Forum Dua Hari Bahas AI, Ekonomi Berbasis Agen, dan Lanskap Tokenisasi, Ungkap Tren Baru Permodalan Global
HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 5 November 2026 - Cyberport Venture & Capital Forum (CVCF) 2026 sukses mengakhiri rangkaian acaranya selama dua hari dengan mencatat lebih dari 600 peluang kesepakatan investasi (deal flow). Mengusung tema "Scaling in a Changing World: Winning the Next Competitive Cycle" atau "Berkembang di Tengah Perubahan Dunia: Memenangkan Siklus Persaingan Berikutnya", forum unggulan tahunan Cyberport ini berhasil mempertemukan lebih dari 2.800 peserta dan meraih lebih dari 200.000 penayangan secara daring.
Forum tersebut memfasilitasi interaksi langsung antara investor internasional dan perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi melalui sesi presentasi para pendiri perusahaan (founder pitch sessions), pencocokan investor secara terstruktur, konsultasi bagi perusahaan rintisan (startup clinics), serta pameran inovasi. Para pemimpin industri dan investor global bertukar informasi penting mengenai peluang lintas negara yang sedang berkembang, strategi permodalan, serta model bisnis perusahaan yang dapat dikembangkan dalam skala besar.
Forum ini juga menjadi wadah utama untuk mengeksplorasi solusi teknologi generasi berikutnya, dengan menyoroti berbagai kemajuan dalam bidang agentic AI, transformasi infrastruktur teknologi, dan tokenisasi aset.
Sebagai acara utama CVCF, "Agentic Economy Summit" menghadirkan pidato utama dari Joseph Chan, Wakil Sekretaris untuk Layanan Keuangan dan Perbendaharaan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR). Acara tersebut juga dibuka dengan sambutan dari Dr. Rocky Cheng, CEO Cyberport.
Joseph Chan, Wakil Sekretaris untuk Layanan Keuangan dan Perbendaharaan, dalam pidatonya menyampaikan, "Aset digital tengah mendefinisikan ulang bagaimana nilai bergerak dalam perekonomian global. Hong Kong tidak sekadar mengamati transformasi ini, tetapi secara aktif memimpin dan merancang arah perkembangannya.
Skema Subsidi Percontohan Blockchain dan Aset Digital (Blockchain & Digital Asset Pilot Subsidy Scheme) yang diluncurkan Cyberport tahun lalu mendapat respons yang menggembirakan. Lebih dari separuh proyek yang masuk daftar pendek bahkan telah berhasil dikomersialkan.
Dengan bertumpu pada momentum tersebut, Biro Layanan Keuangan dan Perbendaharaan (FSTB) telah menugaskan Cyberport untuk meluncurkan Skema 2.0 guna mendorong kolaborasi antara perusahaan teknologi dan dunia usaha, sekaligus mempercepat pengembangan serta penerapan solusi inovatif dalam tokenisasi aset dunia nyata, blockchain, dan aset digital.
Kami akan terus bekerja sama secara erat dengan industri untuk membangun ekosistem aset digital yang tepercaya, berkelanjutan, dan dinamis."
Dr. Rocky Cheng, CEO Cyberport, dalam pidatonya mengatakan, "Agentic AI sedang berkembang dari sekadar asisten di tempat kerja menjadi entitas otonom yang dapat melakukan transaksi dan mengambil keputusan atas nama kita. Perkembangan ini mempercepat perwujudan ekonomi berbasis agen (agentic economy) dari sekadar visi menjadi kenyataan.
Kita harus menghadapi tiga pertanyaan utama: bagaimana membangun kepercayaan ketika agen otonom melakukan transaksi; bagaimana membawa stablecoin dan aset yang ditokenisasi dari tahap uji coba menuju penerapan berskala besar; serta di mana letak keunggulan manusia ketika AI mendorong biaya pelaksanaan pekerjaan mendekati nol.
Hong Kong telah meletakkan fondasi yang kuat bagi penerbitan stablecoin dan aset yang ditokenisasi sesuai ketentuan peraturan. Langkah penting berikutnya adalah mendorong penerapan praktisnya dalam berbagai aspek, mulai dari peredaran, perdagangan, penggunaan sebagai jaminan, hingga penyelesaian transaksi lintas negara.
Pada saat yang sama, model Perusahaan Satu Orang (One-Person Companies/OPC) tengah mendefinisikan ulang dunia kewirausahaan dan membuka peluang yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi para pendiri perusahaan muda.
Cyberport akan terus menjalankan perannya sebagai pusat unggulan teknologi digital dan akselerator AI Hong Kong. Cyberport menghimpun talenta, teknologi, modal, serta akses pasar untuk mendorong agenda Pemerintah di bidang inovasi dan teknologi (I&T), sekaligus memperkuat kepemimpinan Hong Kong dalam bidang AI dan aset digital."
Sesi pagi dalam Summit tersebut membahas bagaimana aset yang ditokenisasi, stablecoin dolar Hong Kong (HKD), dan agentic AI membentuk kembali infrastruktur keuangan global serta model bisnis. Sejumlah pemimpin industri terkemuka turut membagikan wawasan mereka, antara lain:
- Dr. Feng Xiao, Chairman dan CEO HashKey Group, menyampaikan pidato utama mengenai transformasi identitas, uang, dan nilai ke dalam ekosistem on-chain. Ia mengulas pergeseran dari tokenisasi dasar menuju perwujudan ekonomi berbasis agen secara menyeluruh.
- Discus Fish, CEO sekaligus Co-founder Cobo, berbagi pandangan mengenai bagaimana individu dapat mempertahankan keunggulan khas manusia di era agen cerdas dengan mengandalkan tujuan hidup dan kemampuan mengambil keputusan secara mandiri.
- Mr. Wolf Ruzicka, Chief Commercial Officer Unlimit, menjelaskan bagaimana pendekatan agentic AI yang terarah dan berorientasi pada kasus penggunaan dapat menghasilkan nilai bisnis yang terukur serta memungkinkan penerapannya secara luas di lingkungan perusahaan.
- Rachel Lee, Direktur Blockchain dan Aset Digital Cyberport, bersama Michael Law, Direktur Senior Fintech di Hong Kong Monetary Authority (HKMA), membahas berbagai langkah yang dilakukan Hong Kong untuk mendukung pengembangan tokenisasi.
- Para pemimpin industri dari Anchorpoint, Finloop, HashKey Exchange, UBS, dan sejumlah perusahaan lainnya turut berpartisipasi dalam diskusi panel dinamis mengenai babak berikutnya dari perkembangan stablecoin HKD serta pembangunan ekosistem ekonomi berbasis agen melalui kolaborasi.
Program pada sore hari berfokus pada pembayaran berbasis agen (agentic payment), tokenisasi institusional, serta OPC, yakni model bisnis baru yang memungkinkan agen AI membantu usaha kewirausahaan dengan struktur ramping mencapai skala operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Melalui sesi diskusi santai bersama para pakar (fireside chat) dan diskusi panel, sejumlah tokoh terkemuka industri memberikan gambaran yang lebih jelas kepada investor dan wirausahawan mengenai peluang masa depan serta bagaimana teknologi mutakhir, seperti agentic AI dan aset digital, dapat mendorong pertumbuhan bisnis. Beberapa agenda utama yang ditampilkan meliputi:
- Samuel Tse, Head of Investment & Corporate Finance di Animoca Brands, memimpin sesi fireside chat bersama perwakilan dari Reap dan Pivota untuk membahas strategi menghadapi perkembangan perdagangan berbasis agen (agentic commerce).
- Diskusi panel yang menghadirkan para pakar dan perwakilan dari Visa, Ethereum Institutional, CSOP Asset Management, Payment Cards Group, Canton Foundation, Plume, FORMS HK, dan AWS Hong Kong. Diskusi tersebut membahas cara membuka potensi penuh aset yang ditokenisasi, masa depan pergerakan uang, serta bagaimana OPC kini berkembang menjadi bentuk kewirausahaan baru yang dapat diperluas secara berskala besar.
Selain itu, serangkaian lokakarya perusahaan rintisan menawarkan panduan praktis mengenai cara memperoleh pendanaan dan mencapai pertumbuhan berkelanjutan di tengah transformasi industri yang berlangsung pesat. Lokakarya tersebut juga membahas tantangan baru dalam pembiayaan pada era agentic AI, guna membantu para pendiri perusahaan rintisan memanfaatkan peluang di pasar yang berubah cepat dan memiliki tingkat persaingan tinggi.
Selama dua hari penyelenggaraan, CVCF 2026 menghadirkan lebih dari 80 stan pameran fisik dan lebih dari 100 presentasi virtual, yang menampilkan teknologi siap pasar serta inovasi terobosan dari Hong Kong dan kawasan yang lebih luas.
Pameran tersebut memberikan kesempatan kepada perusahaan rintisan untuk memperlihatkan kemampuan dan solusi mereka dalam berbagai bidang, termasuk AI untuk perusahaan, sistem berbasis agen, tokenisasi aset, serta keuangan digital. Kegiatan ini sekaligus mendorong pertukaran strategis di antara para pemimpin industri dari Tiongkok Daratan, Hong Kong, dan pasar internasional.
Dengan semakin luasnya jangkauan internasional Cyberport, CVCF 2026 juga menyambut jumlah delegasi luar negeri terbanyak sepanjang penyelenggaraannya, yang berasal dari Eropa, Amerika, dan Asia. Kehadiran mereka membuka peluang kemitraan lintas kawasan serta menciptakan jalur bagi perusahaan rintisan internasional untuk memasuki pasar, memperoleh akses permodalan, dan mengembangkan bisnis melalui Hong Kong.
Untuk melihat kembali berbagai materi dan daftar pembicara dalam Cyberport Venture & Capital Forum 2026, silakan kunjungi situs resmi berikut: https://cvcf.cyberport.hk/en/index. Platform acara virtual CVCF masih dapat diakses hingga pertengahan November. Melalui platform tersebut, peserta dapat menyaksikan kembali berbagai sesi forum dan melihat pameran solusi teknologi secara virtual, sekaligus menjadwalkan pertemuan bisnis secara langsung antara dua pihak (one-on-one deal flow meetings).
Tentang Hong Kong Cyberport
Dimiliki sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Cyberport merupakan pusat teknologi digital dan akselerator kecerdasan buatan (AI) Hong Kong. Cyberport memiliki visi untuk memberdayakan digitalisasi industri dan transformasi cerdas, mendorong pengembangan ekonomi digital dan AI, serta menjadikan Hong Kong sebagai pusat internasional untuk AI, inovasi, dan teknologi (I&T).
Cyberport menaungi lebih dari 2.400 perusahaan, termasuk 30 perusahaan yang telah tercatat di bursa saham dan 10 perusahaan berstatus unicorn. Sebanyak 40% pendiri perusahaan yang beroperasi di lokasi Cyberport berasal dari 28 negara dan kawasan, sementara perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Cyberport telah memperluas jangkauan bisnisnya ke lebih dari 36 pasar global.
Dengan dukungan Hong Kong Supercomputing Centre for AI terbesar di Hong Kong dan AI Lab sebagai penggerak utama, Cyberport terus membangun ekosistem AI bersama perusahaan-perusahaan AI terkemuka di industri serta lebih dari 500 perusahaan rintisan yang bergerak di bidang AI dan ilmu data (data science).
Melalui pengembangan berbagai klaster teknologi, yaitu AI, ilmu data, blockchain, dan keamanan siber (cybersecurity), Cyberport memberdayakan berbagai sektor industri. Cakupannya meliputi kota pintar dan pemerintahan, perbankan dan keuangan, hiburan digital, budaya dan pariwisata, layanan kesehatan, pendidikan dan pelatihan, manajemen properti, konstruksi, transportasi dan logistik, lingkungan hijau, serta berbagai sektor lainnya. Cyberport juga menaungi komunitas FinTech terbesar di Hong Kong.
Atas penugasan Pemerintah HKSAR, Cyberport telah melaksanakan berbagai program pembuktian konsep (proof-of-concept) dan skema uji coba (sandbox), pemberian subsidi untuk penerapan teknologi digital, pelatihan teknologi industri, serta inkubasi perusahaan rintisan. Berbagai program tersebut bertujuan mendorong penelitian dan pengembangan (R&D) teknologi, penerapan hasil inovasi, serta komersialisasi teknologi. Dengan demikian, Cyberport turut mempercepat transformasi digital dan peningkatan kecerdasan di berbagai sektor industri maupun masyarakat.
Sebagai "Inkubator Perusahaan Teknologi dan Sains Tingkat Nasional" (State-level Scientific and Technological Enterprise Incubator) sekaligus salah satu inkubator utama di Hong Kong, Cyberport memberikan dukungan kepada para wirausahawan melalui pendanaan dan penyediaan ruang perkantoran. Cyberport juga menyediakan jaringan luas yang menghubungkan perusahaan, investor, korporasi teknologi, serta penyedia layanan profesional untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan ekspansi ke Tiongkok Daratan maupun pasar luar negeri.
Selain itu, Cyberport memberikan fasilitasi menyeluruh bagi perusahaan yang ingin memasuki pasar Hong Kong, menarik dan mengembangkan talenta, serta mempersiapkan berbagai kebutuhan pengembangan usaha. Dengan dukungan tersebut, Cyberport siap menjadi landasan bagi perusahaan rintisan pada setiap tahap perkembangan untuk meningkatkan skala dan membawa bisnis mereka ke tingkat berikutnya.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi: https://www.cyberport.hk/en.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.