BANGKOK, THAILAND ? Media OutReach Newswire ? 30 Juli 2026 ? Asosiasi Produsen Semen Thailand (Thai Cement Manufacturers Association / TCMA) telah memperluas kemitraannya dengan badan pembangunan Jerman, Deutsche Gesellschaft f?r Internationale Zusammenarbeit (GIZ), untuk mempercepat adopsi teknologi rendah karbon di industri semen Thailand. Inisiatif ini, yang disoroti dalam Konferensi Teknis TCMA x GIZ 2026, mencerminkan pergeseran dari komitmen kebijakan menuju implementasi, di bawah tema: ?#MadeInGermany: Dekarbonisasi Semen dalam Praktik ? Wawasan untuk Thailand?. Kolaborasi ini bertujuan untuk mentransfer teknologi dan keahlian yang teruji dari negara-negara maju guna mendukung transisi Thailand menuju emisi Nol Bersih (Net Zero) pada tahun 2050.
Industri Beralih dari Rencana ke Tindakan
Bapak Nopadol Ramyarupa, Wakil Ketua TCMA mengatakan bahwa industri ini telah melangkah melampaui janji-janji dan kini berfokus pada eksekusi. Perusahaan-perusahaan anggota TCMA sedang memajukan Peta Jalan Semen dan Beton Nol Bersih Thailand 2050 melalui: perluasan semen rendah karbon, peningkatan efisiensi energi, peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif (alternative fuels and raw materials / AFR), serta ketergantungan yang lebih besar pada energi terbarukan.
TCMA juga terlibat dalam kota rendah karbon Saraburi Sandbox, sebuah proyek percontohan yang dikembangkan bersama GIZ di bawah Kerjasama Thailand-Jerman dalam Bidang Energi, Mobilitas, dan Iklim (Thai-German Cooperation on Energy, Mobility and Climate / TGC EMC).
?TCMA kini memiliki kemajuan yang nyata dan arah yang jelas. Tantangannya adalah memperluas skala sambil mempertahankan daya saing,? kata Bapak Nopadol.
Jerman Mendukung Dekarbonisasi Industri
Ibu Ebba Schall, Charg? d?Affaires di Kedutaan Besar Jerman di Thailand mengatakan bahwa Jerman memprioritaskan pengurangan emisi pada sektor-sektor yang sulit diturunkan emisinya (hard-to-abate) seperti semen melalui inovasi dan kerja sama internasional.
?#MadeInGermany mencerminkan standar inovasi, kualitas, dan pembangunan berkelanjutan. Kemitraan ini akan membantu mengadaptasi teknologi teruji ke dalam konteks Thailand,? kata Ibu Ebba.
Kerja sama ini mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas, akses ke pendanaan hijau, dan dukungan untuk kesiapan industri.
?Transisi menuju ekonomi rendah karbon bukanlah sebuah biaya, melainkan investasi dalam daya saing masa depan,? tambahnya.
Pemerintah Mempercepat Mekanisme Dukungan
Dr. Kittisak Prukkanone, Direktur Divisi Strategi dan Kerja Sama Internasional di Departemen Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup mengatakan bahwa kemitraan ini menyoroti koordinasi yang lebih erat antara pemerintah, industri, dan mitra internasional.
Pemerintah sedang mempercepat undang-undang iklim, insentif investasi hijau, dan instrumen keuangan untuk mendukung teknologi rendah karbon, termasuk penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (Carbon Capture, Utilization, and Storage / CCUS).
?Ini akan membantu membuka model investasi baru dan mendukung transformasi industri jangka panjang,? kata Dr. Kittisak.
Ia menambahkan bahwa dunia usaha harus bersiap dengan berinvestasi pada teknologi, meningkatkan sistem data, dan menyesuaikan operasional terhadap regulasi masa depan.
Fokus Utama Teknologi
Konferensi teknis tersebut menyoroti tiga teknologi krusial untuk mengurangi emisi dalam produksi semen:
Mendorong Transformasi Jangka Panjang
Bapak Nopadol mengatakan bahwa mencapai emisi nol bersih akan membutuhkan kerja sama yang berkelanjutan di berbagai sektor. ?Keberhasilan akan bergantung pada tindakan yang konsisten dan kemampuan untuk meningkatkan skala, sekaligus memperkuat daya saing Thailand dan memposisikan negara ini sebagai pemimpin industri rendah karbon di ASEAN.?