• Home
  • RAPP
  • Perkuat Kompetensi Siswa SMK melalui Penyelarasan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Perkuat Kompetensi Siswa SMK melalui Penyelarasan Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:51
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

PANGKALAN KERINCI, RIAUGREEN.COM  - Relevansi materi pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja menjadi tantangan penting bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bersama empat SMK mitra menyelenggarakan kegiatan Penyelarasan Kurikulum di SMKN 1 Pangkalan Kerinci, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini diikuti kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, ketua program keahlian, serta guru kejuruan dari SMKN 1 Pangkalan Kerinci dan SMKN 1 Teluk Kuantan (program keahlian Teknik Alat Berat), SMK Muhammadiyah 1 Pekanbaru (Teknik Alat Berat), serta SMKN 1 Kerinci Kanan (Teknik Kendaraan Ringan). Melalui kegiatan tersebut, para pendidik memperoleh masukan mengenai kompetensi teknis dan nonteknis yang perlu diperkuat agar pembelajaran di sekolah semakin sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

Head of Community Development RAPP, Ferdinand Leohansen Simatupang, menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri penting untuk menjaga relevansi kompetensi lulusan SMK.

"Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi penting untuk memastikan kompetensi yang dibangun di sekolah tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan begitu, siswa memiliki pemahaman teknis yang lebih sesuai dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pekerjaan," ujarnya.

Menurut Ferdinand, lulusan SMK Teknik perlu memiliki keseimbangan antara kemampuan teknis sesuai bidang keahlian dan keterampilan pendukung, seperti pemahaman prosedur kerja, keselamatan kerja, komunikasi, kedisiplinan, kerja sama tim, serta kemampuan berpikir kritis.

"Penguatan kompetensi siswa perlu mencakup technical function dan non-technical function. Keduanya menjadi bekal agar lulusan tidak hanya memahami pekerjaan secara teknis, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional," tambahnya.

Selain penyelarasan materi, penguatan kapasitas guru juga menjadi bagian penting dalam proses ini. Guru berperan menerjemahkan kebutuhan industri ke dalam pembelajaran yang dapat dipahami dan dipraktikkan siswa.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke workshop SMKN 1 Pangkalan Kerinci yang dipandu Ketua Jurusan Teknik Otomotif, Ricky Aprialdi, S.Pd. Peserta berkesempatan melihat fasilitas praktik sekaligus berbagi pengalaman pengelolaan pendidikan kejuruan.

Selanjutnya, peserta melakukan gap analysis untuk menilai kesesuaian kurikulum sekolah dengan standar kompetensi industri. Hasil analisis tersebut menjadi dasar penyusunan Improvement Plan atau rencana perbaikan bagi masing-masing sekolah. Setiap sekolah kemudian mempresentasikan hasilnya untuk mendapatkan masukan dan menyepakati langkah tindak lanjut.

Kepala SMKN 1 Pangkalan Kerinci, H. Nasril, S.Pd., M.Pd., menyambut baik kegiatan tersebut dan berkomitmen menindaklanjuti hasil penyelarasan.

"Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai kompetensi yang dibutuhkan dunia industri. Kami akan menjadikan masukan tersebut sebagai bahan untuk memperkuat pembelajaran, khususnya pada aspek teknis dan praktik, sehingga siswa tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan," ujarnya.

Menurut Nasril, kegiatan ini membuka ruang bagi sekolah dan guru untuk melihat kebutuhan kompetensi dari perspektif industri, yang kemudian dapat diteruskan kepada siswa melalui pembelajaran di kelas maupun praktik di workshop.

Ia berharap kerja sama antara sekolah dan dunia industri dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan penguatan pendidikan vokasi. Semakin relevan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, semakin besar peluang siswa memiliki kompetensi yang sesuai saat lulus.

Penyelarasan kurikulum ini diharapkan tidak berhenti pada penyesuaian dokumen. Melalui rencana tindak lanjut yang telah disusun, hasil kegiatan diarahkan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran agar siswa memperoleh pemahaman dan pengalaman teknis yang semakin mendekati kebutuhan di lapangan.

Kolaborasi sekolah dan industri menjadi salah satu upaya memperkuat pendidikan vokasi, khususnya dalam menyiapkan siswa SMK Teknik agar memiliki kompetensi, pemahaman teknis, dan kesiapan kerja yang relevan.

📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top