012

[2] Boston Consulting Group, Spinning Textile Waste into Value, August 2025

[3] Circle Economy Foundation Circularity Gap Report Textiles (2024)

[4] Ellen MacArthur Foundation (2021), Circular Business Models - Redefining Growth for a Thriving Fashion Industry

[5] Sonika Soni Khar, From review to reform: designing an elective module through an integrated review on fashion sustainability, Frontiers in Sustainability, 2025

[6] UBS (2021) $2.5trn industry at risk - What if consumers stop buying disposable clothes

[7] Futerra (2019), The honest generation are here. Are you ready?

[8] Boston Consulting Group, 2022: Consumers Are the Key to Taking Green Mainstream


Redress Design Award

Redress Design Award (www.redressdesignaward.com) merupakan kompetisi desain fesyen berkelanjutan terkemuka di dunia yang memberikan edukasi dan memberdayakan para desainer fesyen generasi baru mengenai teknik desain sirkular guna mengurangi dampak negatif industri fesyen terhadap lingkungan. Diselenggarakan oleh Redress, organisasi nonpemerintah (NGO) lingkungan berbasis di Hong Kong yang berfokus pada Asia, sejak 2011, kompetisi ini bekerja sama dengan berbagai institusi akademik di seluruh dunia dan menarik peserta desainer dari lebih dari 50 negara dan wilayah. Para peserta berkesempatan memenangkan berbagai penghargaan yang menghubungkan mereka dengan perusahaan-perusahaan fesyen terkemuka dunia untuk mempercepat transformasi menuju industri fesyen sirkular.

Redress

Redress (www.redress.com.hk) adalah organisasi nonpemerintah (NGO) lingkungan berbasis di Hong Kong yang berfokus pada Asia dan didirikan pada 2007. Organisasi ini mempercepat transformasi menuju industri fesyen sirkular dengan memberikan edukasi dan memberdayakan desainer serta konsumen untuk mengurangi dampak negatif pakaian terhadap lingkungan. Di tingkat lokal, Redress telah mengumpulkan 208 ton pakaian untuk diedarkan kembali dan memberikan edukasi kepada lebih dari 21.000 siswa dan guru di Hong Kong. Secara global, Redress telah memberikan edukasi secara langsung kepada lebih dari 36.500 desainer dan pengajar fesyen, menghasilkan 18 juta tayangan daring terhadap konten edukasi desain berkelanjutan, serta membangun jangkauan media sosial hingga 46 juta pengguna.

Cultural and Creative Industries Development Agency (CCIDA)

Cultural and Creative Industries Development Agency (CCIDA) (www.ccida.gov.hk), yang sebelumnya dikenal sebagai Create Hong Kong (CreateHK) sejak 2009, didirikan pada Juni 2024. CCIDA merupakan kantor khusus di bawah Culture, Sports and Tourism Bureau Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (Pemerintah HKSAR)



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top