• Home
  • Bisnis
  • Berbasis Kedaulatan Data, Kolaborasi Ini Memungkinkan Sektor Hukum Mengadopsi AI Generatif secara Aman dan Penuh Keyakinan

Berbasis Kedaulatan Data, Kolaborasi Ini Memungkinkan Sektor Hukum Mengadopsi AI Generatif secara Aman dan Penuh Keyakinan

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:31
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan Foto: Perwakilan Ridger, Shum Wong & Co., Solicitors, xFusion, dan Richee pada upacara penyerahan penerapan MUX private AI pertama di Northern Metropolis Hong Kong.

Ridger Menghadirkan Penerapan Solusi AI Privat MUX untuk Kantor Hukum Shum Wong & Co., Solicitors di Hong Kong.

SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 30 Oktober 2026 - Ridger, perusahaan infrastruktur AI, hari ini mengumumkan penyerahan resmi solusi AI privat MUX miliknya kepada Shum Wong & Co., Solicitors di Hong Kong. Solusi ini menghadirkan MIMO, sistem penyimpanan AI-native pertama di dunia, sehingga menjadikan Shum Wong & Co., Solicitors sebagai firma hukum pertama di Northern Metropolis Hong Kong yang menerapkannya.

Perwakilan dari Ridger, Shum Wong & Co., Solicitors, xFusion, dan tim RicheeAI milik Fadada menghadiri upacara penyerahan tersebut. Dalam acara itu, Ridger menyerahkan sertifikat "Global AI Pioneer Law Firm" (Firma Hukum Perintis AI Global) kepada firma sebagai bentuk pengakuan atas investasi visioner mereka dalam infrastruktur AI privat.

Solusi ini memadukan infrastruktur penyimpanan dan komputasi AI-native, lingkungan model bahasa besar (LLM) khusus, serta aplikasi AI yang disesuaikan dengan alur kerja hukum. Beroperasi sepenuhnya di dalam perimeter keamanan milik firma sendiri, solusi ini menandai langkah penting untuk memungkinkan profesi hukum Hong Kong memanfaatkan produktivitas AI generatif sekaligus melindungi data klien dan memenuhi persyaratan kepatuhan.

Tentang Penerapan Ini

Di Hong Kong yang ruangnya terbatas, Ibu Careen H.Y. Wong, Mitra Pendiri Shum Wong & Co., Solicitors sekaligus Wakil Presiden The Law Society of Hong Kong, menyisihkan ruang di kantor terbaru firma di Northern Metropolis untuk satu rak peralatan standar, yang siap untuk AI on-premise. Ini bukan sekadar keputusan soal ruang: hal ini mencerminkan pandangannya tentang masa depan layanan hukum, yakni bahwa sambil memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi, sebuah firma harus tetap menguasai data dan batas teknologinya, sehingga materi sensitif selalu terlindungi dengan baik.

Berdasarkan kerja sama ini, Ridger membangun fondasi AI milik pribadi yang dapat dioperasikan secara mandiri bagi Shum Wong & Co., Solicitors, yang terdiri dari penyimpanan berkinerja tinggi dan infrastruktur data yang dioptimalkan untuk beban kerja AI, bersama platform LLM khusus di mana klien tetap memegang kendali penuh atas bobot model (model weights) dan lingkungan inferensinya. Platform ini mendukung berbagai kasus penggunaan, antara lain peninjauan kontrak dan penandaan risiko, riset hukum dan penelusuran yurisprudensi, peninjauan dokumen berskala besar dalam uji tuntas (due diligence), penyusunan dan penerjemahan multibahasa dokumen hukum, serta tanya-jawab Basis Pengetahuan (Knowledge Base) internal. Platform ini juga menyediakan kontrol akses berbasis peran, izin berjenjang, jejak audit yang menyeluruh, dan asal-usul konten (content provenance) untuk memenuhi persyaratan tata kelola kelas perusahaan.

Dinamakan MUX, solusi privat ini memungkinkan firma memulai tanpa hambatan dan tanpa pembangunan yang padat modal maupun ruang server khusus, dengan skala yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan; solusi ini secara native mendukung sistem hukum common law Hong Kong dan terintegrasi dengan mulus bersama sistem yang sudah ada seperti email, manajemen dokumen, dan kalender, sehingga AI tertanam dalam pekerjaan sehari-hari para pengacara. MUX dapat dipesan langsung melalui situs web Ridger (https://ridger.tech), siap pakai.

Penyerahan ini mencerminkan kolaborasi antara keahlian hukum, infrastruktur AI, platform komputasi, dan aplikasi industri: Shum Wong & Co., Solicitors menetapkan persyaratan kerahasiaan data dan penerapan on-premise berdasarkan praktik sebenarnya; Ridger menyediakan solusi MUX end-to-end dan memimpin perancangan serta integrasinya; xFusion menyediakan platform komputasi AI lokal FusionXpark beserta dukungan teknis; dan Fadada menyediakan Richee Legal AI Agent Platform, yang memanfaatkan agen dan keterampilan AI khusus untuk mendukung pekerjaan harian para pengacara dan meningkatkan efisiensi alur kerja. Ridger menyatakan bahwa sementara model AI menentukan kemampuan untuk sesaat, infrastruktur AI menentukan daya saing jangka panjang.

Mengapa AI Privat Penting bagi Sektor Hukum

1. Menjaga kerahasiaan klien dan hak istimewa profesi hukum

Materi klien, dokumen transaksi, dan informasi sengketa yang ditangani firma hukum dilindungi oleh hak istimewa profesi hukum (legal professional privilege/LPP) dan kewajiban kerahasiaan profesional yang ketat. Pengungkapan kepada pihak ketiga, termasuk layanan cloud publik, dapat dianggap sebagai pelepasan hak istimewa, sehingga hak tersebut hilang dan materinya menjadi dapat diungkapkan dalam proses hukum selanjutnya. Penerapan privat menjaga penyimpanan, pemrosesan, dan inferensi sepenuhnya di dalam lingkungan firma sendiri, tanpa pengungkapan kepada penyedia eksternal, sehingga hak istimewa dan kerahasiaan terjaga sejak dari sumbernya.

2. Menanamkan kedaulatan data dan kepatuhan regulasi

Solusi ini selaras dengan Ordonansi Data Pribadi (Privasi) Hong Kong (Cap. 486) dan dirancang dengan mengacu pada "Checklist on Guidelines for the Use of Generative AI by Employees" (Daftar Periksa Pedoman Penggunaan AI Generatif oleh Karyawan) dan "Model Framework on AI: Personal Data Protection" (Kerangka Model tentang AI: Perlindungan Data Pribadi) dari Komisioner Privasi, serta makalah posisi The Law Society of Hong Kong tahun 2024 tentang dampak AI terhadap profesi hukum dan Manifesto tentang "Legal Ethical Code of Conduct Regarding the Deployment of AI" (Kode Etik Hukum terkait Penerapan AI). Solusi ini menanamkan prinsip kesahan hukum, transparansi, keterlacakan, kemampuan untuk dijelaskan (interpretability), keamanan, dan pengawasan manusia yang tepat ke dalam kerangka tata kelola AI yang terpadu.

Bagi firma yang menangani pekerjaan lintas negara, lingkungan privat yang sama juga memenuhi persyaratan yurisdiksi utama: untuk Tiongkok Daratan, selaras dengan Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi, Undang-Undang Keamanan Data, dan mekanisme ekspor data seperti penilaian keamanan dan kontrak standar; untuk Eropa, sesuai dengan Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa (GDPR) dan klausul kontrak standar; untuk Amerika Serikat, memenuhi kewajiban kerahasiaan dan kompetensi berdasarkan ABA Model Rules of Professional Conduct dan Formal Opinion 512 tentang AI generatif. Karena data selalu berada di dalam perimeter firma sendiri, firma dapat dengan percaya diri memenuhi harapan kerahasiaan data dan regulasi setempat di mana pun klien mereka berada.

3. Menghilangkan risiko tersembunyi "shadow AI"

Ketika sebuah firma tidak menyediakan alat AI yang praktis dan disetujui, para pengacara secara individu mungkin beralih ke chatbot publik kelas konsumen untuk pekerjaan mereka, sehingga menciptakan "shadow AI" yang berada di luar visibilitas TI dan kepatuhan, yaitu tidak disetujui, tidak dicatat, dan tidak diaudit, dengan aliran data yang tidak diketahui dan tanpa akuntabilitas yang jelas. MUX menyalurkan kebutuhan tersebut ke dalam satu lingkungan terkendali yang terlihat dan dapat diaudit, memberi para pengacara efisiensi yang mereka inginkan sekaligus membawa setiap penggunaan ke bawah tata kelola dan pengawasan institusi.

4. Menjaga pengetahuan institusional tetap di dalam firma

Yurisprudensi, templat, dan pengetahuan praktis yang dikumpulkan sebuah firma adalah aset kompetitif inti. Platform privat yang terus disempurnakan dengan korpus milik firma sendiri menjaga aset-aset ini tetap berada di dalam institusi dan melipatgandakan nilainya dari waktu ke waktu, alih-alih menitipkannya pada vendor eksternal.

5. Memastikan kendali dan kesinambungan bisnis

Penerapan privat melindungi firma dari perubahan API eksternal, pembaruan versi model, gangguan layanan, atau pergeseran strategi vendor, memberinya kendali penuh atas kemampuan, waktu pembaruan, biaya, dan ketersediaan, yang merupakan fondasi bagi adopsi AI jangka panjang yang berkelanjutan.

Kutipan Eksekutif

"Bagi industri yang dibangun di atas kepercayaan dan kerahasiaan, seperti hukum, nilai AI seharusnya tidak pernah dibayar dengan kedaulatan data," kata Ray Hu, General Manager Kawasan Asia-Pasifik Ridger. "Penerapan privat memungkinkan sebuah firma mengubah AI generatif menjadi produktivitas yang dapat diaudit, dapat diatur, dan berkelanjutan tanpa melanggar batas kerahasiaan. Kami bangga menetapkan tolok ukur ini bersama Shum Wong & Co., Solicitors."

Ray Hu, General Manager Kawasan Asia-Pasifik, Ridger

"Di Hong Kong, ruang kantor itu langka dan berharga, tetapi kedaulatan data layak untuk disediakan tempatnya. Membangun infrastruktur AI sendiri memungkinkan kami merangkul AI sambil senantiasa menjaga kepercayaan klien kami dan batas-batas profesi kami."

Careen H.Y. Wong, Mitra Pendiri, Shum Wong & Co., Solicitors, Solicitors

https://ridger.tech
https://www.linkedin.com/company/ridger/



Ridger Company Limited

Ridger adalah perusahaan teknologi yang berfokus pada infrastruktur data dan penyimpanan untuk era AI. Perusahaan ini menyediakan infrastruktur dan solusi AI privat berkinerja tinggi yang memungkinkan perusahaan menerapkan dan menjalankan model besar serta aplikasi AI di dalam perimeter keamanan mereka sendiri. Melalui teknologi penyimpanan dan manajemen data miliknya yang eksklusif, Ridger membantu klien menjaga kedaulatan data, keamanan, dan kepatuhan sambil merealisasikan sepenuhnya nilai bisnis dari kecerdasan buatan.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top