DUMAI, RIAUGREEN.COM - Debu ampas dan bungkil sawit bakal menjadi momok bulanan bagi sebagian warga Kota Dumai, terutama warga di yang berdomisili sepanjang pelabuhan Dumai.
Sepertinya, serangan debu ampas dan bungkil sawit bakal menjadi bencana bulanan selama perusahaan bongkar muat tidak mengindahkan keluhan dan enggan mencari solusi untuk mengatasi debu ampas yang berterbangan sampai ke pemukiman warga.
Rizal warga jalan Kamboja Dumai mengaku tidak tahan dengan kondisi debu ampas dari pelabuhan Dumai, yang setiap waktu memenuhi halaman dan teras rumahnya, apalagi saat angin kencang mengarah ke darat.
"Jika aktifitas bongkar muat di pelabuhan dimulai, setiap hari kami wajib membersihkan debu ampas yang lengket di halaman maupun teras rumah," ungkapnya Sabtu(28/02).
Menurut Rizal, baru beberapa hari lalu, dirinya mendatangi kantor pelindo Dumai meminta agar pimpinan tertinggi di perusahaan tersebut mencari solusi agar debu ampas maupun bungkil sawit tidak lagi berterbangan dan masuk ke rumah warga.
"Karena sudah tak tahan menghirup debu, Hari ini Sabtu (28/02) saya kembali mendatangi kantor pelindo, karena debu ampas berserakan di halaman dan teras rumah. Namun tidak satu pun bisa dijumpai," keluh Rizal.
Pada hari pertama dirinya mendatangi kantor pelindo Rizal meminta agar aktifitas bongkar muat dihentikan, kini dirinya terpaksa kembali datang karena tidak tahan dengan bau menyengat dan debu ampas berserakan di halaman rumah.
"Sudah lah baunya bikin sesak nafas, kotoran debu membuat kotor halaman dan teras rumah. Saya harus keluarkan tenaga extra untuk membersihkan," jelas Rizal.
Keluhan yang sama juga diutarakan Kaminudin di halamn facebooknya menyebutkan agar petinggi pelindo mengatasi debu ampas yang membuat sesak nafas. Jika tidak bisa mengatasi, dirinya punya cara mengatasinya.
Ketua Forum Komunikasi Anak Dumai Said Makmur, juga mengeluhkan hal yang sama, halaman dan teras rumahnya dipenuhi debu ampas sawit.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada instansi terkait untuk mencari solusi agar debu ampas sawit tidak lagi menyusahkan masyarakat.
"Bayangkan halaman dan teras rumah saya berdebu dan tiga kali seminggu wajib di pel dengan sabun. Apalagi debunya membuat sesak nafas," harap Said Makmur sembari melihatkan foto dan video halaman dan teras rumahnya yang berdebu.
Lurah Dumai Kota, Indrawan saat di konfirmas ikut menyesali peristiwa debu ampas sawit yang masuk ke pemukiman warga.
Menurutnya, keluhan warga Dumai Kota baik yang disampaikan melalui media maupun secara langsung, mengharapkan ada solusi mengatasi debu ampas yang tiap kali bongkar berdampak terhadap masyarakat.
"Saya sudah sampaikan keluhan warga kepada pelindo agar segera di cari solusinya. Dan saya juga mengusulkan agar warga terdampak dapat kompensasi," ungkap Indrawan.
Manager PT Sub Holding Pelindo Multi Terminal, Tedi Fadilah, belum memberikan keterangan resmi terkait debu ampas aktifitas perusahaannya yang membuat warga sesak nafas.
Tedy Fadilah saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya belum mengangkat telepon meski nada deringnya aktif. (54f)