• Home
  • Bisnis
  • Digital Entertainment Leadership Forum 2026 Resmi Ditutup Setelah Tiga Hari, Lebih dari 4.000 Peserta Mengeksplorasi Peran AI dalam Membentuk Kembali Industri Hiburan Digital serta Industri Kreatif dan Budaya

Digital Entertainment Leadership Forum 2026 Resmi Ditutup Setelah Tiga Hari, Lebih dari 4.000 Peserta Mengeksplorasi Peran AI dalam Membentuk Kembali Industri Hiburan Digital serta Industri Kreatif dan Budaya

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:43
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan Foto: Forum tiga hari "2026 Cyberport Digital Entertainment Forum" telah sukses diselenggarakan dan menarik lebih dari 4.000 peserta secara keseluruhan.

HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 30 Agustus 2026 - Acara unggulan tahunan Digital Entertainment Leadership Forum 2026 (DELF 2026) yang diselenggarakan oleh Cyberport telah sukses ditutup hari ini. Mengusung tema "The Dreamatic Circus", forum tahun ini berfokus pada sejumlah topik utama, termasuk kecerdasan buatan (AI), teknologi imersif, pengembangan ekonomi berbasis kekayaan intelektual (IP), serta inovasi dalam industri budaya dan kreatif. Selama tiga hari berturut-turut, forum menghadirkan empat zona pengalaman tematik, yaitu Digital Entertainment, Culture and Arts, Smart Living and Business, serta Robotics and Drones, yang mempertemukan para pemimpin dan pakar dari bidang teknologi, hiburan, budaya dan seni, pendidikan, serta industri kreatif untuk mengeksplorasi tren dan arah terbaru dalam pemanfaatan teknologi inovatif bagi penciptaan konten, pelestarian budaya, dan penerapan di dunia bisnis.

Setelah mendapat respons positif pada hari pertama, hari kedua dan ketiga berfokus pada praktik kreatif, pengalaman teknologi, dan keterlibatan masyarakat, dengan menghadirkan lebih dari 35 pameran teknologi inovatif, pengalaman interaktif, serta berbagai kegiatan menarik. Sejumlah sorotan utama antara lain pameran seni interaktif imersif dari IP animasi orisinal Hong Kong Another World, aktivasi interaktif phygital dari Nikopicto, robot tempur dari Jin Technology Limited, serta platform fesyen berbasis AI dan teknologi 3D dari Genesis ONE. Acara ini juga menghadirkan Art-Tech Concert, lokakarya AI game creator, pemutaran film, acara doujin, serta pengalaman esports yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Berbagai kegiatan tersebut memungkinkan masyarakat merasakan secara langsung berbagai kemungkinan baru yang dihadirkan teknologi terdepan bagi hiburan, kehidupan sehari-hari, dan penerapan bisnis, sekaligus menunjukkan potensi pertumbuhan dan peluang yang tercipta dari perpaduan AI dan hiburan digital.

Dr. Rocky Cheng, Chief Executive Officer Cyberport, mengatakan, "Kecerdasan buatan tengah mempercepat transformasi di berbagai sektor industri hiburan dan kreatif. AI tidak hanya mengubah cara konten diciptakan, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi pelestarian budaya, ekspresi artistik, dan pengembangan industri. DELF telah lama berperan sebagai platform pertukaran lintas sektor yang mendorong kolaborasi antara perusahaan teknologi, kreator, organisasi industri, dan talenta untuk bersama-sama mengeksplorasi berbagai skenario penerapan inovatif. Cyberport akan terus secara aktif mendorong integrasi AI dan industri kreatif, mengembangkan talenta di bidang inovasi dan teknologi (I&T), serta mendukung pengembangan perusahaan rintisan, sehingga membantu Hong Kong memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi dan teknologi internasional."

Menyoroti Integrasi Kreasi AI dan Art-Tech

Hari kedua forum berpusat pada praktik teknologi kreatif, dengan menampilkan berbagai penerapan terbaru AI dalam penciptaan konten, seni, dan hiburan melalui serangkaian kegiatan interaktif. "Art-Tech Concert", yang didukung oleh Hong Kong Innovative Technology Development Association, memadukan teknologi inovatif dengan pertunjukan langsung untuk menunjukkan bagaimana perangkat digital dapat menghadirkan bentuk ekspresi baru dalam musik dan seni. Sementara itu, "Hong Kong AI Game Jam 2026 & Creator Workshop 2026", yang didukung oleh Honor U Ministry Ltd & Hong Kong Game Development Association, menggabungkan kompetisi dan pembelajaran, sehingga para peserta dapat menggunakan perangkat AI untuk mengembangkan gim serta mengasah pemikiran kreatif melalui tantangan langsung dan bimbingan dari para pakar industri. Acara tersebut juga menghadirkan Accessible Gaming and Esports Experience yang didukung oleh Hong Kong Blind Union.

Penciptaan film dan konten digital juga menjadi salah satu sorotan utama. Acara ini menghadirkan Cyberport Academy: DELF 2026 - AI Creative Micro-Academy, yang memungkinkan masyarakat mengeksplorasi perangkat kreatif mutakhir dari berbagai merek terkemuka serta mempelajari cara menggunakan AI generatif dan teknologi terdepan lainnya untuk penceritaan audiovisual, desain gim interaktif, dan berbagai bentuk penciptaan konten lainnya. Forum ini juga menggelar kelas master untuk film animasi orisinal Another World, dengan menghadirkan Ms. Polly Yeung, Chief Executive Officer Gudo Inc., dan Ms. BeeWon Lee, CEO sekaligus produser SuperString Inc., untuk berbagi wawasan mengenai cara menginterpretasikan kembali "Another World" bagi audiens webtoon global.

Selain itu, sejumlah program populer seperti XODIAC: Cosmic Code dan Drone Cirque: A Circus in the Air berhasil menarik banyak penonton. Kedua program tersebut memadukan seni pertunjukan, teknologi visual, dan hiburan interaktif dalam format inovatif, sekaligus menunjukkan berbagai arah baru dalam pengembangan hiburan berbasis teknologi.

Mempertemukan Budaya, Pendidikan, dan Masyarakat untuk Mendorong Inovasi bagi Semua

Pada hari terakhir, forum semakin menunjukkan pentingnya pemerataan pemanfaatan teknologi serta keterlibatan lintas generasi. Didukung oleh Rotary Club of Smart Hong Kong, acara "Elderly eSports Tournament & Experience Day" mengajak para peserta lanjut usia untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan esports dan pengalaman interaktif. Kegiatan tersebut menunjukkan potensi hiburan digital dalam mendorong koneksi sosial, pertukaran antargenerasi, dan pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus semakin mendorong perkembangan teknologi untuk lansia atau geronteknologi.

Acara ini juga menjadi tempat penyelenggaraan "2nd Edition of Gen AI Student Social Challenge Award Ceremony and AI for Culture & IP Forum", yang memberikan penghargaan kepada talenta muda yang memanfaatkan AI generatif untuk mengatasi persoalan sosial dan mendorong inovasi budaya. Para pakar industri turut diundang untuk membahas bagaimana AI dapat memberdayakan sektor budaya dan pengembangan kekayaan intelektual, sekaligus membuka lebih banyak peluang bagi ekonomi kreatif Hong Kong.

Bagi komunitas kreator, "Creator Conflicts Doujin Exchange", yang didukung oleh Lifetime Memory, mempertemukan ilustrator, kreator, dan para penggemar budaya anime untuk mendorong pertukaran ide serta kolaborasi kreatif, sekaligus menyoroti semaraknya komunitas budaya orisinal di Hong Kong.

Dalam program film, acara ini menayangkan film animasi lokal To a Beautiful Time Gone By, karya-karya terpilih dari perusahaan yang masuk dalam daftar pendek program "Future Animation: 3rd AI-assisted animation production support scheme", serta karya-karya terpilih dari "2nd HKUST AI Film Festival Selected Projects", termasuk Tai Lung Fung - Full Throttle Kitchen, Tuen Min Vs. Tin Shui Wai, Cirkillation, Project J, In a Second, Where The Ink Stays, dan Weaving. Berbagai karya tersebut menampilkan pencapaian inovatif dalam pembuatan video, produksi animasi, dan penceritaan.

Acara Tiga Hari Ciptakan Platform Pengalaman Inovasi untuk Hiburan Berbasis AI

Sepanjang penyelenggaraan DELF 2026, lebih dari 35 pengalaman interaktif dihadirkan, bersama dengan 27 lokakarya di lokasi yang membahas penerapan AI dan berbagai teknologi inovatif. Melalui kampanye "Play to Earn", masyarakat didorong untuk mengeksplorasi penerapan teknologi terdepan sambil menikmati keseruan dalam menemukan berbagai inovasi baru.

Hari pertama forum juga menghasilkan sejumlah capaian kolaborasi antara industri dan akademisi. Cyberport menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Alibaba Cloud, The Hong Kong Academy for Performing Arts, dan Hong Kong Shue Yan University, yang mencakup berbagai bidang, termasuk inkubasi perusahaan rintisan, penerapan AI, penelitian dan pengembangan proyek art-tech, serta pengembangan talenta. Langkah ini semakin memperkuat kolaborasi antara sektor industri, akademisi, dan penelitian, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem teknologi.

Sebuah "eVTOL Trial Flight Demo" juga digelar di Cyberport Waterfront Park, yang menampilkan pencapaian terbaru Hong Kong dalam bidang ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy) dan mobilitas cerdas. Demonstrasi tersebut menarik hampir 1.000 kunjungan dan menjadi salah satu sorotan lain dalam forum.

Mendorong Hong Kong sebagai Pusat Internasional Hiburan Digital dan Inovasi AI

Melalui pertukaran gagasan dalam forum, pameran karya kreatif, demonstrasi teknologi, serta berbagai kegiatan untuk masyarakat, DELF 2026 berhasil mempertemukan kekuatan dari sektor teknologi, budaya, seni, dan hiburan untuk mengeksplorasi arah perkembangan industri hiburan digital di era AI.

Cyberport akan terus menjalankan perannya sebagai pusat teknologi digital dan akselerator AI Hong Kong, mendorong penerapan dan implementasi teknologi inovatif sekaligus mengembangkan generasi baru talenta di bidang inovasi, teknologi, dan industri kreatif. Bersama para pelaku industri, Cyberport akan membantu membuka babak baru bagi sektor hiburan digital Hong Kong.

Silakan klik di sini untuk mengunduh foto-foto pers beresolusi tinggi.

Foto 1 hingga 2: Forum tiga hari "2026 Cyberport Digital Entertainment Forum" telah sukses diselenggarakan dan menarik lebih dari 4.000 peserta secara keseluruhan.

Foto 3 hingga 4: "eVTOL Trial Flight Demo" menggelar demonstrasi penerbangan di Cyberport Waterfront Park.

Foto 5 hingga 7: Digital Entertainment Leadership Forum 2026 menampilkan beragam pameran pengalaman imersif dan produk teknologi, menghadirkan pengalaman hiburan digital yang kaya bagi masyarakat.

Foto 8: Forum ini mempertemukan lebih dari 60 pemimpin industri dan pembicara ternama untuk berbagi wawasan mengenai penerapan teknologi terdepan, seperti AI, serta inovasi dalam industri penciptaan konten.

Foto 9 hingga 11: "Elderly eSports Tournament & Experience Day" dalam rangkaian DELF 2026 menghadirkan Dr. Rocky Cheng, Chief Executive Officer Cyberport, dan Cheung Mingman, yang dikenal sebagai "the Patriotic Singer", sebagai tamu kehormatan (GOH). Ratusan peserta lanjut usia berkumpul di lokasi untuk merasakan keseruan e-sports.

Foto 12: Masyarakat turut mengikuti Cyberport Academy: DELF 2026 - AI Creative Micro-Academy untuk mempelajari cara memanfaatkan AI dan teknologi terdepan lainnya guna mendukung proses penciptaan konten.

https://www.cyberport.hk/en


Tentang Hong Kong Cyberport

Sepenuhnya dimiliki oleh Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR), Cyberport merupakan pusat teknologi digital dan akselerator AI Hong Kong, dengan visi untuk memberdayakan digitalisasi industri dan transformasi cerdas, mendorong perkembangan ekonomi digital dan AI, serta menjadikan Hong Kong sebagai pusat internasional untuk AI, inovasi, dan teknologi (I&T). Cyberport menaungi lebih dari 2.400 perusahaan, termasuk 29 perusahaan tercatat di bursa dan 10 perusahaan unicorn. Sepertiga pendiri perusahaan yang beroperasi di Cyberport berasal dari 28 negara dan wilayah, sementara perusahaan-perusahaan Cyberport telah berekspansi ke lebih dari 35 pasar global.

Dengan Hong Kong's largest AI Supercomputing Centre dan AI Lab sebagai penggerak utama, Cyberport terus membangun ekosistem AI bersama perusahaan-perusahaan AI terkemuka di industri serta lebih dari 500 perusahaan rintisan di bidang AI dan ilmu data. Melalui pengembangan klaster teknologi, yaitu AI, ilmu data, blockchain, dan keamanan siber, Cyberport memberdayakan berbagai industri yang mencakup kota pintar dan pemerintahan, perbankan dan keuangan, hiburan digital, budaya dan pariwisata, layanan kesehatan, pendidikan dan pelatihan, manajemen properti, konstruksi, transportasi dan logistik, lingkungan hijau, serta sektor lainnya, sekaligus menjadi rumah bagi komunitas FinTech terbesar di Hong Kong. Atas mandat Pemerintah HKSAR, Cyberport telah menjalankan skema proof-of-concept dan sandbox, memberikan subsidi untuk adopsi teknologi digital, menyelenggarakan pelatihan teknologi bagi industri, serta menyediakan program inkubasi perusahaan rintisan untuk mendorong penelitian dan pengembangan teknologi, penerapan serta komersialisasi teknologi, sehingga mempercepat transformasi digital dan peningkatan kecerdasan di berbagai industri dan masyarakat.

Cyberport juga merupakan "State-level Scientific and Technological Enterprise Incubator" dan salah satu inkubator utama di Hong Kong. Cyberport mendukung para wirausahawan melalui pendanaan dan penyediaan ruang kantor, serta menyediakan jaringan luas yang mencakup perusahaan, investor, korporasi teknologi, dan penyedia layanan profesional untuk mendukung pertumbuhan bisnis dan ekspansi ke Tiongkok Daratan maupun pasar luar negeri. Cyberport juga menyediakan fasilitasi menyeluruh bagi perusahaan yang ingin beroperasi di Hong Kong, menarik dan mengembangkan talenta, serta berfungsi sebagai landasan peluncuran yang siap membantu perusahaan rintisan pada setiap tahap perkembangan untuk naik ke tingkat berikutnya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: https://www.cyberport.hk/en.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top