• Home
  • Bisnis
  • Alibaba Hadirkan Teknologi Cloud dan AI dalam Penyelenggaraan Olimpiade Remaja Pertama di Afrika

Alibaba Hadirkan Teknologi Cloud dan AI dalam Penyelenggaraan Olimpiade Remaja Pertama di Afrika

Selasa, 03 November 2026 | 00:02
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

- Infrastruktur cloud khusus mendukung operasional Dakar 2026 dan akan difungsikan sebagai platform cloud nasional Senegal setelah ajang tersebut berakhir.

- Teknologi AI menghadirkan semangat Teranga yang menjadi ciri khas Senegal dalam Upacara Pembukaan.

DAKAR, SENEGAL - Media OutReach Newswire - 2 November 2026 - Dalam sebuah pencapaian bersejarah bagi dunia olahraga Afrika, Alibaba Group, bekerja sama dengan Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) dan Komite Penyelenggara Dakar 2026, akan mendukung penyelenggaraan Olimpiade Remaja Musim Panas Dakar 2026 (Dakar 2026) melalui teknologi cloud dan kecerdasan buatan (AI). Sebagai Mitra TOP Olimpiade Global (Worldwide Olympic TOP Partner), Alibaba akan mengoptimalkan operasional dan meningkatkan keterlibatan penonton selama penyelenggaraan Dakar 2026, sekaligus menghadirkan warisan digital jangka panjang bagi Senegal.

Kirsty Coventry, Presiden Komite Olimpiade Internasional, mengatakan, "Olimpiade Remaja Dakar 2026 merupakan ajang Olimpiade pertama yang diselenggarakan di tanah Afrika. Saya sangat senang bahwa mitra Olimpiade global kami, Alibaba, turut membantu mewujudkan momen bersejarah ini. Melalui teknologi cloud dan AI, Alibaba membantu memastikan penyelenggaraan pesta olahraga ini berjalan lebih lancar sekaligus mendekatkan para penggemar di seluruh dunia dengan berbagai aksi pertandingan."

Mamadou Diagna Ndiaye, Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Remaja Dakar 2026 (Youth Olympic Games Organizing Committee/YOGOC), mengatakan, "Kami ingin Dakar 2026 menjadi ajang yang ambisius, ramah, dan benar-benar mencerminkan identitas Senegal. Teknologi yang tepat akan membantu kami menyelenggarakan pertandingan dengan lancar serta memberikan pengalaman yang saling terhubung bagi para atlet muda, pengunjung, dan penonton sejak mereka tiba. Selain itu, penyelenggaraan ini juga akan meninggalkan kemampuan digital yang lebih kuat untuk mendukung berbagai acara dan layanan publik di masa mendatang."

Toby Xu, Chief Financial Officer Alibaba Group, mengatakan, "Olahraga kini telah menjadi pengalaman yang sepenuhnya terdigitalisasi, dan penonton mengharapkan lebih banyak cara untuk mengikuti serta berinteraksi dengan berbagai aksi pertandingan. Kemampuan cloud dan AI membantu industri olahraga menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan layanan yang lebih mudah dikembangkan dan disesuaikan. Selama hampir satu dekade menjadi Mitra Olimpiade Global, Alibaba secara konsisten turut mendorong kemajuan Gerakan Olimpiade melalui inovasi teknologi, mulai dari digitalisasi hingga penerapan kecerdasan. Untuk Dakar 2026, kami menantikan bagaimana teknologi ini akan terus membentuk masa depan Gerakan Olimpiade dan berbagai sektor lainnya."

Infrastruktur Digital Siap Masa Depan untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional

Komite Penyelenggara Dakar 2026 akan menerapkan sistem private cloud yang dibangun menggunakan Apsara Stack dari Alibaba Cloud untuk mendukung operasional digital selama penyelenggaraan ajang tersebut. Berfungsi sebagai tulang punggung digital acara, platform cloud yang aman dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan ini akan menjadi tempat bagi berbagai aplikasi dan layanan, termasuk sistem penjualan tiket serta pemrosesan visa elektronik (e-visa).

Dengan memanfaatkan infrastruktur cloud khusus tersebut, sistem penjualan tiket yang dikembangkan oleh Alibaba Cloud akan menangani penjualan tiket secara daring serta pengendalian akses di lokasi untuk lebih dari satu juta tiket yang tersebar di tujuh venue pertandingan dan lokasi Festival Resmi. Infrastruktur yang memiliki kapasitas sangat fleksibel ini akan memastikan sistem tetap berjalan lancar selama periode penjualan dengan permintaan tinggi maupun saat puncak kedatangan penonton.

Setelah penyelenggaraan pertandingan berakhir, infrastruktur private cloud tersebut akan diserahkan kepada Senegal untuk difungsikan sebagai platform cloud nasional. Infrastruktur ini diharapkan dapat mendukung transformasi digital jangka panjang negara tersebut sekaligus meninggalkan warisan teknologi yang berkelanjutan.

Setelah ajang tersebut selesai, perusahaan dan pengembang di Senegal dapat memanfaatkan kapabilitas teknologi Alibaba secara menyeluruh untuk mendorong inovasi AI melalui platform cloud tersebut serta model open-weight Qwen milik Alibaba. Sebagai salah satu keluarga model AI terpopuler di dunia, Qwen memiliki 460 model open-weight dengan lebih dari 3 miliar unduhan secara global. Teknologi ini mendukung lebih dari 200 bahasa di seluruh dunia, mencakup berbagai kelompok bahasa, mulai dari bahasa-bahasa rumpun Niger-Kongo seperti Wolof dan Kongo hingga bahasa rumpun Indo-Eropa seperti Prancis dan Italia.

Memadukan Budaya dan AI dalam Dakar 2026

Dalam Upacara Pembukaan Dakar 2026, Komite Penyelenggara memperkenalkan sebuah pertunjukan perayaan tabuhan drum berbasis AI yang dibuat menggunakan model pembuatan video WAN milik Alibaba. Mengangkat irama khas drum Afrika yang ikonis sebagai tema utama, video berdurasi satu menit tersebut menampilkan 100 peserta dari Dakar 2026 Learning Academy yang mewakili generasi muda dari berbagai wilayah Afrika dan dunia. Mereka merupakan representasi dari warisan kemanusiaan yang ingin diwujudkan melalui ajang ini dan ditampilkan secara virtual sedang memainkan drum bersama-sama.

Pengalaman tersebut akan terus dihadirkan sepanjang penyelenggaraan pertandingan bagi para atlet, penonton, media, dan masyarakat setempat. Dengan mengusung semangat Teranga, konsep keramahan dalam budaya masyarakat Wolof di Senegal, Alibaba memanfaatkan teknologi untuk mendorong keterbukaan, rasa saling menghormati, dan kolaborasi kreatif di kota tuan rumah. Di lokasi Festival Resmi, pengunjung dapat mendatangi sebuah kios yang disediakan Alibaba untuk membuat video pendek diri mereka sendiri seolah-olah sedang memainkan alat musik drum tradisional Senegal, Sabar. Selain itu, sebuah agen AI yang didukung teknologi kecerdasan buatan berbasis cloud milik Alibaba juga akan menjawab berbagai pertanyaan seputar Dakar 2026 dan sejarah Olimpiade Remaja.

Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Muda

Selain menyediakan infrastruktur teknologi, Alibaba juga bekerja sama dengan Komite Penyelenggara Dakar 2026 untuk menjalankan berbagai inisiatif pengembangan generasi muda setempat seiring berlangsungnya ajang olahraga tersebut. Alibaba Philanthropy telah memperluas program Panda Pack Project ke Senegal dengan menyediakan paket perlengkapan olahraga bagi program pemberdayaan Jeunesse en Jeux. Inisiatif yang menargetkan lebih dari 350.000 anak di 850 sekolah ini bertujuan memperkuat warisan jangka panjang Dakar 2026 dengan mendorong akses yang lebih luas terhadap kegiatan olahraga di komunitas setempat.

Selain itu, Alibaba Cloud Tech Academy menyediakan pelatihan komputasi cloud secara daring dan gratis bagi generasi muda Senegal berusia di bawah 35 tahun. Program ini telah menarik lebih dari 10.000 pendaftar.

Olimpiade Remaja Musim Panas Dakar 2026 berlangsung di Senegal pada 31 Oktober hingga 13 November 2026, dengan lokasi penyelenggaraan tersebar di Dakar, Diamniadio, dan Saly. Ajang ini mempertemukan 2.700 atlet berusia 17 tahun ke bawah untuk berkompetisi dalam 35 cabang olahraga.

Kontribusi Alibaba dalam penyelenggaraan Dakar 2026 melanjutkan rekam jejak perusahaan tersebut sebagai Mitra Olimpiade Global dalam berbagai ajang sebelumnya, yaitu Tokyo 2020, Beijing 2022, Paris 2024, serta Milano Cortina 2026. Pengalaman tersebut akan mendukung kelancaran penyelenggaraan acara sekaligus menciptakan nilai digital yang bermakna dan berkelanjutan bagi Senegal.


Tentang Alibaba Group

Alibaba Group merupakan perusahaan teknologi global yang berfokus pada AI + Cloud serta perdagangan. Perusahaan ini memberdayakan konsumen dan pelaku usaha melalui kapabilitas serta layanan AI yang terintegrasi secara menyeluruh, mulai dari aplikasi hingga infrastruktur komputasi. Teknologi AI Alibaba yang dikembangkan berdasarkan keluarga model bahasa besar dan multimodal Qwen menjadi fondasi kecerdasan di balik berbagai layanannya, baik untuk solusi perusahaan maupun platform konsumen. Sementara itu, bisnis perdagangan Alibaba mengutamakan konsumen dengan menyediakan teknologi dan jangkauan pemasaran yang membantu para pedagang, merek, peritel, serta pelaku usaha kecil dalam menjangkau pelanggan dan menjalankan operasional secara lebih efisien.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top