• Home
  • Dumai
  • Dugaan Keracunan MBG di Dumai Bikin Heboh, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Dugaan Keracunan MBG di Dumai Bikin Heboh, Puluhan Siswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:02
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

DUMAI, RIAUGREEN.COM - Yayasan Mahuddun Untuk Negeri selaku mitra penyelenggara Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 13 dan SDN 15 Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, menyampaikan permintaan maaf atas dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa usai menyantap makanan yang dibagikan pada Kamis (13/8/2026). Pihaknya belum dapat memastikan penyebab kejadian tersebut karena masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

Koordinator Legal dan Humas Yayasan Mahuddun Untuk Negeri, Yonfen Hendri, SH, menjelaskan pihaknya hingga kini belum dapat dipastikan makanan yang disajikan menjadi penyebab keracunan, karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

"Pertama, kami meminta maaf atas musibah ini. Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan," jelas Yonfen Hendri saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Lebih lanjut, terang Yonfen Hendri, sembari menunggu hasil laboratorium keluar, pihaknya akan melakukan koordinasi dan pengumpulan data secara internal.

"Kita akan koordinasi dengan penanggung jawab dapurnya dan internal Yayasan sehingga diharapkan  nanti diketahui secara menyeluruh faktor penyebabnya. Jika hasil laborotorium keluar dan data yang diperoleh cukup, kita akan jelaskan sejelas-jelasnya ke publik," ujar Yonfen Hendri.

Disisi lain, kasus dugaan keracunan akibat program MBG kembali terjadi di Kota Dumai. Kali ini, dikabarkan sejumlah 40 siswa SDN 13 dan SDN 15 Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, sedang menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Suhatman, MARS.

Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para murid dan guru tersebut masih perlu menunggu hasil pemeriksaan medis serta investigasi terhadap makanan yang dikonsumsi. Karena itu, kejadian ini untuk sementara disebut sebagai dugaan keracunan makanan dan belum dapat disimpulkan sebagai keracunan akibat MBG sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi. Perkembangan kondisi para korban serta hasil pemeriksaan dari pihak rumah sakit dan instansi terkait masih menunggu informasi resmi lebih lanjut.

Terpisah,Kepala Dinas Pendidikan Kota Dumai, Mukhlis Suzantri, S.Hut.T,M.T., saat diminta tanggapannya menjelaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan dugaan keracunan makanan di SDN 13 dan SDN 15 berasal dari MBG. Namun untuk memastikan itu, pihaknya sudah mengambil sampel makanan dari MBG itu.

"Sampel makanan dari program MBG itu sudah diambil Dinas Kesehatan Kota Dumai dan dibawa ke laboratorium Pekanbaru. Kita menunggu hasilnya. Namun yang jelas, Kami dari Dinas Pendidikan secepat mungkin menangani ataupun membantu Kepala Sekolah atau guru-guru untuk memastikan anak-anak yang terkena keracunan ini ke rumah sakit," jelas Mukhlis Suzantri. (do/prc)


📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top