Fasad hijau seluas 1.035 meter persegi di One-North menghadirkan laboratorium penelitian hidup yang menyatu dengan lanskap perkotaan.
SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 3 November 2026 - Sebuah elemen penghijauan baru kini hadir di Vidacity @ One-North. GWS Living Art, bekerja sama dengan Vidacity, hari ini meresmikan dinding hijau (green wall) seluas 1.035,4 meter persegi yang menghadirkan perspektif baru tentang bagaimana arsitektur dapat mengakomodasi alam di tengah kawasan perkotaan.
Di berbagai sisi bangunan, sebanyak 400 varietas dan spesies tanaman membentuk komposisi vegetasi berlapis yang kaya, disesuaikan dengan perubahan kondisi pada setiap bagian fasad, mulai dari area yang terpapar sinar matahari dan panas lebih intens hingga area yang lebih terlindung. Alih-alih sekadar menjadi elemen dekoratif yang statis, dinding ini dirancang agar tanaman dapat beradaptasi dengan beragam kondisi lingkungan di sekitarnya, sehingga menghadirkan wujud ekologi perkotaan yang terus berkembang.
Dirancang dan dipasang oleh GWS Living Art, dinding hijau ini dikembangkan melalui kemitraan dengan Vidacity yang menyediakan wadah dan lokasi untuk kolaborasi tersebut, dengan dukungan dari National Parks Board (NParks) dan JTC.
"Kota membutuhkan penghijauan yang tidak sekadar berfungsi untuk 'melembutkan' tampilan beton," ujar Zac Toh, Founder dan Director GWS Living Art. "Proyek ini mengeksplorasi potensi fasad hijau ketika dirancang sebagai infrastruktur hidup yang memiliki habitat, permukaan yang responsif terhadap kondisi iklim, serta ruang untuk menguji berbagai gagasan baru dalam penanaman dan pemeliharaan tanaman yang dapat disaksikan langsung oleh masyarakat perkotaan."
Proyek ini memadukan desain lanskap, teknologi bangunan, dan penelitian ekologi ke dalam sebuah laboratorium hidup (living laboratory). Penelitian ini juga mendapat dukungan dari Associate Professor Adrian Loo, Deputy Director NUS Centre for Nature-based Climate Solutions, serta Associate Professor Stephen Tay dari Department of the Built Environment, NUS College of Design and Engineering. Bersama para mitra proyek, mereka akan mengamati respons berbagai varietas tanaman terhadap kondisi lingkungan nyata, seperti paparan cahaya, panas, dan faktor lingkungan lainnya. Mereka juga akan menguji berbagai pendekatan baru dalam pemasangan, irigasi, dan pemeliharaan tanaman dalam skala yang jarang dapat diwujudkan di kawasan perkotaan yang padat.
Hasil pengukuran suhu awal dari sensor lingkungan yang dipasang di berbagai bagian fasad menunjukkan potensi dinding hijau tersebut dalam mengurangi panas di lingkungan sekitarnya. Secara keseluruhan, pada seluruh sisi bangunan, dinding hijau ini mencatatkan efek pendinginan rata-rata sebesar 1°C sepanjang hari. Pada sisi bangunan yang menghadap ke utara, ketika suhu di sekitar permukaan beton yang berdekatan mencapai puncaknya sebesar 32,7°C, suhu di sekitar dinding hijau tetap berada di bawah 30,0°C. Hasil pengukuran tersebut juga mengindikasikan bahwa vegetasi pada dinding membantu meredam fluktuasi suhu harian, dengan rentang perubahan suhu di sekitar dinding hijau yang lebih kecil dibandingkan pada permukaan beton.
"Pengukuran awal ini menunjukkan manfaat penghijauan yang dirancang secara cermat ketika diperlakukan sebagai bagian integral dari bangunan, bukan sekadar elemen tambahan. Selain menciptakan habitat yang lebih kaya dan lingkungan yang lebih nyaman, dinding ini membantu kita memahami bagaimana tanaman dapat mengurangi panas dan beradaptasi dengan berbagai kondisi di setiap bagian fasad. Pengetahuan tersebut dapat menjadi landasan dalam merancang kawasan yang lebih layak huni dan responsif terhadap perubahan iklim, seiring dengan pertumbuhan Singapura," tambah Zac.
Peluncuran ini juga menampilkan sistem GaiaWall 2.0 dari GWS Living Art, yaitu pengembangan terbaru dari teknologi dinding hijau perusahaan tersebut. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan pemasangan modular yang lebih mudah, meningkatkan kemampuan retensi air, serta memperpanjang masa pakai. Melalui sistem ini, GWS ingin menunjukkan bahwa fasad hijau berskala luas tidak hanya dapat menghadirkan nilai estetika dan ekspresi desain, tetapi juga dapat dipelihara secara praktis.
Lebih dari sekadar menjadi landmark visual baru di JTC LaunchPad @ One-North, dinding hijau ini akan terus difungsikan sebagai lokasi aktif untuk pengamatan dan eksperimen. Kehadirannya mencerminkan upaya berkelanjutan Singapura dalam mencari berbagai cara untuk mengintegrasikan keanekaragaman hayati, inovasi, dan komunitas perkotaan dalam kehidupan sehari-hari secara lebih erat.
Tentang GWS Living Art
GWS Living Art merupakan perusahaan spesialis solusi berbasis alam (nature-based solutions) yang berbasis di Singapura. Perusahaan ini menciptakan infrastruktur hijau yang menghadirkan nilai ekologis, ketahanan lingkungan, dan kualitas hidup yang lebih baik di kawasan perkotaan yang padat.
Didirikan pada 2017, perusahaan ini merancang dan menyediakan berbagai solusi, termasuk dinding hijau, atap hijau, sistem irigasi pintar, pencahayaan untuk pertumbuhan tanaman (grow lighting), serta solusi bangunan regeneratif untuk lingkungan binaan (built environment). Pendekatan terintegrasi yang diterapkan perusahaan memadukan keahlian hortikultura, teknik rekayasa, proses fabrikasi internal, serta dukungan pemeliharaan jangka panjang. Pendekatan ini membantu arsitek, pengembang properti, dan para perancang kawasan perkotaan mengintegrasikan unsur alam secara bermakna ke dalam bangunan dan ruang publik. Hingga saat ini, GWS Living Art telah menyelesaikan berbagai proyek bagi lebih dari 200 klien di Singapura, kawasan Asia, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi https://www.gwslivingart.com/
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.