• Home
  • Lingkungan
  • Terhitung Januari 2025, Ribuan Masyarakat Ring 1 Pelindo Dumai Terpapar ISPA

Terhitung Januari 2025, Ribuan Masyarakat Ring 1 Pelindo Dumai Terpapar ISPA

Rabu, 10 Desember 2025 | 18:32
Teddy Fadilah (kiri), aktivitas bongkar muat bungkil sawit di pelabuhan pelindo dumai
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Dinas Kesehatan Kota Dumai, membeberkan fakta mengejutkan peserta audensi antara Pemerintah Kota Dumai dengan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan. 

Pasalnya, Ribuan Masyarakat Ring 1 Pelindo Terpapar ISPA dan Fakta mengejutkan tersebut membuat semua aktivis Aliansi Rakyat Untuk Keadilan meradang. 

Terhitung Januari hingga menjelang ujung tahun 2025, ribuan masyarakat yang bermukim di kawasan Ring 1 PT Pelindo Regional Dumai terpapar penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Tuberculosis (TBC) dan Pneumonia atau infeksi serius pada paru-paru. 

Menurut data Dinas Kesehatan Kota Dumai, penderita ISPA setiap bulannya berkisar 400-an Orang, penderita TBC pada tahun 2024 berjumlah 170 orang meningkat menjadi 177 orang hingga November 2025 dan penderita Pneumonia mencapai 85 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan, Eka Viora Effendi didampingi Kepala Puskesmas Dumai Kota, dr Nia Arandita dan tim saat menyampaikan paparan di hadapan Wakil Walikota Dumai mengungkap data yang mencengangkan. Sejumlah aktivis lingkungan dari ARUK terlihat sampai geleng-geleng kepala. Termasuk Wakil Walikota, Sugiyarto yang tak menyangka angkanya sampai sebesar itu.

"Penyakit yang diakibatkan pencemaran lingkungan di kawasan Dumai Kota pasti ada setiap bulannya. Terhitung awal Januari 2025, berkisar 400-an kasus setiap bulannya. Puncaknya pada Oktober kemarin mencapai 1039 kasus ISPA," terang Eka Viora Effendi.

Selain penderita ISPA, disampaikan Eka Viora Effendi juga ada masyarakat yang terpapar TBC dan Pneumonia. Untuk TBC perlu diteliti apakah akibat debu atau lainnya.

"Sedangkan Pneumonia atau penyakit yang menyerang paru-paru hingga Oktober 2025 tercatat sebanyak 30 penderita di Dumai Kota, 35 penderita di Sukajadi, 4 penderita di Laksamana dan 16 penderita di Rimba Sekampung," papar Eka Viora Effendi.

Mendengar pemaparan tersebut, Direktur Lembaga Penggiat Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LP2HP), Fatahudin SH tak mampu menyembunyikan amarahnya.

"Dari data yang ada, pembuktian apalagi yang diminta Pelindo terkait dugaan pencemaran lingkungan yang mereka lakukan. Ribuan warga terpapar ISPA maupun TBC dan penyakit Pneumonia yang menyerang paru-paru, ini sangat luar biasa," tegas Fatahudin, SH, Rabu (10/12/25).

Fatahudin mendesak pemerintah daerah agar memfasilitasi uji labor terkait pencemaran lingkungan yang terjadi dan mengancam kesehatan maupun keselamatan warga.

"Kita sudah suarakan hal ini sejak awal. Ada peningkatan penyakit ISPA, TBC dan lainnya yang dialami warga di Ring 1 Pelindo Dumai. Dampak pencemaran lingkungan sangat bahaya, tapi kita tidak sadar. Kami minta Pemko lakukan uji labor untuk tanah, air dan udara di Kota Dumai," tegas Fatahudin. 

Sementara, Teddy Fadilah Branch Manager PT Sub Holding Pelindo Multi Terminal, salah satu unit usaha PT Pelindo yang bergerak di bidang bongkar muat curah, baik pupuk, bungkil sawit maupun jenis chemical jenis cair maupun bubuk lainnya, meminta waktu untuk menjawabnya, karna pihaknya akan berkordinasi terlwbih dahulu dengan pihak Dinas Kesehatan .

"Kasi saya waktu menjawabnya, dan saya akan kordinasi dengan pihak dinas," ungkap Teddy Fadilah. (54f)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top