SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 19 Oktober 2026 - Salah satu produsen obat tradisional Tiongkok terkemuka menyampaikan kepada forum internasional para praktisi pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine atau TCM) pada Sabtu bahwa tradisi berusia 500 tahun yang berlandaskan pengobatan pasien secara menyeluruh dan penyesuaian terapi berdasarkan kebutuhan individu telah menawarkan solusi dari Timur untuk menghadapi masyarakat yang menua dan meningkatnya penyakit kronis di seluruh dunia.
Menurut laporan berita yang diterbitkan China News Service (CNS), Tianjin Pharmaceutical Da Ren Tang Group, salah satu perusahaan farmasi tertua di Tiongkok, juga mengumumkan rencana untuk melaksanakan uji klinis internasional secara acak, tersamar ganda, dan terkontrol terhadap obat andalannya untuk penyakit jantung, yang dipasarkan dalam bahasa Inggris dengan nama Suxiao Jiuxin Pills. Uji klinis tersebut akan dilakukan bekerja sama dengan Singapore General Hospital, rumah sakit tersier terbesar di negara kota tersebut yang menangani berbagai kondisi akut.
Video: https://www.youtube.com/watch?v=W0ac_rOwMNM
Wang Lei, Ketua Da Ren Tang sekaligus Presiden Tianjin Pharmaceutical Group, menyampaikan kedua hal tersebut dalam pidatonya pada upacara pembukaan Kongres Dunia Pengobatan Tiongkok ke-23 di Singapura. Ia menekankan bahwa pendekatan holistik pengobatan Tiongkok dan diagnosis berdasarkan pola gejala memberikan keunggulan dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat. Ia juga menyatakan bahwa industri ini harus membuktikan manfaat tersebut melalui bukti ilmiah yang dapat diverifikasi dan diakui secara internasional, sebagaimana dilaporkan CNS.
Menurut laporan CNS, penelitian ini menjadi kali pertama obat eksklusif berbasis pengobatan tradisional Tiongkok menjalani uji klinis di rumah sakit besar di Singapura yang berfokus pada pengobatan Barat.
"Kami selalu meyakini bahwa pengobatan Tiongkok tidak boleh berhenti pada ekspor produk semata," ujar Wang. Ia menambahkan bahwa uji klinis tersebut akan menghasilkan bukti klinis yang dapat diverifikasi dan diakui secara internasional.
Kongres tersebut diselenggarakan oleh World Federation of Chinese Medicine Societies dan diorganisasi oleh Singapore Chinese Physicians' Association. Acara berlangsung pada 16-18 Oktober di Raffles City Convention Centre, Singapura, dengan mengusung tema "Menjawab Tantangan Kesehatan Global dan Mengintegrasikan Pengobatan Tiongkok ke dalam Sistem Kesehatan Nasional". Sekitar 1.400 pakar, pejabat, dan perwakilan industri dari 25 negara dan wilayah turut berpartisipasi, menurut laporan CNS.
Dalam pidatonya yang berjudul "Menghimpun Kearifan Pengobatan Tradisional untuk Mengemban Misi Kesehatan Global", Wang banyak menekankan bahwa pengobatan tradisional seharusnya menjadi bagian dari pembahasan kesehatan masyarakat global, bukan sekadar berada di pinggiran wacana tersebut.
Ia menjelaskan bahwa penekanan pengobatan Tiongkok pada tubuh sebagai satu kesatuan, serta penyesuaian terapi berdasarkan pola gejala masing-masing pasien, memberikan keunggulan tersendiri dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat.
Bagi negara-negara yang menghadapi peningkatan jumlah penduduk lanjut usia dan beban penyakit kronis yang semakin besar, TCM merupakan "solusi berharga dengan karakteristik khas Timur", ujar Wang. Ia juga menyoroti kontribusi pengobatan Tiongkok terhadap visi "Jalur Sutra Kesehatan" (Health Silk Road) Tiongkok serta perannya dalam pendekatan negara tersebut terhadap tata kelola kesehatan global secara lebih luas.
Wang mengatakan bahwa pengalaman Da Ren Tang selama sekitar 70 tahun mengekspor produk, yang dimulai pada 1955, telah mengajarkan perusahaan tersebut bahwa suatu obat harus sesuai dengan kebutuhan kesehatan nyata masyarakat yang menggunakannya, bukan sekadar dikirim ke luar negeri sebagai produk budaya.
Ia memaparkan rencana yang terdiri atas tiga bagian. Pertama, memusatkan penelitian klinis pada penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, gangguan pernapasan, kesehatan pencernaan, gangguan muskuloskeletal, serta penyakit kulit, dengan bekerja sama bersama institusi medis luar negeri untuk mengubah pengalaman pengobatan tradisional menjadi bukti ilmiah yang dapat dievaluasi oleh regulator. Kedua, mengikuti standar penelitian internasional sekaligus mengupayakan pendaftaran produk dan pelaksanaan penelitian berkualitas tinggi di luar negeri. Ketiga, memahami bahwa sistem medis dan budaya regulasi berbeda-beda di setiap negara.
"Kita harus menghormati sistem medis dan konteks budaya setiap negara serta membangun bentuk kerja sama yang terbuka, dilandasi rasa saling percaya, dan saling menguntungkan," demikian pernyataan Wang sebagaimana dikutip CNS.
Menurut laporan CNS, perusahaan tersebut tengah bekerja sama dengan Singapore General Hospital dalam penelitian ini dan berharap hasil yang kuat serta meyakinkan dapat membantu pengobatan tradisional masuk ke dalam sistem kesehatan nasional dan menjangkau lebih banyak pasien di luar negeri.
Wang mengajak peserta kongres untuk menyelaraskan standar pengobatan Tiongkok dengan ketentuan internasional, membangun platform untuk berbagi hasil penelitian, serta memperkenalkan kisah dan perkembangan pengobatan Tiongkok kepada masyarakat dunia.
Da Ren Tang menelusuri sejarah tradisi farmasinya hingga tahun 1522 dan telah tercatat di bursa Singapura sejak 1997. Menurut laporan CNS, perusahaan ini memiliki 122 produk eksklusif dan 599 nomor persetujuan obat, memasarkan lebih dari 150 produk di lebih dari 20 negara, serta termasuk dalam lima besar eksportir obat tradisional Tiongkok.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.