MBT Memperkuat Komitmen dalam Memberdayakan Peserta Didik Neurodivergen melalui Pelatihan Vokasional Inklusif
SELANGOR, MALAYSIA ? Media OutReach Newswire ? 3 Juli 2026 ? Montfort Boys Town kembali melahirkan generasi lulusan terampil dan siap kerja, dengan seluruh 107 siswanya dari angkatan wisuda 2026 berhasil memperoleh Sertifikat Sijil Kemahiran Malaysia (SKM) Level 2.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen berkelanjutan lembaga tersebut dalam mendukung agenda Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Vokasional (TVET) Malaysia dengan membekali generasi muda dengan keterampilan yang relevan dengan industri, kompetensi profesional, dan nilai-nilai karakter yang kuat untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dengan tema ?Powered by Skills, Fuelled by Ambition?, upacara Wisuda Angkatan 2026 diresmikan oleh YB Lee Chean Chung, Anggota Parlemen Petaling Jaya, dan dihadiri oleh Ketua Lembaga Gubernur Ir. Dr. Philip Tan Chee Lin, anggota Lembaga Gubernur, sponsor korporat, mitra industri, orang tua dan wali, serta calon pemberi kerja.
Angkatan wisudawan terdiri dari 107 siswa dari enam disiplin vokasional:
- - Otomotif ? 24 siswa
- - Roti dan Kue (Bakery and Pastry) ? 23 siswa
- - Kelistrikan ? 21 siswa
- - Perhotelan (Hospitality) ? 19 siswa
- - Desain Grafis dan Multimedia ? 11 siswa
- - Pemeliharaan Fasilitas ? 9 siswa
Dalam sambutannya, Bro. Robin Devasagayam menekankan peran TVET dalam mempersiapkan generasi muda Malaysia untuk peluang kerja di masa depan. ?Montfort membekali para lulusan dengan KUNCI keterampilan dan karakter. Dengan KUNCI ini, para lulusan dapat membuka pintu menuju masa depan mereka,? ujarnya.
Sejak didirikan, Montfort Boys Town telah melahirkan sekitar 7.500 lulusan, yang banyak di antaranya telah membangun karier sukses di berbagai industri. Lembaga ini terus berkontribusi pada pengembangan jalur bakat terampil Malaysia melalui pelatihan vokasional praktis yang berfokus pada industri.
Peraih Beasiswa Tahun Ini untuk kategori Perempuan, Wan Kai Qing, menyoroti pentingnya membangun hubungan positif, menjaga integritas, dan tetap kuat dalam menghadapi tantangan hidup. Ia menekankan bahwa kejujuran tetap menjadi salah satu nilai terpenting yang dapat dijunjung seseorang dan mendorong rekan-rekan siswanya untuk tetap fokus pada tujuan mereka sambil terus ?percaya pada Tuhan dan kemampuan diri mereka sendiri.?
Peraih Beasiswa Tahun Ini untuk kategori Laki-laki, Looi Wen Ting, merefleksikan transformasi pribadinya selama berada di Montfort Boys Town. Ia menceritakan bahwa sebelum bergabung dengan lembaga tersebut, ia kurang memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan arah dalam hidup. Melalui bimbingan dan pelatihan yang diterimanya, ia mengembangkan rasa tujuan yang lebih kuat, menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab, dan kini bertekad untuk bekerja keras membangun masa depan yang lebih baik bagi dirinya.
Montfort Boys Town juga tetap berkomitmen untuk memastikan bahwa pendidikan keterampilan yang berkualitas dapat diakses oleh peserta didik dari berbagai latar belakang, termasuk individu neurodivergen.
Di antara lulusan tahun ini adalah Aaron Barare Kumar, yang didiagnosis autisme pada usia lima tahun dan terpilih untuk menyampaikan pidato perwakilan lulusan selama upacara berlangsung. Aaron juga menerima penghargaan atas Kedisiplinan Baik, Peningkatan Luar Biasa, dan Pelayanan Khusus sebagai pengakuan atas dedikasi dan pengembangan pribadinya selama masa studi.
Pencapaiannya menyoroti peran jalur TVET inklusif dalam memungkinkan pelajar neurodivergen berfungsi tinggi (high-functioning) untuk mengembangkan keterampilan praktis, mendapatkan kepercayaan diri, dan mengejar peluang karier yang berkelanjutan.
Aaron Barare Kumar mendorong para siswa yang lebih muda untuk tetap tangguh dalam menghadapi tantangan, menekankan bahwa kemunduran dan perjuangan pribadi tidak boleh pernah dijadikan alasan untuk menyerah. Ia berbagi bahwa kesuksesan datang dari ketekunan, keyakinan pada diri sendiri, dan kemauan untuk terus melangkah maju meskipun menghadapi kesulitan. Aaron menasihati adik-adik kelasnya untuk ?terus bekerja keras, percaya pada kemampuan mereka, dan tetap berkomitmen untuk mencapai tujuan.?
Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutannya terhadap pendidikan inklusif, Montfort Boys Town sedang menjajaki pengenalan program-program khusus yang dirancang bagi siswa neurodivergen berfungsi tinggi untuk memperluas akses ke pelatihan vokasional dan peluang kerja.
Lembaga ini juga berencana untuk meningkatkan program SKM Level 2 yang ada menjadi SKM Level 3 dan memperkenalkan sertifikasi SKM untuk program Desain Grafis dan Multimedia, yang selanjutnya akan memperkuat penawaran pelatihan dan meningkatkan peluang pengembangan karier bagi siswa di masa depan.
Upacara tersebut juga menampilkan penyerahan Penghargaan Dana Abadi Eva Gomez (Eva Gomez Endowment Fund Award), dengan Risyaah A/P Palanivelu menerima RM1.000 sebagai pengakuan atas ketekunan dan komitmennya selama masa studi.
Seiring dengan terus meningkatnya permintaan akan tenaga kerja terampil di berbagai industri, Montfort Boys Town tetap berdedikasi untuk mengembangkan tenaga kerja yang siap menghadapi masa depan melalui pendidikan vokasional yang berkualitas, sambil memastikan bahwa peluang tetap dapat diakses oleh semua peserta didik.

Tentang Montfort Boys Town
Montfort Boys Town (MBT) adalah penyedia pelatihan terdaftar di bawah JPK (L00002) dan menawarkan pelatihan keterampilan dengan sertifikasi SKM Level 2 dan Level 3. Lembaga ini membekali lulusan dengan keterampilan yang sesuai untuk karier di bidang Desain Grafis dan Multimedia, Teknik Mesin (Pemesinan), Perhotelan, Roti dan Kue, Kelistrikan, Pemeliharaan Fasilitas (Manajemen), dan Otomotif. MBT menyediakan perawatan hunian (asrama) dan pelatihan keterampilan bagi putus sekolah, siswa dari keluarga berpenghasilan rendah, serta dari orang tua tunggal dan panti asuhan. Tujuan utama lembaga ini adalah membangun karakter sekaligus keterampilan di kalangan pemuda untuk berkontribusi pada angkatan kerja dengan sekelompok pemuda dan pemudi yang berbakat dan profesional. Tagline MBT menggema tujuannya ? Real Life, Real Skills (Kehidupan Nyata, Keterampilan Nyata).






