PELALAWAN, RIAUGREEN.COM - Sebanyak 32 mahasiswa Program Studi Hubungan Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menjalani kunjungan industri ke PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik, Selasa, 22 Juli 2025. Para mahasiswa didampingi dosen pembimbing Raja Widya Novchi S.I.Kom., M.Soc.Sc., serta Khusnul Hanafi, M.Soc.Sc., Sumaiyah Abdullah, M.I.Kom., dan M. Fauzan Firdaus, M.I.Kom.
PT RAPP yang merupakan bagian dari APRIL Group dipilih karena posisinya sebagai salah satu perusahaan terdepan di sektor pulp dan kertas di Asia Tenggara. Perusahaan ini dikenal bukan hanya karena skala produksinya yang besar, tetapi juga karena penerapan teknologi modern, strategi komunikasi internal dan eksternal yang solid, serta tanggung jawab sosial yang dijalankan secara terintegrasi.
Kegiatan diawali dengan sesi pengenalan profil perusahaan, kemudian dilanjutkan observasi langsung ke berbagai unit kerja strategis. Di Royal Golden Eagle (RGE), mahasiswa mempelajari integrasi teknologi dan sistem digital dalam manajemen produksi serta pelaporan komunikasi. Selanjutnya, di unit Community Development/BPPUT, mahasiswa menelusuri implementasi program pengembangan masyarakat seperti pelatihan UMKM, pendidikan, hingga pelestarian budaya melalui batik Pelalawan.
Praktisi Humas PT RAPP, Tata Hira, menyambut hangat kehadiran rombongan dan menekankan bahwa dunia kehumasan tak hanya bergulat di ruang teori, tetapi menuntut kemampuan membangun relasi dan kepercayaan publik. Ia menyebut pengalaman lapangan sebagai sarana penting bagi mahasiswa untuk memahami peran komunikasi korporat secara utuh.
“Kami sangat senang dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama para mahasiswa. Di dunia industri, peran humas tidak hanya sebatas teori, tetapi juga mencakup kemampuan membangun kepercayaan dan menjalin komunikasi yang efektif dengan masyarakat,” ungkap Tata Hira.
Dosen pengampu mata kuliah Corporate Responsibility dan Manajemen Citra Reputasi, Raja Widya Novchi, menilai kegiatan ini sebagai jembatan penting antara teori dan praktik. Ia berharap kunjungan industri seperti ini dapat membuka pemahaman mahasiswa terhadap tantangan dan strategi komunikasi di sektor bisnis nyata.
Pengalaman ini dirasakan langsung oleh Alif Bintang, salah satu peserta, yang mengaku lebih mudah memahami materi kuliah setelah melihat langsung proses kerja komunikasi perusahaan. Ia menilai kesempatan berdiskusi dengan praktisi membuat pelajaran menjadi lebih relevan dan membekas.
Program Studi Humas UMRI menegaskan komitmen mereka untuk terus menghadirkan pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan kontekstual. Dengan demikian, para lulusan diharapkan memiliki kesiapan yang kuat untuk bersaing dalam industri komunikasi baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.