Menandai peringatan 10 tahun Galeri Indra and Harry Banga, konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini akan mempertemukan sekitar 120 peserta dari 23 kota di 13 negara dan wilayah.
HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 12 Oktober 2026 - Diselenggarakan oleh Galeri Indra and Harry Banga (Indra and Harry Banga Gallery) di City University of Hong Kong (CityUHK), 10AFEST 2026 akan berlangsung pada 8-10 Oktober 2026. Menandai peringatan 10 tahun berdirinya galeri tersebut, konferensi perdana ini mengusung tema "Teknologi Seni Asia dan Inovasi Budaya" (Asian Art-Tech & Cultural Innovations). Acara ini mempertemukan para pemimpin museum, seniman, akademisi, dan inovator untuk mengeksplorasi kolaborasi lintas disiplin serta dampak nyata teknologi seni (Art-Tech) terhadap kebudayaan Asia.
Festival selama tiga hari ini akan menyambut sekitar 120 peserta dari 23 kota di 13 negara dan wilayah. Programnya mencakup empat sesi dialog pleno Timur-Barat dan enam jalur presentasi jejaring, serta pertunjukan, instalasi seni, pameran, dan kegiatan jejaring yang diselenggarakan di lingkungan CityUHK maupun di lokasi mitra setempat.
Menghubungkan Pengetahuan, Seni, dan Teknologi
Di berbagai wilayah Asia, teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), realitas diperluas (extended reality/XR), dan ilmu data mengubah cara kebudayaan dilestarikan dan dinikmati. Teknologi seni kini berkembang pesat, melampaui batas-batas galeri konvensional dan merambah bidang pendidikan, penelitian, kewirausahaan, konservasi, serta keterlibatan langsung dengan masyarakat.
Charles Chin Ying-on, Bendahara Dewan CityUHK, mengatakan: "Kolaborasi internasional merupakan inti dari misi kami untuk mengatasi tantangan global. Dalam penyelenggaraan perdana 10AFEST ini, kami merasa terhormat dapat mempertemukan para peserta dari 13 negara dan wilayah serta 23 kota.
"Melalui dialog lintas budaya dan berbagai kegiatan jejaring interaktif, saya yakin para peserta akan membangun persahabatan yang langgeng sekaligus meletakkan dasar bagi kolaborasi di masa depan. Seiring CityUHK terus mengembangkan misinya untuk menghadirkan inovasi bagi masa depan, 10AFEST menjadi contoh nyata bagaimana seni dan teknologi dapat berpadu untuk menginspirasi gagasan baru serta memberikan dampak positif bagi masyarakat."
Berlandaskan visi tersebut, 10AFEST menghubungkan para pemimpin budaya yang telah mapan dengan generasi baru praktisi untuk berbagi perspektif, menampilkan praktik-praktik baru yang sedang berkembang, serta membangun hubungan lintas disiplin dan lintas negara.
10AFEST bertujuan menginspirasi gagasan-gagasan baru dan kemitraan jangka panjang yang akan berkontribusi terhadap perkembangan teknologi seni dan inovasi budaya di Asia secara berkelanjutan.
Empat Dialog Timur-Barat tentang Budaya dan Inovasi
Sesi-sesi dialog ini mempertemukan para pemimpin budaya terkemuka dunia dari latar belakang kelembagaan dan geografis yang berbeda. Mereka akan mengeksplorasi bagaimana berbagai organisasi menghadapi perubahan teknologi serta ekspektasi masyarakat yang terus berkembang.
Empat sesi pleno utama akan berfokus pada topik-topik berikut:
1. (De)Globalisasi dan (Re)Konektivitas
Sesi ini akan mengeksplorasi bagaimana lembaga kebudayaan menghadapi perubahan lanskap geopolitik dan pergeseran jaringan global.
Profesor Kyong Park (Seoul/Store Front Gallery New York) dan Profesor Matthias Böttger (Basel Academy of Art and Design) akan mengkaji perubahan dampak globalisasi dan keterlibatan lintas negara. Pembahasan akan berfokus pada bagaimana lembaga kebudayaan dapat mempertahankan relevansinya bagi generasi baru yang tumbuh di era digital, sekaligus mempertimbangkan apakah diplomasi antarbudaya tradisional masih memiliki peran penting saat ini.
2. Warisan, Keberagaman, dan Interdisipliner
Berfokus pada perkembangan koleksi bersejarah, sesi ini menyoroti persinggungan antara beragam narasi budaya dan penelitian multidisipliner.
Profesor Lu Xiaobo (Tsinghua University) dan Monsinyur Alberto Rocca (Pinacoteca Ambrosiana) akan membahas bagaimana struktur dan tradisi kelembagaan dapat mendukung sekaligus membatasi upaya pencarian pengetahuan baru. Mereka juga akan memberikan wawasan tentang cara menjembatani praktik kuratorial dengan pendekatan-pendekatan kontemporer.
3. Museum Universitas dan Pembelajaran Berbasis Pengalaman
Dengan menitikberatkan pada perubahan peran museum akademik sebagai ruang aktif untuk pembelajaran imersif, sesi ini akan membahas perkembangan fungsi galeri universitas.
Profesor Jin Jun (Central Academy of Fine Arts) dan Doktor Luke Syson (Fitzwilliam Museum, University of Cambridge) akan mengulas perubahan peran galeri universitas serta kontribusinya terhadap kehidupan kampus dan pendidikan holistik yang mengembangkan individu secara menyeluruh.
4. Museologi Digital dan Koleksi Takbenda
Membahas transformasi digital dalam pelestarian warisan budaya, sesi ini akan mengkaji pemanfaatan teknologi canggih, seperti realitas diperluas (XR) dan kecerdasan buatan (AI), untuk konservasi di masa depan.
Hing Chao (Hong Kong Cultural Festival) dan Cora Würmell (State Art Collections Dresden) akan mengeksplorasi hubungan antara artefak fisik dan arsip hidup. Mereka juga akan membahas berbagai metode baru untuk menjembatani batas-batas tradisional di museum antara ilmu pengetahuan, seni, dan sejarah.
Merayakan Satu Dekade Pertukaran Lintas Disiplin
Sejak didirikan pada 2016, Galeri Indra and Harry Banga telah menjadi wadah dinamis yang menjembatani ilmu humaniora dan sains melalui berbagai pameran transformatif.
Indra Banga, Pelindung Pendiri sekaligus Ketua Kehormatan Komite Penasihat Galeri, menyampaikan penutup:
"Selama satu dekade terakhir, Harry dan saya berbagi visi dengan CityUHK untuk mendukung sebuah platform perintis yang mempertemukan seni, budaya, teknologi, dan penelitian.
"Hari ini, galeri tersebut telah berkembang menjadi pusat pembelajaran dan penemuan yang dinamis, menghubungkan talenta dan gagasan dari Hong Kong maupun berbagai belahan dunia. Kami sangat senang dapat menegaskan kembali dukungan berkelanjutan kami terhadap galeri dan universitas ini."
Tentang 10AFEST
10AFEST merupakan platform interdisipliner Asia yang berfokus pada teknologi seni (Art-Tech) dan inovasi budaya. Platform ini mempertemukan peserta dari 13 negara dan wilayah serta 23 kota untuk bertukar gagasan, mempresentasikan proyek, dan membangun kolaborasi di masa depan.
Program 10AFEST
Negara-negara yang berpartisipasi meliputi China, Jerman, Indonesia, Italia, Mongolia, Myanmar, Filipina, Singapura, Korea Selatan, Swiss, Thailand, Inggris, dan Vietnam.
Kota-kota yang berpartisipasi meliputi Bangkok, Basel, Beijing, Cambridge, Cavite, Dresden, Guangzhou, Hangzhou, Kota Ho Chi Minh, Hong Kong, Jinan, Makau, Kota Makati, Manila, Milan, Seoul, Shanghai, Shenzhen, Singapura, Tianjin, Ulaanbaatar, Yangon, dan Yogyakarta.
Berlokasi di kampus City University of Hong Kong (CityUHK), Galeri Indra and Harry Banga telah menjadi wadah dinamis bagi kolaborasi interdisipliner, inovasi budaya, penelitian translasional, dan pendidikan masyarakat sejak didirikan pada 2016.
Galeri ini telah memperoleh pengakuan melalui berbagai pamerannya yang khas, termasuk Leonardo da Vinci: Art & Science (Leonardo da Vinci: Seni dan Sains), The Atlas of Maritime Buddhism (Atlas Buddhisme Maritim), Central African Art - Invocation of an Unseen World (Seni Afrika Tengah - Seruan bagi Dunia yang Tak Terlihat), Zodiac Heads from the Yuanmingyuan and Important Treasures (Kepala-Kepala Zodiak dari Yuanmingyuan dan Harta Karun Penting), On the Road: Young Media Artists in China (Dalam Perjalanan: Seniman Media Muda di China), serta Prototyping: The Power of Play (Pembuatan Prototipe: Kekuatan Bermain), dan berbagai pameran lainnya.
Informasi dan foto-foto pameran terdahulu dapat dilihat melalui situs web resmi galeri: https://www.cityu.edu.hk/bg/
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.