• Home
  • Dumai
  • Dugaan Kasus Korupsi MOT Tak Kunjung Tuntas, Mitra Riau Siap Laporkan Kejari Dumai

Dugaan Kasus Korupsi MOT Tak Kunjung Tuntas, Mitra Riau Siap Laporkan Kejari Dumai

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:54
Martinus Zebua, Ketua LSM Mitra Riau (Kanan)

DUMAI, RIAUGREEN.COM - Meski proses penyelidikan dugaan korupsi pengadaan lelang alat medis Rumah Sakit Umum Daerah Dumai sudah ke tingkat ekspose di Kejaksaan Tinggi Riau beberapa bulan lalu, hingga kini publik masih menanti akhir dari penuntasan penyelidikan Kejaksaan Negeri Dumai. Apakah SP3 atau lanjut kepenyidikan.

Lembaga Swadaya Masyarakat Mitra Riau meragukan keseriusan pihak Kejaksaan Negeri Dumai bisa menuntaskan dugaan korupsi (MOT) Moduler Operator Systim yang diduga kuat merugikan keuangan negara mencapai miliaran rupiah.

"Keraguan terhadap keseriusan Kajari Dumai menuntaskan kasus dugaan korupsi di Rumah Sakit Umum Daerah mulai terlihat jelas," ungkap Martinus Zebua Ketua LSM Mitra Riau kepada media, Sabtu (21/2/2026).

Selaku pelapor kasus dugaan korupsi pengadaan lelang alat medis operasi, pihaknya mengaku kecewa. Karena penyidik Kejaksaan tidak memberikan perkembangan penyelidikan atas dugaan korupsi yang mereka laporkan.

"Kami kecewa karena perkembangan penyidikan tidak pernah disampaikan kepada kami selaku pelapor. Padahal itu hak kami," tegas Martinus kesal.

Kekecewaan Martinus semakin besar ketika pihak meminta penjelasan perkembangan kepada kejaksaan negeri Dumai melalui kasie pidana khusus tidak pernah mau menjawab, padahal semua keterangan saksi termasuk pelapor dan terduga korupsi (pihak rekanan) telah selesai dilaksanakan.

Untuk itu, pihaknya akan melayangkan surat kepada Kejaksaan Tinggi Riau maupun Kejaksaan Agung Republik Indonesia atas lambannya penuntasan kasus tindak pidana korupsi di wilayah kota Dumai.

"Kami akan pertimbangkan dan melaporkan lemahnya penanganan kasus korupsi di Kejaksaan Negeri Dumai termasuk laporan dugaan korupsi MOT," jelas Marrinus Zebua.

"Kasie pidsus Kejari Dumai tidak pernah menjawab tiap kali di hubungi. Kami (pelapor) kecewa dengan kasie pidsus Dumai," terangnya. (54f)



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Buy twitter verification Buy Facebook verification Buy Tiktok verification SMM Panel
Top