• Home
  • Bisnis
  • Konferensi Mitra Ekosistem Hutan Hujan Tropis 2026: Pertemuan Global untuk Melindungi Paru-Paru Hijau Bumi

Konferensi Mitra Ekosistem Hutan Hujan Tropis 2026: Pertemuan Global untuk Melindungi Paru-Paru Hijau Bumi

Selasa, 03 November 2026 | 21:03
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan gambar: Seekor Owa Hainan (Nomascus hainanus) yang difoto di kawasan Bawangling, Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan.

HAIKOU, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 3 November 2026 - Pada 18-22 November 2026, sebuah pertemuan global yang didedikasikan untuk melindungi "paru-paru hijau" Bumi akan diselenggarakan di Haikou, Provinsi Hainan, Tiongkok, yakni Konferensi Mitra Ekosistem Hutan Hujan Tropis 2026 (2026 Tropical Rainforest Ecosystem Partners Conference).

Mulai dari hamparan luas Hutan Hujan Amazon, hutan lebat di Cekungan Kongo, hingga bentang alam yang beragam di Kepulauan Melayu, berbagai kawasan hutan hujan tropis perwakilan dari seluruh dunia akan berkumpul bersama Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan untuk berdialog dan bertukar pengalaman. Mengusung tema "Kekayaan Alam Dunia · Masa Depan Bersama" (Global Treasures · Shared Future), konferensi ini mencerminkan komitmen bersama umat manusia untuk melindungi hutan hujan tropis dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Hutan hujan tropis mencakup kurang dari sepersepuluh luas daratan Bumi, tetapi menjadi habitat bagi lebih dari separuh spesies tumbuhan dan hewan di dunia. Hainan, satu-satunya provinsi kepulauan tropis di Tiongkok, merupakan rumah bagi kawasan hutan hujan tropis terluas, paling terkonsentrasi, dan paling terjaga kelestariannya di negara tersebut, yang berada di sebuah pulau kontinental. Didirikan pada 2021, Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan memiliki luas lebih dari 4.269 kilometer persegi dan melindungi lebih dari 95 persen hutan primer di Pulau Hainan. Tingkat tutupan hutannya tetap stabil pada angka 95,9 persen, sementara tingkat kualitas air dan udara yang memenuhi standar kualitas sangat baik masing-masing mencapai 100 persen.

Selama lima tahun terakhir, kawasan hutan hujan tropis ini terus mencatatkan berbagai pencapaian ekologis yang luar biasa. Populasi owa Hainan telah meningkat menjadi 44 individu yang terbagi dalam tujuh kelompok. Dengan pencapaian tersebut, owa Hainan menjadi satu-satunya populasi owa di dunia yang menunjukkan pertumbuhan secara berkelanjutan.

Selain itu, sebanyak 91 spesies tumbuhan dan satwa liar yang sebelumnya belum pernah terdokumentasi berhasil ditemukan dan dicatat di taman nasional tersebut. Sistem pemantauan ekologi terpadu yang menggabungkan pemantauan berbasis darat, udara, dan ruang angkasa kini memungkinkan pemantauan serta perlindungan ekosistem hutan hujan tropis secara menyeluruh selama 24 jam. Model konservasi owa Hainan yang dikenal sebagai "Model Bawangling" juga telah diakui oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (International Union for Conservation of Nature/IUCN) sebagai model global dalam upaya perlindungan spesies langka.

Konferensi ini akan mengeksplorasi berbagai peran hutan, mulai dari sebagai kawasan penyimpan cadangan air, sumber pangan, penghasil nilai ekonomi, hingga penyerap karbon. Dua forum utama dan empat forum paralel akan diselenggarakan dengan menghadirkan para peserta untuk membahas secara mendalam sejumlah topik penting, termasuk konservasi air dan keamanan ekologi perairan, pemanfaatan sumber daya pangan hutan secara berkelanjutan, strategi mengoptimalkan nilai produk ekologi, serta pengelolaan karbon di kawasan hutan hujan tropis. Berbagai diskusi tersebut diharapkan dapat mendorong pertukaran gagasan dan berbagi pengalaman.

Konferensi ini juga akan menyoroti upaya Hainan untuk memperoleh pengakuan sebagai Warisan Dunia bagi warisan alam dan budayanya. Melalui kegiatan ini, para ahli dan pakar dari berbagai negara akan dihimpun untuk mendukung pengajuan Hutan Hujan Tropis Hainan dan Permukiman Tradisional Suku Li agar tercatat dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sebagai situs warisan campuran alam dan budaya. Inisiatif ini akan mengeksplorasi pendekatan baru dalam tata kelola hutan hujan tropis yang tetap menjadikan perlindungan ekologi sebagai prioritas utama, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Selain rangkaian sesi konferensi, sejumlah kegiatan pendukung juga akan diselenggarakan. Acara "Rainforest Night" atau "Malam Hutan Hujan", yang menampilkan kekayaan warisan budaya takbenda Hainan, akan menghadirkan pengalaman audiovisual imersif yang memperkenalkan tradisi khas suku Li dan Miao. Pameran Fotografi Hutan Hujan Tropis Hainan bertajuk "Alam Tersembunyi · Kehidupan Bersama" (Hidden Realms · Shared Life) serta Pasar Produk Ekologis "Anugerah Alam" (Gifts of Nature) akan menampilkan keindahan alam hutan hujan tropis sekaligus berbagai inovasi dalam mengolah sumber daya ekologis menjadi manfaat nyata. Ekspedisi lapangan ke kawasan Hutan Hujan Tropis Hainan, kunjungan media, serta kegiatan sosial bertajuk "Bernapas Dalam di Hutan Hujan · Lindungi Habitat Bersama Kita" (Breathe Deep in the Rainforest · Protect Our Shared Habitat) akan mengajak para peserta menjelajahi langsung kawasan hutan hujan tropis untuk merasakan kehidupan dan dinamika ekosistemnya.

Seiring dengan mendekatnya peringatan satu tahun dimulainya penerapan operasi kepabeanan khusus di seluruh wilayah Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan (Hainan Free Trade Port), serta peringatan lima tahun berdirinya Taman Nasional Hutan Hujan Tropis Hainan, konferensi ini akan menjadi representasi komitmen hijau Tiongkok kepada dunia sekaligus menyediakan platform bagi dialog dan kerja sama internasional dalam upaya konservasi hutan hujan tropis.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
Delegasi Kesehatan Bangladesh Kunjungi LIVE4WELL
Selasa, 03 November 2026 | 21:01
BERIKAN KOMENTAR
Top