• Home
  • Dumai
  • KRB Poros Bumi Ayu dan YBAH Hadirkan Pakar Dr. Elviriadi dalam Seminar Lingkungan 22 Oktober

KRB Poros Bumi Ayu dan YBAH Hadirkan Pakar Dr. Elviriadi dalam Seminar Lingkungan 22 Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:20
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

DUMAI, RIAUGREEN.COM - Dr. Elviriadi, S.Pi., M.Si., akademisi sekaligus pakar lingkungan hidup Riau, akan menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Multipihak bertema "Mewujudkan Lingkungan Permukiman yang Sehat di Sekitar Kawasan Industri" yang akan digelar di Grand Zury Hotel Dumai, Kamis, 22 Oktober 2026.

Seminar ini diselenggarakan oleh Kantor Redaksi Bersama Poros Bumi Ayu bersama Yayasan Bumi Alam Hijau (YBAH), dengan melibatkan tiga unsur narasumber, yakni pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan industri, serta akademisi atau pakar. 

Sebanyak 180 peserta ditargetkan hadir dari kalangan organisasi perangkat daerah, perusahaan, perguruan tinggi, mahasiswa, komunitas lingkungan, organisasi masyarakat sipil, dan tokoh masyarakat. Forum ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pandangan, tetapi juga mampu mengidentifikasi risiko lingkungan, memperkuat keterbukaan informasi, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bahan kebijakan dan advokasi lingkungan di Kota Dumai.

Seperti diketahui, Persoalan lingkungan hidup tidak cukup diselesaikan melalui kebijakan di atas kertas, tetapi membutuhkan kajian ilmiah, pengawasan, serta keberanian mengungkap persoalan yang berdampak terhadap masyarakat dan ekosistem.

Dr. Elviriadi dikenal sebagai dosen dan peneliti bidang lingkungan hidup di Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau. Latar belakang akademiknya mencakup pendidikan sarjana di bidang perikanan dan ilmu kelautan di Universitas Riau, magister Ilmu Lingkungan di universitas yang sama, serta doktor Ilmu Lingkungan dari Universiti Kebangsaan Malaysia. Perjalanan akademik tersebut menjadi fondasi keilmuannya dalam mengkaji persoalan ekologi, pengelolaan sumber daya alam, dan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.

Kiprah Elviriadi tidak hanya berkutat di ruang kuliah dan penelitian. Ia juga dikenal aktif menyoroti berbagai persoalan lingkungan melalui pengamatan lapangan, kajian ilmiah, serta perhatian terhadap hak masyarakat atas lingkungan yang baik dan sehat. Salah satu bidang yang menjadi perhatiannya ialah kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam, termasuk praktik Hutan Larangan Adat di Kabupaten Kampar. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa perlindungan lingkungan tidak hanya bertumpu pada teknologi dan regulasi, tetapi juga pada pengetahuan lokal serta keterlibatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam.
Di luar aktivitas akademik, Elviriadi juga disebut kerap terlibat sebagai ahli dalam perkara pidana maupun perdata lingkungan hidup. Peran ahli lingkungan menjadi penting ketika suatu persoalan membutuhkan penjelasan ilmiah mengenai kondisi ekosistem, potensi pencemaran, kerusakan lingkungan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Dalam konteks tersebut, keahlian akademik dan hasil kajian lapangan dapat menjadi bagian penting untuk membantu menjelaskan persoalan lingkungan secara objektif berdasarkan bukti dan kaidah keilmuan.

Kehadirannya dalam seminar di Dumai menjadi relevan mengingat kota ini merupakan salah satu pusat industri, perdagangan, energi, dan aktivitas pelabuhan strategis di Provinsi Riau. Pertumbuhan industri membawa manfaat ekonomi, tetapi pada saat yang sama menuntut pengelolaan dampak lingkungan yang serius, mulai dari pengendalian emisi dan limbah hingga perlindungan kualitas lingkungan permukiman. 

Dalam seminar tersebut, Elviriadi dijadwalkan mewakili perspektif akademisi atau pakar dengan fokus kajian mengenai hubungan antara kerusakan lingkungan dan risiko kesehatan masyarakat. Pandangan serta materi spesifik yang akan disampaikannya menjadi bagian yang dinantikan dalam forum tersebut.

Kehadiran Dr. Elviriadi sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami persoalan lingkungan melalui perspektif ilmiah, sosial, dan kepentingan publik. Tantangan sesungguhnya bukan sekadar mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam satu forum, melainkan memastikan dialog tersebut berlanjut menjadi langkah nyata yang dapat dievaluasi. Di tengah dinamika pembangunan industri Dumai, perlindungan lingkungan membutuhkan komitmen bersama, pengawasan yang konsisten, dan keberanian menjadikan keselamatan masyarakat sebagai bagian penting dari agenda pembangunan. Seminar 22 Oktober 2026 ini diharapkan menjadi salah satu ruang untuk mendorong arah tersebut.*


📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top