DUMAI, RIAUGREEN.COM - Aktifitas bongkar muat ampas dan bungkil sawit di pelabuhan Dumai, berdampak terhadap masyarakat sekitar.
Debu ampas limbah sawit berterbangan membuat sesak nafas dan membuat kotor halaman dan teras warga bahkan ada yang masuk ke dalam rumah.
Kondisi ini, membuat warga sekitar pelabuhan marah dan kecewa dengan sikap PT Subholding Pelindo Multi Terminal yang dinilai abai dan tak peduli dengan kesehatan masyarakat.
Bahkan terkesan hanya memikirkan kepentingan bisnis untuk meraih untung sebesar besarnya.
Kaminuddin, tokoh masyarakat Kota Dumai yang berdomisili di jalan teratai kecamatan Dumai Kota mengungkapkan rasa kecewanya atas ketidak pedulian pihak perusahaan atas dampak bongkar muat di pelabuhan Dumai.
Sikap kecewa dan marah Kaminuddin diungkapkan melalui laman Facebooknya @kaminudin Dumai, mendesak pimpinan Pelindo agar mengatasi debu ampas sawit yang berterbangan hingga membuat sesak nafas.
"Jika pelindo tidak bisa mengatasi ampas debu sawit yang membuat sesak nafas, dirinya punya cara sendiri mengatasinya," ungkap Kaminuddin di laman komentarnya .
Sebelumnya, Rizal, (55) salah seorang tokoh pemuda jalan Kamboja Dumai, Senin (23/02) mendatangi kantor Pelabuhan Indonesia I Cabang Dumai, didampingi RT 014 Denew Indra SE mendesak agar proses bongkar muat dihentikan. Karena proses loading ampas maupun bungkil sawit di pelabuhan Dumai merugikan masyarakat.
"Banyak rumah yang terdampak akibat proses bongkar muat. Teras dan halaman saya setiap pagi di penuhi debu sawit," terang Rizal kesal.
Senada dengan itu, wakil ketua forum RT se kota Dumai, yang juga ketua Panitia Ramadhan Masjid Istiqlal Denew Indra SE, menjelaskan kedatangannya bersama tokoh pemuda kamboja, bahwa proses bongkar muat ampas maupun bungkil sawit menyebabkan masyarakat merasakan dampaknya debu bungkil sawit.
"Sudah dua hari, bau menyengat dan debu berterbangan sampai ke halaman Masjid Istiqlal," ungkap Denew Indra
Sementara, Manager PT Sub Holding Pelindo Multi Terminal, Tedy Fadilah saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya belum mengangkat telepon meski nada deringnya aktif. (54f)