Lebih dari 90% responden di Singapura menyadari pentingnya infrastruktur yang siap mendukung kecerdasan buatan (AI). Menanggapi hal tersebut, Synology menyoroti pentingnya fondasi data yang diperlukan untuk mengubah penerapan AI menjadi nilai bisnis yang berkelanjutan
SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 4 November 2026 - AI menawarkan cara-cara baru bagi bisnis untuk melayani pelanggan dan meningkatkan produktivitas. Mempertahankan manfaat tersebut membutuhkan informasi yang dapat digunakan oleh tim dengan percaya diri serta sistem yang dapat mereka andalkan seiring meluasnya adopsi. Pada acara Synology Annual Press Event 2026, Synology menyoroti prioritas data yang bermunculan di antara bisnis-bisnis di Singapura dan menggarisbawahi upayanya dalam membantu organisasi membangun landasan untuk meraih nilai berkelanjutan dari AI.
Peluang ini terlihat jelas di Singapura, di mana lebih dari 90% responden survei Synology menganggap infrastruktur yang siap AI penting bagi efisiensi alur kerja dan produktivitas. Mengubah keyakinan tersebut menjadi hasil nyata sangat bergantung pada informasi yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis. Seiring AI menjadi bagian dari lebih banyak alur kerja, kualitas dan ketersediaan data perusahaan, berpadu dengan kemampuan untuk mengendalikan penggunaannya, akan menentukan seberapa sukses organisasi dapat memperluas adopsinya.
"AI menciptakan nilai ketika teknologi ini membantu orang-orang bekerja dengan lebih baik dan memungkinkan bisnis merespons pelanggan secara lebih efektif," ujar Antoine Yang, Head of Synology untuk Asia Tenggara. "Fokus kami adalah membantu organisasi mempertahankan pencapaian tersebut seiring bertumbuhnya adopsi, melalui data yang dapat mereka percayai dan jalur pemulihan yang andal ketika terjadi gangguan."
Landasan Data yang Kuat
Mengubah ambisi AI menjadi kenyataan membutuhkan landasan data yang kuat. Namun, membangun landasan ini menghadirkan tantangan signifikan bagi bisnis. Menurut survei tersebut, keamanan dan privasi data muncul sebagai kekhawatiran paling mendesak di antara responden Singapura, yang ditekankan oleh 71,3% responden, diikuti oleh kualitas dan ketersediaan data sebesar 46,3%, serta biaya implementasi yang tinggi sebesar 41,7%. Temuan ini mempertegas kebutuhan akan landasan data yang aman, mudah diakses, dan terkelola dengan baik saat bisnis beralih dari ambisi AI ke tahap implementasi.
Bagi para pemimpin bisnis, ini berarti menciptakan kondisi agar AI dapat memberikan nilai secara konsisten di seluruh organisasi. Berbagai tim membutuhkan informasi andal yang dapat mereka akses dan gunakan dalam batasan aturan yang jelas. Memasukkan persyaratan ini ke dalam perencanaan investasi dapat membantu bisnis mengatasi hambatan adopsi dan bersiap untuk memperluas AI ke dalam operasi inti mereka.
Prioritas-prioritas ini tercermin dari rencana alokasi investasi bisnis. Sekitar 58,7% responden di Singapura memprioritaskan infrastruktur hibrida (hybrid) atau on-premises (lokal), dibandingkan dengan hanya 9,7% yang memprioritaskan public cloud. Temuan ini menunjukkan adanya kebutuhan berkelanjutan akan kontrol yang lebih besar atas data penting bisnis saat organisasi bersiap menghadapi era AI.
"Seiring bisnis memperluas infrastruktur data mereka, mereka juga membutuhkan kepastian bahwa layanan esensial dapat dipulihkan saat gangguan terjadi," kata Emily Oh, Country Manager Synology Singapura. Meskipun 76% responden Singapura menyatakan percaya diri dengan kemampuan mereka untuk pulih secara cepat dari serangan ransomware sambil menjaga data cadangan (backup) tetap terlindungi, hanya 26,9% yang merasa sangat percaya diri. Kesenjangan ini menunjukkan bahwa tingkat keyakinan terhadap pemulihan masih jauh dari kata pasti.
Selain melindungi data dan memastikan pemulihan, bisnis juga membutuhkan visibilitas terhadap bagaimana informasi digunakan saat karyawan melibatkan AI dalam pekerjaan mereka. Di Singapura, hampir 30% responden tidak memiliki visibilitas sama sekali mengenai bagaimana data yang dikirimkan ke alat AI pihak ketiga dikelola. Hal ini menyoroti perlunya pengawasan dan tata kelola yang lebih kuat terhadap bagaimana data bisnis dibagikan kepada dan ditangani oleh alat AI pihak ketiga.
Prioritas Utama AI untuk Bisnis
Berdasarkan temuan ini, Synology berfokus pada tiga prioritas utama bagi bisnis yang mengadopsi AI: infrastruktur data yang dapat ditingkatkan skalanya (scalable), ketahanan siber (cyber resilience) yang lebih kuat, dan adopsi AI yang produktif dengan kontrol yang lebih besar atas data bisnis.
Peluncuran infrastruktur data Synology pada tahun 2026 mencakup PAS7700, solusi penyimpanan NVMe SSD pertamanya yang dirancang untuk beban kerja misi kritis (mission-critical workloads), berdampingan dengan seri generasi baru FS dan RS yang memberikan peningkatan performa dari pendahulunya untuk kebutuhan penyimpanan umum, sementara fitur Synology Tiering dan reduksi data pada DSM 7.4 terbaru membantu organisasi menggunakan penyimpanan secara lebih efisien.
Untuk memperkuat ketahanan siber, perangkat Synology ActiveProtect menggabungkan infrastruktur pencadangan khusus dengan manajemen terpusat, perlindungan yang tidak dapat diubah (immutable protection), dan isolasi otomatis untuk membantu menjaga salinan pemulihan saat sistem produksi terkompromi. Sistem operasi yang diperbarui, ActiveProtect Manager 2.0, memperluas dukungan beban kerja ke platform enterprise tambahan, termasuk Nutanix AHV dan Proxmox VE, sehingga memungkinkan bisnis melindungi lebih banyak lingkungan IT mereka melalui satu platform tunggal. Synology juga memperluas Seri ActiveProtect dengan DP5200, perangkat 1U baru yang memberi bisnis opsi ringkas untuk melindungi beragam beban kerja tanpa biaya langganan berulang.
Penerapan AI di tempat kerja melengkapi portofolio Synology tahun 2026. Synology Office Suite menyediakan fondasi berbasis on-premises untuk kolaborasi, yang dilengkapi bantuan AI untuk merevisi dokumen, membuat konten presentasi, dan menemukan formula lembar kerja (spreadsheet). Synology ChatPlus dan Meet memperluas pengalaman kolaborasi ini ke pesan tim dan rapat daring. Dalam hal keamanan fisik, perangkat pengawasan DVA7400 Synology yang diluncurkan pada tahun 2026 menerapkan AI untuk deteksi dan pencarian guna membantu tim menyelidiki insiden secara lebih efisien. Kemampuan-kemampuan ini memungkinkan bisnis menerapkan AI pada kebutuhan operasional spesifik dan menilai nilainya dalam alur kerja mereka sendiri.
Melihat ke depan, Synology juga memberikan pratinjau solusi penyimpanan scale-out dan pengawasan hibrida mendatang yang dirancang untuk membantu perusahaan menyesuaikan skala infrastruktur mereka seiring bertumbuhnya volume data dan kebutuhan operasional. Bersama dengan peluncuran tahun ini, perkembangan tersebut mencerminkan komitmen Synology untuk menyediakan landasan data yang aman, tangguh, dan fleksibel yang dibutuhkan bisnis untuk memajukan adopsi AI dengan percaya diri.
"Ketika bisnis dapat mempercayai bagaimana data mereka dikelola dan dilindungi, mereka berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengubah inisiatif AI menjadi hasil bisnis yang bertahan lama," pungkas Oh.
https://www.synology.com/en-sg
Tentang Synology
Didirikan di Taiwan pada tahun 2000, Synology merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang perangkat penyimpanan yang terhubung ke jaringan (Network-Attached Storage/NAS), pencadangan dan pemulihan data, sistem pengawasan video, serta solusi jaringan bagi kalangan bisnis maupun individu di seluruh dunia. Selama lebih dari dua dekade, Synology terus mengembangkan ekosistem produknya untuk membantu pengguna mengelola, melindungi, dan mengoptimalkan nilai data secara lebih efektif di era komputasi awan (cloud), kecerdasan buatan (AI), dan mahadata (big data).
Filosofi utama Synology adalah membangun ekosistem hybrid cloud yang komprehensif, sehingga memungkinkan perusahaan melindungi, menyinkronkan, dan mengelola data melalui satu platform terpusat yang intuitif serta mudah dioperasikan. Mulai dari penyimpanan data perusahaan, pencadangan data, berbagi berkas dan kolaborasi, hingga sistem pengawasan video serta infrastruktur jaringan, solusi Synology dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan teknologi informasi (TI) dan mempercepat transformasi digital.
Seiring dengan inovasi teknologi yang terus dilakukan, Synology juga memberikan perhatian besar terhadap stabilitas jangka panjang, keamanan, dan skalabilitas infrastruktur data. Lebih dari separuh perusahaan yang masuk dalam daftar Fortune 500 telah menggunakan solusi Synology. Hal ini mencerminkan kredibilitas merek tersebut serta kemampuannya dalam mendukung operasional pengelolaan data berskala besar di seluruh dunia.
Website: https://www.synology.com/en-sg
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.