BANGKOK, THAILAND – Media OutReach Newswire – 22 Mei 2026 – Asosiasi Produsen Semen Thailand (Thai Cement Manufacturers Association/Thai Cement Manufacturers Association) mencatat tonggak penting nasional dalam upaya dekarbonisasi industri semen dan beton Thailand menuju target Net Zero 2050. Kemajuan ini didorong oleh kolaborasi kuat antara lembaga pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional dalam proyek “Decarbonization of the Cement and Concrete Sectors in Thailand”, sekaligus mempercepat adopsi teknologi, inovasi, dan investasi hijau untuk meningkatkan daya saing serta mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dr. Chana Poomee, Ketua Kehormatan TCMA dan Presiden Federasi Produsen Semen ASEAN (AFCM)  menyatakan bahwa “tonggak nasional” ini mencerminkan kekuatan kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini dipimpin oleh United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), bekerja sama dengan TCMA dan lembaga pemerintah Thailand terkait, termasuk Department of Climate Change and Environment serta Department of Industrial Works, dengan dukungan pendanaan sebesar CAD 8 juta dari Pemerintah Kanada melalui Environment and Climate Change Canada (ECCC), untuk mempercepat pengurangan emisi gas rumah kaca secara nyata di sektor semen dan beton.

Sebagai perwakilan industri, Thai Cement Manufacturers Association berperan sebagai platform utama yang menghubungkan seluruh pemangku kepentingan dalam rantai nilai, sekaligus mendorong implementasi “Thailand 2050 Net Zero Cement and Concrete Roadmap”. Langkah ini sejalan dengan target NDC 3.0 Thailand, memperkuat daya saing industri, menarik investasi hijau, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Dekarbonisasi bukan hanya tantangan mendesak, tetapi juga peluang strategis untuk meningkatkan daya saing nasional. Kemajuan yang dicapai dalam proyek ini mencakup pengembangan kebijakan, inovasi, penerapan teknologi, standar, serta pengembangan kapasitas—yang menjadi enabler utama dalam mempercepat transisi industri menuju Net Zero,” ujar Dr. Chana.

Salah satu kemajuan teknologi utama dalam proyek ini adalah pengenalan Mobile Carbon Capture Unit (MCCU) dari CETRI, Kanada. Teknologi canggih dan fleksibel ini dirancang untuk operasi industri nyata dan akan mulai diuji pada bulan Juni, dengan rotasi di berbagai pabrik semen anggota TCMA di kawasan SARABURI SANDBOX. Uji coba ini bertujuan memvalidasi kinerja dalam berbagai kondisi operasional sekaligus membuka jalan bagi penerapan skala industri yang lebih luas.

“Penerapan MCCU di Thailand menunjukkan kuatnya kolaborasi internasional dalam menghadirkan teknologi maju ke aplikasi dunia nyata. Ini mempercepat proses learning-by-doing, memvalidasi kinerja teknologi, memperkuat kapasitas teknis lokal, serta mengurangi risiko investasi—membangun fondasi kuat untuk peningkatan skala di masa depan,” tambah Dr. Chana.

Dari sisi investasi, pengembangan proyek yang siap teknologi dan selaras dengan standar meningkatkan kepercayaan investor, memperkuat daya tarik investasi hijau, serta meningkatkan akses terhadap pembiayaan berkelanjutan—faktor kunci dalam mempercepat transisi industri menuju Net Zero.

Thai Cement Manufacturers Association terus mendorong industri melalui pendekatan “Collaborative Mindset-Action-Value”, dengan mempromosikan adopsi sistematis teknologi rendah karbon, termasuk inovasi semen rendah karbon seperti Limestone Calcined Clay Cement (LC3) serta Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS). Solusi ini tidak hanya menurunkan emisi, tetapi juga meningkatkan efisiensi, menekan biaya jangka panjang, dan memperkuat daya saing global.

Di tingkat regional, Thai Cement Manufacturers Association memperluas perannya melalui ASEAN Federation of Cement Manufacturers (AFCM) dengan mendorong kolaborasi serta pengembangan AFCM Decarbonization Roadmap, yang menjadi kerangka bersama untuk mengurangi emisi karbon di industri semen ASEAN sekaligus meningkatkan teknologi, standar, dan daya saing regional.

“Sebagai Presiden AFCM, TCMA berkomitmen mendorong ASEAN menjadi kawasan rendah karbon dengan memanfaatkan kolaborasi sebagai mekanisme utama untuk mempercepat transfer teknologi, memperkuat kapasitas industri, dan membuka peluang ekonomi regional baru,” ujar Dr. Chana.

Thai Cement Manufacturers Association menegaskan kembali komitmennya untuk memperkuat kolaborasi serta menyambut dukungan internasional baik dalam teknologi maupun pembiayaan, guna mempercepat transisi menuju industri rendah karbon sekaligus meningkatkan daya saing Thailand di tingkat global.