HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 19 September 2026 - Chief Executive Hong Kong John Lee meluncurkan berbagai langkah strategis untuk mengembangkan pusat-pusat ekonomi utama Hong Kong ketika memperkenalkan Rencana Lima Tahun Pertama untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) 2026-2030 serta menyampaikan Pidato Kebijakan (Policy Address) kelimanya pada 16 September.
Di bawah Rencana Lima Tahun Pertama tersebut, Hong Kong akan berfokus pada penguatan empat pusat utama, pengembangan Hong Kong sebagai pusat talenta berkualitas tinggi, serta memperkokoh dan meningkatkan daya saingnya sebagai kota internasional.
Status Hong Kong sebagai pusat keuangan, maritim, dan perdagangan internasional yang terkenal di dunia, sekaligus sebagai pusat penerbangan internasional, menjadi fondasi utama bagi pembangunan berkualitas tinggi kota tersebut serta memberikan dasar yang kokoh bagi stabilitas dan kemakmuran jangka panjang Hong Kong.
"Kami akan memperkokoh dan meningkatkan status Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional serta tetap berkomitmen pada posisi global kami," kata John Lee. "Hong Kong akan memperdalam pengembangan bisnis Renminbi lepas pantai global dan pasar modalnya, membangun pusat pengelolaan aset dan kekayaan internasional serta pusat manajemen risiko internasional, meningkatkan pasar sekuritas, dan memperluas perdagangan pendapatan tetap serta komoditas."
John Lee mengatakan Hong Kong telah menjadi pusat pengelolaan kekayaan lintas batas terbesar di dunia tahun ini. Pemerintah HKSAR juga akan terus membangun ekosistem pengelolaan aset dan kekayaan yang semakin menarik bagi investor global.
Hong Kong juga akan mengembangkan ekosistem perdagangan komoditas dengan emas sebagai titik awal melalui pengembangan sistem kliring, fasilitas penyimpanan, rantai pasok, serta infrastruktur pendukung perdagangan emas. Sistem kliring dan penyelesaian transaksi emas terpusat Hong Kong dijadwalkan resmi diluncurkan pada kuartal pertama tahun 2027.
"Makna penting Rencana Lima Tahun Pertama Hong Kong terletak pada perubahan pola pikir. Kita harus merancang pembangunan sektor keuangan Hong Kong dengan visi jangka panjang dan perspektif yang lebih luas agar mampu beradaptasi secara fleksibel dan beragam," ujar Christopher Hui, Sekretaris Hong Kong untuk Layanan Keuangan dan Perbendaharaan. "Seluruh inisiatif kami berpusat pada satu tujuan, yaitu mengangkat Hong Kong dari sekadar 'koridor modal' menjadi 'tujuan utama pilihan investasi'."
Hong Kong tercatat sebagai entitas perdagangan barang terbesar kelima di dunia pada tahun 2025. Pemerintah HKSAR mengumumkan rencana untuk memperkokoh dan meningkatkan status Hong Kong sebagai pusat perdagangan internasional, sekaligus memainkan peran yang lebih besar dalam keterbukaan ekonomi tingkat tinggi di Daratan Tiongkok.
Sejak Satuan Tugas Pendukung Perusahaan Daratan Tiongkok untuk Go Global dibentuk pada Oktober tahun lalu, satuan tugas tersebut telah memberikan dukungan kepada lebih dari 340 perusahaan dari Daratan Tiongkok. Dukungan tersebut mencakup pencatatan saham dan penghimpunan modal di Hong Kong, penyesuaian dengan standar internasional, perolehan sertifikasi industri, hingga pemenuhan persyaratan kepatuhan global.
Satuan tugas tersebut juga akan memperkuat kolaborasi dengan organisasi profesi untuk melatih talenta bagi inisiatif Go Global, sekaligus meningkatkan layanan profesional di berbagai bidang lainnya.
"Sejalan dengan Rencana Lima Tahun Nasional ke-15 yang menyerukan penerapan multilateralisme sejati, Rencana Lima Tahun Pertama Hong Kong mengusulkan perluasan jaringan ekonomi dan perdagangan internasional," kata Algernon Yau, Sekretaris Hong Kong untuk Perdagangan dan Pembangunan Ekonomi.
"Kami akan secara aktif menjalin perjanjian perdagangan bebas dan perjanjian investasi dengan berbagai ekonomi yang memiliki potensi pertumbuhan maupun lokasi strategis. Pada saat yang sama, kami akan memperluas jaringan kantor luar negeri dan memanfaatkan jaringan gabungan Kantor Ekonomi dan Perdagangan Hong Kong di luar negeri, InvestHK, serta kantor Dewan Pengembangan Perdagangan Hong Kong (HKTDC) di seluruh dunia untuk mempererat hubungan internasional sekaligus meningkatkan promosi perdagangan dan investasi."
Sebagai pusat maritim internasional, Hong Kong telah menempati peringkat keempat dunia dalam kekuatan maritim komprehensif selama tujuh tahun berturut-turut. Rencana Lima Tahun ini akan mendorong transformasi Pelabuhan Hong Kong dari orientasi "volume menuju nilai" dengan memanfaatkan keunggulan Hong Kong dalam layanan maritim bernilai tambah tinggi untuk menjadikannya sebagai "Global Maritime Capital".
Untuk mendorong layanan bernilai tambah tinggi tersebut, industri maritim Hong Kong akan mengembangkan konsep "Finance + Shipping".
Dengan memanfaatkan kekuatan Hong Kong dalam pembiayaan maritim, asuransi maritim, serta arbitrase maritim berdasarkan sistem hukum common law, Hong Kong akan membangun ekosistem terpadu yang memungkinkan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Hong Kong menggunakan hukum Hong Kong, membeli polis asuransi Hong Kong, serta memilih Hong Kong sebagai tempat penyelesaian arbitrase.
Di sektor penerbangan, jumlah penumpang Hong Kong meningkat 15 persen secara tahunan pada tahun lalu menjadi 61 juta penumpang, dengan layanan penerbangan menuju lebih dari 220 destinasi.
Sementara itu, volume kargo udara Hong Kong mencapai 5,07 juta ton, menjadikan Bandara Hong Kong sebagai bandara kargo tersibuk di dunia untuk tahun ke-15 sejak 2010.
Untuk memperkuat perannya sebagai pusat penerbangan internasional, Hong Kong akan memperluas jaringan penerbangan sekaligus mendiversifikasi peluang bisnis di sektor aviasi.
Pemerintah HKSAR akan terus secara proaktif melakukan kunjungan ke Amerika Selatan, Afrika, Asia Tengah, Timur Tengah, dan kawasan Kaukasus guna mempercepat penyelesaian perjanjian layanan udara baru serta memperluas hak lalu lintas udara, sehingga membantu industri membuka pasar penumpang dan kargo baru.
Dalam upaya membangun Hong Kong sebagai pusat inovasi dan teknologi internasional, Pemerintah HKSAR akan meningkatkan penerapan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor industri. Pemerintah juga akan terus menjaga keseimbangan antara mendorong inovasi dan melindungi keamanan, sehingga mampu meningkatkan daya saing internasional Hong Kong dalam pengembangan AI.
Sejalan dengan bidang teknologi strategis nasional, Hong Kong akan memusatkan perhatian pada teknologi inti seperti ilmu hayati dan kesehatan, kecerdasan buatan dan robotika, mikroelektronika, energi baru, manufaktur maju, serta material baru. Selain itu, Hong Kong akan terus meningkatkan rasio Total Pengeluaran Domestik untuk Aktivitas Inovasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan target mencapai 3 persen setelah tahun 2030.
https://www.brandhk.gov.hk/
https://www.linkedin.com/company/brand-hong-kong/
https://x.com/Brand_HK/
https://www.facebook.com/brandhk.isd
https://www.instagram.com/brandhongkong
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.