• Home
  • Bisnis
  • OceanX Summit 2026, Mengubah Penemuan Samudra Menjadi Perubahan Nyata dan Berkelanjutan

OceanX Summit 2026, Mengubah Penemuan Samudra Menjadi Perubahan Nyata dan Berkelanjutan

Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:38
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 19 Oktober 2026 - Apa yang dibutuhkan untuk mengubah penemuan samudra menjadi perubahan yang bertahan lama? Pertanyaan tersebut menjadi benang merah dalam percakapan selama tiga hari di OceanX Summit 2026, tempat para pemimpin dari bidang ilmu kelautan, pemerintah, eksplorasi, pendidikan, dan konservasi mempertimbangkan bagaimana bukti ilmiah dapat mengarahkan perlindungan, bagaimana pembelajaran imersif dapat melibatkan generasi mendatang, serta bagaimana kepemimpinan lokal dapat membentuk berbagai solusi.

KTT ini mempertemukan ahli oseanografi Sylvia Earle; sutradara sekaligus penjelajah laut dalam James Cameron; Jill Tiefenthaler, CEO National Geographic Society; Takashi Kudo dari kolektif seni internasional teamLab; Benoît Dageville, Co-Founder dan President of Products di Snowflake; Rizza Sacra-Dejucos, Koordinator Regional Asia dari High Seas Alliance; Profesor Peter Ng dari NUS; serta para pemimpin konservasi Titouan Bernicot dari Coral Gardeners dan Rili Joani-Mohamed dari Coral Triangle Centre. Wakil Perdana Menteri Singapura sekaligus Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri (Perdagangan) Gan Kim Yong membuka KTT tersebut, dengan Menteri Pendidikan Desmond Lee yang kemudian menyampaikan materi mengenai peran eksplorasi laut dalam pembelajaran siswa.

Sebuah pesan jelas mengemuka: pengetahuan tentang samudra memiliki nilai tertinggi ketika pengetahuan tersebut dapat dibagikan, dipahami, dan dimanfaatkan. Diskusi mengenai kecerdasan buatan (artificial intelligence) menyoroti potensi AI untuk menghubungkan kumpulan data yang terfragmentasi sekaligus ketergantungannya pada informasi berkualitas tinggi dari wilayah-wilayah yang masih kurang terwakili. Sesi-sesi mengenai keuangan dan kawasan konservasi perairan mengeksplorasi bagaimana kebijakan publik, keahlian sektor swasta, dan dukungan filantropi dapat bekerja sama dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat pesisir.

 "KTT ini menghadirkan samudra ke dalam ruangan dengan cara yang dapat dirasakan langsung oleh orang-orang. Pendidikan imersif dapat mengubah rasa ingin tahu menjadi hubungan personal, serta membantu para siswa melihat bagaimana keterampilan mereka dapat berkontribusi pada ilmu kelautan dan masa depannya. Kita perlu membuka pengalaman dan jalur karier tersebut kepada lebih banyak anak muda," kata Mark Dalio.

Sains yang Dapat Mendorong Tindakan Nyata

Rangkaian acara ini menghubungkan penemuan ilmiah dengan upaya internasional untuk melestarikan keanekaragaman hayati laut di luar yurisdiksi nasional. Ekspedisi Into the Deep: Monsoon Rise, yang dipimpin bersama oleh OceanX dan NUS, telah memetakan lebih dari 8.300 kilometer persegi dasar laut di Samudra Hindia bagian timur. Para ilmuwan dari Asia Tenggara dan Pasifik bekerja berdampingan dengan para peneliti Singapura, dengan sekitar 2.000 spesimen yang kini berkontribusi pada penelitian keanekaragaman hayati yang sedang berlangsung.

KTT ini juga mengeksplorasi tantangan yang lebih luas dalam menjadikan data samudra berguna di berbagai disiplin ilmu dan wilayah, seiring negara-negara menerapkan Perjanjian BBNJ (BBNJ Agreement). OceanX telah berkomitmen mengalokasikan porsi signifikan dari waktu ekspedisinya pada tahun 2027 untuk penelitian laut lepas.

 "KTT ini memperjelas bahwa ada kebutuhan untuk mengumpulkan jauh lebih banyak data samudra yang diperlukan untuk membuat keputusan yang terinformasi seputar tata kelola laut. Kita perlu menghubungkan informasi di berbagai disiplin ilmu, menutup kesenjangan atas apa yang telah diketahui, dan membuat bukti ilmiah dapat diakses oleh orang-orang yang bekerja di pengambilan keputusan. Sains harus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama jika pengetahuan ingin mendukung perlindungan samudra yang berkelanjutan," ujar Vincent Pieribone.

Pendidikan dan Penyampaian Cerita Mendekatkan Samudra

Kemitraan Singapura dengan OceanX melalui Kementerian Pendidikan dan Science Centre Board telah memungkinkan lebih dari 570 siswa dan pendidik mengunjungi kapal riset OceanXplorer sejak tahun 2024, sementara ratusan lainnya telah bergabung dalam siaran langsung ekspedisi dari kapal ke darat. Pada KTT tersebut, Desmond Lee berbicara tentang bagaimana pengalaman seperti ini membantu siswa menghubungkan pembelajaran di kelas dengan penelitian nyata dan melihat bagaimana keterampilan di bidang teknik, ilmu data, dan komunikasi berkontribusi pada penemuan ilmiah.

KTT ini juga menampilkan lebih dari 20 instalasi imersif yang dikembangkan oleh OceanX Education dan komunitas Changemaker-nya. Pengalaman-pengalaman ini membawa audiens masuk ke dalam cerita dan penelitian samudra, menunjukkan bagaimana seni, media, dan teknologi dapat membangun pemahaman serta mengajak orang-orang untuk terlibat dalam upaya tersebut.

Diskusi antara Mark Dalio dan Anderson Tanoto dari Tanoto Foundation menyoroti jalur pendidikan di seluruh Asia Tenggara. Sembilan penerima beasiswa Tanoto Foundation telah berpartisipasi dalam program Young Explorers OceanX, sementara kemitraan ini terus mengembangkan berbagai peluang melalui program fellowship, hackathon, dan pengalaman belajar imersif lainnya.

Kepemimpinan Lokal Mengubah Ambisi Menjadi Praktik Nyata

Narasumber dari seluruh komunitas konservasi menunjukkan bagaimana perlindungan samudra telah dimajukan oleh para pemimpin lokal. Pendiri Coral Gardeners, Titouan Bernicot, memaparkan gerakan berbasis kepulauan yang kini berkembang hingga memiliki 97 karyawan penuh waktu dan telah menanam lebih dari 250.000 terumbu karang di seluruh Polinesia Prancis, Fiji, dan Thailand. Para pembuat perubahan (changemakers) lainnya mempresentasikan proyek-proyek yang memanfaatkan AI untuk pemantauan terumbu karang dan media imersif untuk menghubungkan audiens dengan ekosistem laut.

Contoh-contoh ini mengembalikan diskusi KTT pada manusia dan wilayah: pengetahuan lokal harus membentuk upaya konservasi, dan masyarakat membutuhkan ruang suara yang bermakna dalam keputusan-keputusan yang memengaruhi samudra mereka. KTT ini berhasil menghimpun lebih dari 750+ peserta, termasuk 223 siswa dan pendidik, di seputar hubungan kerja sama dan gagasan yang dapat membawa upaya ini terus melangkah ke depan.

Saksikan momen-momen penting dari OceanX Summit 2026.


Tentang OceanX

OceanX adalah organisasi nirlaba yang berupaya membuka potensi berkelanjutan laut. Melalui fokus ganda pada sains dan pendidikan, kami membangun paradigma baru di mana manusia dan laut berkembang bersama. Pendekatan kami didorong oleh eksplorasi, memanfaatkan riset canggih, program pendidikan multimedia, kemitraan lintas sektor, dan teknologi canggih untuk mengubah cara orang memahami dan menghargai laut. Karya kami berupaya memperkuat keanekaragaman hayati dan meningkatkan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan untuk membantu memastikan laut tetap menjadi fondasi bagi kesejahteraan manusia dan potensi masa depan. OceanX adalah program operasional nirlaba dari Dalio Philanthropies. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.oceanx.org dan ikuti OceanX di Facebook, Instagram, X, TikTok, LinkedIn, dan YouTube.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top