DUMAI, RIAUGREEN.COM - Dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi,Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai bersama Puskesmas Sungai Sembilan menggelar Focus Group Discussion (FGD), Analisis Angka Kematian Ibu (AKI), Kematian Perinatal dan Ibu Hamil Risiko Tinggi (RISTI) di Aula Kantor Camat Sungai Sembilan, Rabu (01/10/2026).
Kegiatan di buka langsung oleh Sekretaris Kecamatan Sungai Sembilan, M. Dino lubis, hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Dumai, Suryani, Kepala Puskesmas Sungai Sembilan, dr. Joni Miller, Lurah dan sekretaris Lurah se-Kecamatan Sungai Sembilan, Lintas Program Puskesmas, Bidan Kelurahan, serta Perwakilan Praktik Mandiri Dokter dan Praktik Mandiri Bidan.
Kepala Dinkes Kota Dumai, dr Syaiful M.K.M., melalui Kabid Kesehatan Masyarakat, Suryani menyampaikan bahwa analisis kematian ibu dan Perinatal merupakan langkah penting untuk mengetahui penyebab secara medis dan non medis, sehingga dapat di lakukan intervensi yang tepat dan cepat.
Dengan FGD, papar Suryani, diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Suryani menegaskan, pencegahan angka kematian ibu dan bayi merupakan pekerjaan lintas sektor yang membutuhkan konsistensi jangka panjang. Karena itu, koordinasi antar fasilitas layanan kesehatan dinilai penting agar setiap unit dapat menjalankan fungsinya secara maksimal.
Hal itu juga, imbuh Suryani, mesti didukung dengan fasilitas kesehatan yang memperkuat edukasi kepada ibu dan keluarga mengenai kondisi kehamilan dan perawatan bayi.
"Posyandu, puskesmas, kader kesehatan dan bidan harus memberikan pemahaman tentang kondisi ibu dan bayi, baik kepada ibu maupun keluarganya, agar semua pihak mengetahui kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjaga kesehatan keduanya," kata Suryani.
Sementara itu,Kepala Puskesmas Sungai Sembilan, dr. Joni Miller dalam paparan nya menyampaikan bahwa FGD ini bertujuan untuk memetakan kasus, mengevaluasi alur deteksi dan rujukan bumil RISTI, serta memperkuat peran kader dan bidan kelurahan sebagai garda terdepan.
"Kami berharap melalui FGD ini, tim semakin solid lagi dalam kegiatan penurunan AKI dan AKB. Tidak boleh ada lagi keterlambatan dalam 3 hal: terlambat mengenali bahaya, terlambat mengambil keputusan di rujuk dan terlambat mendapat pelayanan "ujar dr. Joni Miller.
Ada pun hasil kesepakatan dalam FGD tersebut antara lain :
1. Penguatan data dan pemantauan intensif ibu hamil risiko tinggi oleh bidan kelurahan dan kader
2. Mempercepat sistem rujukan terintegrasi antara praktik mandiri, puskesmas dan rumah sakit
3. Meningkatkan edukasi kepada keluarga tentang tanda bahaya kehamilan.
4. Komitmen lurah untuk mendukung mobilisasi dan fasilitasi bumil RISTI di wilayah nya.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut bersama lintas sektor. (inf)
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.