• Home
  • Bisnis
  • Huawei Ungkap Strategi Bisnis Konsumen dan Ekosistem HarmonyOS, Dorong Inovasi AI serta Kemandirian Teknologi

Huawei Ungkap Strategi Bisnis Konsumen dan Ekosistem HarmonyOS, Dorong Inovasi AI serta Kemandirian Teknologi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:45
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

SHENZHEN, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 3 Oktober 2026 - Huawei hari ini menggelar diskusi meja bundar media internasional yang menghadirkan Richard Yu, Executive Director, Chairman of the Investment Review Board, sekaligus Chairman of the Board of Directors Consumer BG. Dalam kesempatan tersebut, Yu memaparkan wawasan komprehensif mengenai bisnis konsumen Huawei serta ekosistem HarmonyOS.

Richard Yu bergabung dengan Huawei pada 1993 dan terlibat dalam pengembangan awal, seperti switch terprogram generasi pertama, serta turut berperan dalam membangun bisnis komunikasi nirkabel Huawei yang dimulai dengan teknologi GSM. Selama satu dekade terakhir, Yu memimpin bisnis konsumen Huawei dengan visi menghadirkan pengalaman hidup berbasis AI yang mulus bagi seluruh konsumen dalam lima skenario utama, yaitu Smart Travel yang didukung HIMA, HarmonyOS Office, Smart Home, Fitness & Health, serta Entertainment. Menurutnya, kelima skenario tersebut juga menjadi strategi jangka panjang bisnis konsumen Huawei untuk 10 tahun ke depan.

Antara 2007 hingga 2025, Huawei menginvestasikan lebih dari CNY1,8 triliun untuk penelitian dan pengembangan (R&D), meningkat dari sekitar 10% pendapatan tahunan pada tahun-tahun awal menjadi lebih dari 20% dalam beberapa tahun terakhir. Huawei terus meningkatkan investasi pada teknologi inti di bidang ICT serta penelitian dasar. Investasi tersebut telah menghasilkan kemampuan inti yang kuat, kekayaan intelektual yang luas, serta portofolio paten yang besar, sekaligus membantu Huawei mencapai serangkaian terobosan dalam inovasi teknologi.

Smartphone seri Mate 90 yang baru saja diluncurkan Huawei menggunakan chip terbaru Kirin 9050 Pro. Performa keseluruhan perangkat meningkat 31% dibandingkan generasi sebelumnya. Modem Balong, image sensor processor (ISP), mobile security processor (MSP), CPU Lingxi, GPU Maleoon, serta NPU yang menggunakan arsitektur Da Vinci milik Huawei untuk pemrosesan AI, semuanya dirancang oleh Huawei. Komponen-komponen tersebut menawarkan efisiensi energi yang lebih tinggi dan menghasilkan peningkatan performa sistem secara keseluruhan yang signifikan.

Meskipun Yu mengakui bahwa Huawei masih memiliki akses terbatas terhadap proses manufaktur semikonduktor canggih, Huawei baru-baru ini kembali mencatat terobosan baru di bidang semikonduktor melalui teknologi LogicFolding yang berada di bawah Tau Scaling Law. Teknologi ini diperkenalkan oleh He Tingbo, kepala Huawei Semiconductor Business Department, pada Mei tahun ini. LogicFolding menumpuk lapisan logika chip secara vertikal dan menyusun kembali tata letak sirkuit melalui interkoneksi berkepadatan tinggi antarlapisan untuk memperpendek jalur kritis dan mengurangi latensi. Teknologi tersebut diterapkan pada chip Kirin 9050 Pro yang memiliki kemampuan pemrosesan AI sangat kuat. Seri Mate 90 yang ditenagai chip ini mampu menjalankan model AI MoE 30B secara langsung di perangkat.

Di bidang AI, Yu membahas fondasi komputasi Ascend yang disediakan Huawei, serta menyoroti model-model besar Huawei yang disebut openPangu, kemampuan AI untuk berkendara cerdas, dan HarmonyOS Celia, yang memiliki kemiripan dengan Gemini dalam ekosistem Google Android. Huawei juga memanfaatkan AI untuk meningkatkan pengoperasian dan pemeliharaan (O&M) peralatan jaringan komunikasi. Dengan menggabungkan kemampuan komputasi AI dan model bahasa besar (LLM) open-source domestik, Huawei memiliki visi untuk membantu perusahaan dan industri di seluruh dunia meningkatkan produktivitas sekaligus menghadirkan lebih banyak kemudahan bagi masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Huawei telah meluncurkan berbagai produk dan solusi, termasuk smartphone, PC, tablet, perangkat wearable, produk audio TWS, Smart TV, router rumah, solusi kendali smart home, serta kendaraan listrik pintar yang dikembangkan bersama para mitra. Di balik berbagai produk dan solusi tersebut terdapat platform perangkat keras chip Huawei dan HarmonyOS, sebuah ekosistem sistem operasi yang dikembangkan Huawei setelah iOS milik Apple dan Android milik Google. HarmonyOS dirancang untuk mendukung seluruh perangkat pintar dan perangkat keras pintar dalam berbagai skenario penggunaan.

Pengembangan HarmonyOS dimulai pada 2019. Sebelumnya, Huawei merupakan salah satu kontributor utama bagi komunitas Android serta keseluruhan ekosistem Android. Saat ini, lebih dari 90 juta perangkat, termasuk smartphone, PC, dan tablet, telah menjalankan HarmonyOS 6 dan HarmonyOS 7. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 100 juta perangkat pada akhir tahun ini. Jumlah aplikasi dan layanan dalam ekosistem HarmonyOS telah melampaui 450.000. Jumlah pengembang yang terdaftar secara global telah mencapai 11 juta, sementara Huawei kini memiliki lebih dari 23.000 mitra inovasi aplikasi. Menyampaikan apresiasi khusus kepada seluruh mitra dan pengembang atas kepercayaan serta dukungan mereka, Yu juga mengatakan bahwa Huawei sedang mempertimbangkan untuk secara bertahap membawa HarmonyOS ke pasar global di masa mendatang.

Globalisasi juga menjadi salah satu topik dalam diskusi tersebut. Yu menyebutkan bahwa Huawei memiliki kerja sama yang sangat baik dengan banyak perusahaan dari Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, yang menghasilkan nilai bisnis serta manfaat yang besar bagi para mitra tersebut. Mengenai berbagai tantangan yang berhasil diatasi Huawei sejak 2019, Yu mengatakan bahwa dengan mengandalkan teknologi dan kemampuan yang dikembangkan sendiri, Huawei secara bertahap merancang sistem operasi sendiri serta mengembangkan berbagai perangkat dasar dan perangkat lunak secara mandiri, sekaligus membangun rantai pasokan domestik. Pada 2023, Huawei kembali mulai memproduksi chip yang digunakan pada smartphone secara domestik. Dengan chip dan HarmonyOS tersebut, serta mengandalkan rantai pasokan, material, dan node proses domestik China, Huawei pada dasarnya telah menghilangkan ketergantungannya terhadap teknologi Amerika Serikat.

Meskipun pangsa pasar global Huawei pernah berada di posisi nomor satu, saat ini Huawei hanya menjual beberapa juta unit smartphone di luar China setiap tahunnya. Namun, Yu mengungkapkan bahwa Huawei tengah berupaya kembali ke pasar luar negeri secara bertahap.

Perangkat wearable menjadi salah satu contohnya. Huawei berada di posisi nomor satu dalam hal pangsa pasar, baik di China maupun secara global. Produk inovatif lainnya, seperti earphone TWS, juga berkembang pesat dan telah mencapai posisi nomor satu di banyak negara. Sementara itu, bisnis tablet dan PC Huawei sangat terdampak setelah perusahaan tidak lagi mendapatkan akses terhadap Windows dan chip Intel x86, tablet berbasis HarmonyOS kini menunjukkan kinerja yang kuat. Contoh lainnya adalah CPE, yaitu router seluler yang menyediakan konektivitas bagi masyarakat yang belum terhubung di wilayah terpencil dan pedesaan. Produk-produk tersebut juga mendapat sambutan yang sangat baik di berbagai wilayah di luar China, membantu lebih banyak orang terhubung dengan dunia sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan mereka.

Pertanyaan: Huawei XT 2 dan dua model tercanggih dari seri Mate 90 sama-sama menggunakan chip LogicFolding. Apakah chip LogicFolding akan digunakan pada lebih banyak ponsel di masa mendatang? Kami memahami bahwa kapasitas produksi chip Huawei masih terbatas. Huawei telah meluncurkan SuperPoDs, sementara infrastruktur AI merupakan bisnis yang sangat besar. Keduanya sangat penting di China. Bagaimana Huawei memastikan mendapatkan porsi pasokan chip yang lebih besar secara internal?

Richard Yu: Kami mulai memperkenalkan chip yang menggunakan teknologi LogicFolding berbasis Tau Scaling Law pada ponsel lipat tiga Mate XT 2. Untuk menjawab pertanyaan Anda, ya, semakin banyak ponsel kami yang pasti akan menggunakan chip LogicFolding ini di masa mendatang.

Saat ini, kapasitas produksi semikonduktor canggih di China masih belum mampu memenuhi permintaan yang berkembang pesat. Chip Ascend milik Huawei untuk bidang AI juga menggunakan kapasitas produksi tersebut. Namun, kami telah mengembangkan rencana kebutuhan yang juga mencakup kebutuhan chip untuk smartphone.

Kenaikan harga komponen memori yang tajam selama dua tahun terakhir sedikit membatasi volume penjualan smartphone. Meskipun kapasitas produksi saat ini masih terbatas, secara umum kapasitas tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pengiriman produk kami ke pasar.

Kami berharap kapasitas produksi di industri semikonduktor China dapat terus meningkat sehingga ke depannya kami dapat memproduksi lebih banyak produk canggih bagi konsumen di pasar China maupun pasar luar negeri.

Untuk membaca sesi tanya jawab (Q&A) selengkapnya:

https://www.apmultimedianewsroom.com/multimedia-newsroom/continuous-innovation-securing-our-competitive-edge-through-technological-breakthroughs



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top