JAKARTA, RIAUGREEN.COM - PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa
energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina,
bersinergi dengan Pertamina Patra Niaga terus mendorong pembangunan
Terminal Terpadu Palaran di Samarinda, Kalimantan Timur. Proyek
strategis tersebut kini memasuki milestone baru melalui Groundbreaking
Pemasangan Tiang Pancang Perdana yang dilaksanakan pada Rabu (26/8).
Dimulainya pekerjaan tiang pancang menandai berlanjutnya proyek ke fase
konstruksi sekaligus memperkuat peran Elnusa dalam menghadirkan solusi
EPC terintegrasi dari tahap engineering, procurement, konstruksi hingga
kesiapan operasional fasilitas, guna menjaga Ketahanan Energi Nasional,
khususnya dalam mendukung keandalan dan kelancaran distribusi energi di
Kalimantan Timur.
Direktur Operasi PT Elnusa Tbk, Andri Haribowo,
menyampaikan bahwa pemasangan tiang pancang perdana menjadi bagian
penting dari perjalanan pembangunan Terminal Terpadu Palaran.
"Pemasangan tiang pancang perdana menjadi milestone penting yang
menunjukkan pembangunan Terminal Terpadu Palaran terus bergerak sesuai
arah yang direncanakan. Kami memastikan setiap tahapan proyek dijalankan
melalui disiplin eksekusi yang kuat dengan tetap mengedepankan kualitas
dan keselamatan, sehingga infrastruktur ini nantinya dapat memberikan
manfaat optimal bagi keandalan rantai pasok energi nasional, khususnya
di Kalimantan Timur," ujar Andri.
Hingga 25 Agustus 2026,
pelaksanaan pembangunan Terminal Terpadu Palaran mencatat progres yang
melampaui rencana. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi pelaksanaan
pekerjaan yang dikawal melalui koordinasi dan pengendalian proyek
secara disiplin. Sebagai pimpinan konsorsium Engineering, Procurement,
and Construction (EPC), Elnusa mengorkestrasikan kapabilitas proyek
secara terintegrasi, mulai dari engineering dan process safety,
pengadaan material serta peralatan strategis, konstruksi multidisiplin,
hingga nantinya testing, commissioning, sertifikasi, dan pemeliharaan
fasilitas. Seluruh tahapan tersebut dikawal dengan memperhatikan aspek
waktu, biaya, lingkup pekerjaan, kualitas, serta tingkat pengembalian
sesuai prinsip OTOBOSOROR (On Time, On Budget, On Scope, On Return, and
On Regulation).
Sejalan dengan perkembangan pekerjaan, Elnusa
menempatkan standar tinggi pada aspek Health, Safety, Security, and
Environment (HSSE) sebagai fondasi utama dalam setiap tahapan
pelaksanaan proyek. Penguatan budaya keselamatan dilakukan melalui
keterlibatan aktif manajemen untuk melihat langsung kondisi operasional,
memastikan kesiapan peralatan dan personel, kelengkapan dokumen serta
sertifikasi, hingga efektivitas pengendalian risiko pada aktivitas
kritikal, termasuk pekerjaan pemasangan tiang pancang.
"Progres
yang lebih cepat dari rencana menjadi capaian positif, namun keselamatan
tetap menjadi prioritas utama. Tidak ada target jadwal maupun
pencapaian proyek yang lebih penting daripada memastikan setiap pekerja
menjalankan aktivitasnya dengan aman dan kembali ke rumah dengan
selamat. Karena itu, progres proyek harus selalu berjalan beriringan
dengan operational excellence dan disiplin HSSE," tambah Andri.
Terminal
Terpadu Palaran dirancang sebagai infrastruktur distribusi energi
terintegrasi yang mencakup pembangunan 12 tangki penyimpanan BBM dengan
total kapasitas 37.500 kiloliter, fasilitas jetty berkapasitas 7.500
DWT, sistem perpipaan terintegrasi, fasilitas truck loading, Terminal
Automation System (TAS), fasilitas HSSE, serta berbagai sarana penunjang
operasional lainnya. Ketika beroperasi, fasilitas ini diharapkan
meningkatkan keandalan dan efisiensi rantai pasok energi di Kalimantan
Timur, termasuk dalam mendukung kebutuhan energi kawasan penyangga Ibu
Kota Nusantara (IKN).
Rangkaian groundbreaking turut dilengkapi
dengan doa bersama dan santunan kepada anak yatim sebagai ungkapan
syukur serta harapan agar pembangunan Terminal Terpadu Palaran dapat
berlangsung aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Didukung infrastruktur logistik terintegrasi yang mencakup jaringan pipa
Balikpapan-Samarinda, jetty, dan fasilitas truck loading, proyek ini
diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat fleksibilitas dan
efisiensi rantai pasok energi regional. Bagi Elnusa, pengembangan
Terminal Terpadu Palaran menegaskan komitmen untuk terus menjaga
ketahanan energi nasional dan menghadirkan kapabilitas jasa energi
terintegrasi yang menghubungkan infrastruktur, teknologi, dan keunggulan
operasional sebagai bagian dari kontribusi dalam membangun infrastuktur
energi Indonesia yang semakin andal dan berkelanjutan.