Diperkenalkan dalam ajang Hong Kong FinTech Week, KY-AI™ menghadirkan pendekatan terstruktur dalam pengawasan kecerdasan buatan (AI), yang selaras dengan prinsip akuntabilitas, ketahanan operasional, dan kepercayaan sebagaimana tertuang dalam Kerangka Kerja ART yang ditetapkan oleh Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA).
HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 2 November 2026 - iCOMPASS, pengembang ULTRA™, sebuah sistem operasi kepatuhan berbasis kecerdasan buatan (AI), hari ini memperkenalkan KY-AI™ (Know Your Artificial Intelligence) ke pasar Hong Kong dalam ajang Hong Kong FinTech Week 2026. Pengumuman ini dilakukan menyusul peluncuran Kerangka Kerja ART (ART Framework) oleh Otoritas Moneter Hong Kong (Hong Kong Monetary Authority/HKMA) pada 15 Oktober lalu, yang semakin menyoroti pentingnya bagi perbankan untuk membangun akuntabilitas, ketahanan operasional, dan kepercayaan seiring dengan semakin otonomnya kemampuan kecerdasan buatan.
Lembaga keuangan kini mulai beralih dari sekadar melakukan eksperimen AI menuju pemanfaatan berbagai perangkat yang mampu menganalisis data sensitif, memberikan rekomendasi keputusan, serta semakin banyak menjalankan tindakan melalui sistem-sistem yang saling terhubung. Namun, masih terdapat pertanyaan mendasar terkait tata kelola: apakah suatu lembaga mampu mengidentifikasi di mana AI digunakan, apa saja yang diizinkan untuk dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, serta apakah perilaku AI tersebut tetap dapat diterima dari waktu ke waktu?
KY-AI™ mengubah berbagai pertanyaan tersebut menjadi proses tata kelola berkelanjutan yang berbasis bukti. Dikembangkan berdasarkan siklus Know-Approve-Test-Watch (Kenali-Setujui-Uji-Pantau), solusi ini memungkinkan lembaga keuangan mengidentifikasi dan memahami sistem AI yang mereka gunakan, termasuk perangkat dari pihak ketiga, menilai risiko dan potensi dampaknya, menetapkan kepemilikan serta tanggung jawab yang jelas, sekaligus memastikan adanya persetujuan yang sesuai dan pemantauan secara berkelanjutan.
Seiring dengan perkembangan sistem AI, KY-AI™ memungkinkan lembaga keuangan melacak perubahan signifikan, mendeteksi risiko yang mulai muncul, serta melakukan intervensi apabila diperlukan. Dengan demikian, pengawasan AI bertransformasi dari proses penilaian satu kali menjadi proses tata kelola berkelanjutan yang berbasis bukti, sehingga memperkuat akuntabilitas dan membangun kepercayaan jangka panjang terhadap hasil yang dihasilkan oleh AI.
"Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah suatu lembaga keuangan menggunakan AI, melainkan apakah pihak manajemen benar-benar memahami fungsi setiap sistem AI, risiko yang terlibat, siapa yang bertanggung jawab, serta kapan intervensi perlu dilakukan," ujar Raymond Moh, CEO iCOMPASS.
"Melalui KY-AI™, kami menerapkan prinsip kedisiplinan yang sama seperti dalam mengenal nasabah (Know Your Customer) untuk memahami kecerdasan buatan yang digunakan oleh suatu lembaga. Dengan menjadikan pengawasan AI sebagai proses berkelanjutan yang terdokumentasi, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan satu kali, kami membantu lembaga keuangan membangun keyakinan dan kepercayaan yang lebih besar terhadap cara AI digunakan serta hasil yang dihasilkannya."
Peluncuran ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari solusi ULTRA KYC™ 6-in-1 milik iCOMPASS, yang mengintegrasikan proses penerimaan nasabah (onboarding) dan verifikasi identitas, penyaringan (screening), uji tuntas nasabah (customer due diligence), penilaian risiko, pemantauan berkelanjutan, serta manajemen perubahan ke dalam satu alur kerja AML/KYC yang saling terhubung dan didukung dokumentasi bukti. Setelah sebelumnya berfokus pada upaya memastikan bahwa setiap keputusan terkait risiko nasabah dapat ditelusuri, kini iCOMPASS memperluas pendekatan yang sama, yaitu menekankan kejelasan tanggung jawab, dokumentasi keputusan, dan pemantauan sepanjang siklus hidup sistem untuk diterapkan dalam tata kelola AI.
Bersamaan dengan peluncuran KY-AI™, iCOMPASS menjalin kolaborasi dengan Cambridge Advisers Hong Kong melalui Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) untuk menyediakan pelatihan kepatuhan digital melalui UltraLearn™. Cambridge Advisers Hong Kong menyediakan materi pelatihan terkait regulasi, sementara iCOMPASS menghadirkan platform pembelajaran berbasis AI yang mencakup pencatatan pelatihan, penilaian, pengingat, serta pelacakan CPT (Continuing Professional Training atau Pelatihan Profesional Berkelanjutan). Program pelatihan ini mencakup berbagai bidang, termasuk anti pencucian uang (AML), keamanan siber, perlindungan data, dan kode etik profesional.
iCOMPASS saat ini melayani lebih dari 100 lembaga keuangan di berbagai negara di kawasan regional. Perusahaan ini juga telah memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 serta pengakuan kepatuhan SOC 2 Tipe II yang mencakup kelima kriteria Layanan Kepercayaan (Trust Services Criteria).
Temui iCOMPASS dalam ajang Hong Kong FinTech Week 2026, pada 2-3 November, di Hall 5BC, Hong Kong Convention and Exhibition Centre.
https://www.icompass.ai/
https://www.linkedin.com/company/i-compass/
Tentang iCOMPASS Limited
iCOMPASS Limited merupakan perusahaan RegTech (teknologi regulasi) peraih berbagai penghargaan yang mentransformasi cara lembaga keuangan mengelola kepatuhan terhadap regulasi melalui pemanfaatan kecerdasan buatan. Dengan sertifikasi ISO/IEC 27001 dan pengakuan kepatuhan SOC 2 Tipe II, iCOMPASS memadukan inovasi teknologi dengan standar keamanan yang ketat untuk menghadirkan solusi kepatuhan yang cerdas, aman, dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.
Inti dari inovasi perusahaan ini adalah ULTRA™, sebuah sistem operasi kepatuhan berbasis kecerdasan buatan yang mengintegrasikan intelijen regulasi, tata kelola kebijakan, manajemen siklus AML/KYC 6-in-1 secara menyeluruh, pelatihan kepatuhan, serta manajemen risiko AI. Dengan menghubungkan berbagai proses yang sebelumnya berjalan secara terpisah ke dalam satu platform terpadu dan cerdas, ULTRA™ membantu lembaga mengurangi pekerjaan manual, memperkuat akuntabilitas, serta mengubah kewajiban regulasi menjadi hasil kepatuhan yang dapat dibuktikan dan diukur.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.