Dirilis hari ini oleh ADM Capital Foundation, Blue Bond Accelerator, Hong Kong Green Finance Association, dan The Nature Conservancy, laporan berjudul "Developing Hong Kong as a Nature Financing Hub - A case for advancing nature and blue bonds" mengajukan argumen yang berani: Hong Kong tidak hanya layak berada dalam percakapan tentang pembiayaan alam, tetapi juga dapat mendefinisikannya.
Pemicunya? Northern Metropolis (NM), sebuah mega-pengembangan seluas 30.000 hektar, menawarkan portofolio proyek-proyek alam dan infrastruktur biru-hijau yang berpotensi dapat diskalakan, mulai dari taman lahan basah skala besar dan zona perlindungan pesisir hingga saluran sungai/drainase yang direvitalisasi. Laporan tersebut berpendapat bahwa penerbitan obligasi bertema alam bukanlah hal yang aspiratif, melainkan langkah logis berikutnya bagi sebuah kota yang sudah menjalankan salah satu program obligasi hijau pemerintah terbesar di Asia-Pasifik, setelah mengumpulkan hampir HK$250 miliar (US$32 miliar) pada akhir tahun 2025[2].
Yang lebih mencolok lagi, hampir 80% dari penerbitan obligasi hijau dan berkelanjutan Hong Kong dipimpin oleh sektor swasta, membuktikan bahwa kota ini tidak hanya berbicara tentang mobilisasi modal - tetapi benar-benar mewujudkannya.
"Iklim dan keanekaragaman hayati bukanlah masalah sampingan, keduanya adalah risiko keuangan yang sistemik," demikian peringatan laporan tersebut.
Dengan lebih dari 75% PDB Asia bergantung pada alam, penurunan ekosistem adalah ancaman ekonomi yang menjangkau jauh melampaui lingkungan. Namun Hong Kong dapat mengubah risiko itu menjadi peluang. Dengan menyelaraskan Rencana Aksi dan Strategi Keanekaragaman Hayati 2035 dengan prioritas nasional seperti "Beautiful China" di bawah Rencana Lima Tahun ke-15, Hong Kong dapat muncul sebagai pusat pembiayaan alam dan biru yang terkemuka, tidak hanya untuk proyek-proyek lokal, tetapi juga sebagai jembatan antara Daratan Tiongkok dan ASEAN.
Laporan tersebut menguraikan lima pilar strategis untuk mewujudkan hal ini, mulai dari perluasan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Hong Kong untuk mencakup keanekaragaman hayati dan ekonomi biru, hingga merintis model pembiayaan campuran (blended finance) yang mengurangi risiko proyek-proyek alam. Laporan ini juga mengkaji empat struktur obligasi: obligasi penggunaan hasil (use-of-proceeds), obligasi ketahanan (resilience), obligasi terkait keberlanjutan (sustainability-linked), dan obligasi berbasis hasil (outcome bonds), yang masing-masing disesuaikan dengan tahapan pengembangan proyek yang berbeda.
Landasannya sudah tersedia. Dengan bertindak tegas, Hong Kong dapat membangun model untuk membiayai infrastruktur yang ramah alam (nature-positive) yang dapat diskalakan di seluruh Asia. Northern Metropolis bukan sekadar proyek pembangunan; ini adalah momen penentu dalam kepemimpinan pembiayaan alam.
Catatan kaki:
[1] Paulson Institute (2025) Financing Nature: The Unabated Biodiversity Finance Crisis
[2] Hong Kong Monetary Authority (2025) Enhancing the Green and Sustainable Finance Ecosystem Sustainability Report
Pindai kode QR kami untuk mengakses laporan lengkap.

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.