• Home
  • Lingkungan
  • Aktivis Lingkungan Desak PT Subholding Pelindo Multi Terminal Bertanggung Jawab

Aktivis Lingkungan Desak PT Subholding Pelindo Multi Terminal Bertanggung Jawab

Kamis, 26 Februari 2026 | 19:29
Darwis Mohamad Saleh (Kiri), Tedy Fadilah (Kanan)
DUMAI, RIAUGREEN.COM - Aksi masyarakat meminta PT Subholding Pelindo Multi Terminal menghentikan operational pembongkaran ampas dan bungkil sawit yang berterbangan hingga masuk ke pemukiman dan rumah warga, mendapat dukungan dari aktivis lingkungan hidup kota Dumai.

Apalagi, debu ampas dan bungkil sawit sudah terbukti menganggu pernafasan warga sekitar pelabuhan. Karena tidak tahan dengan debu ampas dan bungkul sawit warga langsung mendatangi kantor pelindo minta kegiatan bongkar muat PT Subholding Multi Terminal. Dan ada yang meluahkan rasa kesal dan kecewa dengan memposting di laman facebooknya.

"Saya menilai, PT SPMT telah mengabaikan kesehatan warga. Karena setiap bongkar muat ampas sawit di pelabuhan masyarakat yang terkena dampak debunya. Sepertinya ada yang salah dengan SOP-nya ," ungkap Darwis Mohamad Saleh, Ketua Pecinta Alam Bahari Kota Dumai, Kamis (26/2/2025).

Menurut Darwis Mohamad Saleh, sebelum PT Subholding Pelindo Multi Terminal ada, udara di sekitar pelabuhan sudah menunjukan adanya pencemaran, dengan masuknya PT SPMT sebagai operator bongkar muat di Pelabuhan Dumai, udara sekitar terdeteksi rawan bahkan semakin parah tingkat pencemarannya.

"Masyarakat merasakan nafas sesak akibat debu ampas maupun bungkil sawit saat bongkar muat terjadi. PT SPMT harus bertanggung jawab," tegas Darwis

Kaminuddin, tokoh masyarakat Kota Dumai mengaku kecewa dan marah, ungkapkan itu ditungkan melalui laman Facebooknya @kaminudin Dumai, mendesak pimpinan Pelindo agar mengatasi debu ampas sawit yang berterbangan hingga membuat sesak nafas.

"Jika pelindo tidak bisa mengatasi ampas debu sawit yang membuat sesak nafas, dirinya punya cara sendiri mengatasinya," ungkap Kaminuddin di laman komentarnya.

Sebelumnya, Rizal, (55) salah seorang tokoh pemuda jalan Kamboja Dumai, Senin (23/02) mendatangi kantor Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai, didampingi RT 014 Denew Indra SE mendesak agar proses bongkar muat dihentikan. Karena proses loading ampas maupun bungkil sawit di pelabuhan Dumai merugikan masyarakat.

"Banyak rumah yang terdampak akibat proses bongkar muat. Teras dan halaman saya setiap pagi di penuhi debu sawit," terang Rizal kesal.

Senada dengan itu, wakil ketua forum RT se kota Dumai, yang juga ketua Panitia Ramadhan Masjid Istiqlal Denew Indra SE, menjelaskan kedatangannya bersama tokoh pemuda kamboja, bahwa proses bongkar muat ampas maupun bungkil sawit menyebabkan masyarakat merasakan dampaknya debu bungkil sawit.

"Sudah dua hari, bau menyengat dan debu berterbangan sampai ke halaman Masjid Istiqlal," ungkap Denew Indra

Sementara, Manager PT Sub Holding Pelindo Multi Terminal, Tedy Fadilah saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya belum mengangkat telepon meski nada deringnya aktif. (54f)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top