BEIJING, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 9 Oktober 2026 - Pada malam 6 Oktober, setelah Novak Djokovic memenangi set pertama dalam final tunggal p ..."/>
  • Home
  • Bisnis
  • Bagaimana "Kota dengan Dua Olimpiade" Menggerakkan Ekonomi Berbasis Ajang Olahraga

Bagaimana "Kota dengan Dua Olimpiade" Menggerakkan Ekonomi Berbasis Ajang Olahraga

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:06
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan Foto: Grand Smash Park di Shougang Park, Beijing, difoto pada 4 Oktober

BEIJING, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 9 Oktober 2026 - Pada malam 6 Oktober, setelah Novak Djokovic memenangi set pertama dalam final tunggal putra, lawannya, Alex de Minaur, mengundurkan diri akibat cedera. Dengan demikian, Djokovic berhasil meraih gelar China Open ketujuhnya.

Selama turnamen berlangsung, kemeriahan China Open tidak hanya terasa di lapangan pertandingan, tetapi juga meluas ke seluruh kawasan taman. Area yang menjadi "lokasi pertandingan kedua" dengan fasilitas menonton melalui layar besar, beragam produk suvenir berlisensi resmi, serta gerai makanan dan minuman yang ramai oleh aktivitas pengunjung memadukan semangat kompetisi olahraga dengan suasana kota yang santai. Hal ini menciptakan pengalaman menonton yang beragam selama masa liburan.

 "Setelah masuk melalui dua gerbang tiket, yaitu gerbang utara dan selatan Pusat Tenis Nasional, pengunjung akan menemukan toko produk berlisensi resmi di masing-masing lokasi. Selama libur Hari Nasional, kedua toko tersebut masing-masing menerima lebih dari 10.000 pengunjung setiap hari. Hampir seribu jenis produk yang tersedia memberikan wujud nyata bagi kenangan setiap orang selama mengikuti turnamen," ujar Yin Xufei, penanggung jawab toko produk berlisensi resmi China Open.

Shougang Park di Distrik Shijingshan, Beijing, juga turut berkembang berkat penyelenggaraan berbagai ajang olahraga. Turnamen WTT China Grand Smash yang digelar di kawasan taman dengan nuansa industri ini kembali memeriahkan libur Hari Nasional bersama China Open untuk tahun ketiga berturut-turut, memberikan gambaran nyata tentang semarak "Pekan Emas Olahraga".

 "Pengunjung dapat menghabiskan sepanjang hari berkeliling Shougang Park. Berbagai pilihan tersedia, mulai dari tempat makan dan pasar hingga suvenir. Selain memasuki arena untuk menyaksikan pertandingan dan memberikan dukungan kepada para atlet, pengunjung juga dapat merasakan suasana meriah ketika olahraga tenis meja, yang merupakan olahraga kebanggaan nasional Tiongkok, berpadu dengan perayaan libur Hari Nasional di Grand Smash Park," ujar Gao Yize, seorang penggemar olahraga dari Xinjiang.

Di toko resmi produk berlisensi WTT China Grand Smash, para pengunjung dan wisatawan berhenti untuk melihat kaus bertema turnamen yang mengusung konsep "Jelajahi Shijingshan dengan Satu Kaus". Bagi mereka yang sudah mengenal konsep "ekonomi tiket pertandingan" (ticket stub economy), kaus ini dapat dianggap sebagai "tiket pertandingan yang bisa dikenakan saat berjalan-jalan". Dengan mengenakan kaus tersebut selama turnamen berlangsung, pengunjung dapat menikmati diskon eksklusif untuk layanan kuliner, akomodasi, dan wisata di ratusan mitra usaha yang tersebar di Shougang Park, Yongdingheji, Jalan Bersejarah dan Budaya Moshikou, serta sejumlah lokasi lainnya.

 "Pekan Emas Olahraga" telah membangkitkan semarak di seluruh kota. Dengan bertumpu pada ajang olahraga internasional bergengsi seperti China Open dan WTT China Grand Smash, berbagai kompetisi olahraga profesional, olahraga masyarakat, serta kegiatan olahraga bagi generasi muda diselenggarakan di seluruh penjuru kota yang dikenal sebagai "Kota dengan Dua Olimpiade" (Dual Olympic City). Beragam kegiatan tersebut menjangkau wilayah utara, selatan, timur, dan barat kota, sekaligus menyatu dengan kehidupan di jalan-jalan dan gang-gang perkotaan.

Selama libur Hari Nasional, ajang Beijing Yizhuang GT World Challenge menarik lebih dari 26.000 penonton. Di sekitar Danau Tongming, deru mesin menggema, sementara kecepatan dan semangat kompetisi berpadu dengan pemandangan danau serta lanskap perkotaan. Karnaval bertema otomotif yang menggabungkan kegiatan menonton balapan, budaya mobil, interaksi teknologi, dan konsumsi rekreasi turut mendorong peningkatan signifikan dalam pengeluaran untuk kuliner, ritel, dan akomodasi di kawasan sekitarnya.

Di Miyun, kawasan pinggiran Beijing, kejuaraan China Men's 3×3 Basketball League menghubungkan berbagai sumber daya pariwisata budaya dengan kawasan komersial utama. Ajang ini menghadirkan pasar bertajuk "Chao San" yang mempertemukan lebih dari 30 pelaku usaha, dengan menawarkan hidangan khas Miyun yang dikenal sebagai Three Roasts, makanan tradisional berupa mi pati yang termasuk warisan budaya takbenda, serta berbagai produk khas lainnya. Dengan demikian, para penggemar dapat menikmati kuliner sekaligus membeli produk lokal setelah menyaksikan pertandingan.

Sebagai "Kota dengan Dua Olimpiade", Beijing telah menjadikan kegiatan wisata budaya selama masa liburan sebagai bagian standar dari penyelenggaraan berbagai ajang olahraga. Langkah ini memperluas pilihan aktivitas konsumsi di sekitar acara olahraga dan meningkatkan pengalaman pengunjung, sekaligus semakin menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari penyelenggaraan ajang olahraga.

 



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top