BANGKOK, THAILAND - Media OutReach Newswire - 26 Agustus 2026 - Sektor elektronik Thailand telah mengamankan investasi lebih dari US$30,5 miliar (1 triliun baht) sejak 2023. Sekitar sepertiga dari modal tersebut-lebih dari US$10,1 miliar (331 miliar baht) yang tersebar dalam 224 proyek-terkonsentrasi pada papan sirkuit tercetak (PCB) dan komponen elektronik. Investasi ini didorong oleh produsen global yang memperluas jejak bisnis mereka di bidang perangkat keras AI dan pengemasan semikonduktor canggih di seluruh Asia Tenggara.
Momentum investasi tersebut menjadi sorotan utama dalam pertemuan puncak Thailand Electronics Circuit Asia (THECA 2026) di pusat pameran BITEC, Bangkok, yang mempertemukan lebih dari 300 perusahaan teknologi global dan 7.000 delegasi internasional dari 40 negara. Program pertemuan ini mencakup lebih dari 60 sesi konferensi yang membahas infrastruktur AI, ekosistem semikonduktor, fotonik, pengemasan canggih, PCB, serta layanan manufaktur elektronik. Acara ini semakin menegaskan percepatan pergeseran manufaktur elektronik strategis ke Asia Tenggara di tengah diversifikasi rantai pasok global yang terus berlangsung.
Dorongan terhadap pengembangan teknologi tersebut berlangsung ketika para pembuat kebijakan Thailand mempercepat reformasi struktural yang bertujuan membantu negara tersebut keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah, meningkatkan peringkat daya saing global Thailand hingga masuk 20 besar dunia, serta mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) setiap tahun.
Dengan sektor elektronik sebagai salah satu penggerak utama perekonomian, Thailand Board of Investment (BOI) mengalihkan fokusnya dari sekadar menarik modal menjadi upaya memaksimalkan daya saing nasional. Kerangka kerja empat pilar yang diterapkan lembaga tersebut memprioritaskan sektor-sektor bernilai tinggi dan berpotensi besar, meningkatkan kesiapan Thailand untuk menarik perusahaan multinasional terkemuka, memperbesar manfaat ekonomi domestik melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja dan penguatan rantai pasok dalam negeri, serta membangun kerja sama internasional untuk menghubungkan perusahaan-perusahaan Thailand dengan jaringan produksi global.

"Investasi yang saat ini mengalir ke sektor elektronik Thailand pada dasarnya berbeda dengan investasi yang masuk tiga dekade lalu," ujar Narit Therdsteerasukdi, Sekretaris Jenderal Thailand Board of Investment (BOI). "Investasi tersebut didorong oleh teknologi terdepan, pengetahuan eksklusif, dan tenaga kerja dengan keterampilan tinggi. Tujuan kami bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi global, tetapi menempatkan Thailand sebagai pencipta bersama yang tidak tergantikan dalam rantai pasok global masa depan."
Keputusan untuk memilih Thailand sebagai tuan rumah Electronic Circuits World Convention (ECWC17) ke-17 pada Agustus 2027-sebuah ajang unggulan tiga tahunan yang diselenggarakan secara bergilir di antara negara-negara dengan industri manufaktur elektronik terkemuka di dunia-semakin menegaskan meningkatnya pengaruh Thailand dalam industri manufaktur elektronik global.
Para pemimpin industri mencatat bahwa melonjaknya permintaan terhadap edge computing, mobilitas cerdas, dan kecerdasan buatan (AI) tengah mengubah lanskap manufaktur di kawasan.
"Di era yang didominasi oleh terobosan pesat dalam AI, pengemasan canggih, dan semikonduktor, keunggulan kompetitif tidak lagi ditentukan hanya oleh kapasitas manufaktur yang besar," kata Canice Chung, Ketua Hong Kong Printed Circuit Association (HKPCA), salah satu penyelenggara acara tersebut. "Keunggulan tersebut bergantung pada transfer pengetahuan internasional, kerja sama penelitian lintas batas, serta pengembangan tenaga ahli teknis dengan keahlian khusus."
Untuk memperkuat kolaborasi regional, pertemuan puncak tersebut memperkenalkan berbagai platform khusus, seperti Power2Motion yang berfokus pada elektronika daya dan sistem mobilitas masa depan, serta ASEAN+ Technology Pavilion yang mempertemukan 15 aliansi industri robotika, AI, dan IoT dari Thailand, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.
"Thailand sedang membangun massa kritis yang diperlukan untuk menjadi pusat elektronik generasi berikutnya di Asia," ujar Pithan Ongkosit, Presiden Thai Printed Circuit Association (THPCA), ketika THECA menggelar edisi ketiganya secara berturut-turut. "Menyatukan setiap tingkatan rantai pasok-mulai dari bahan substrat dan mesin otomatis hingga semikonduktor dan pengemasan canggih-menciptakan skala komersial yang penting serta mempercepat adopsi teknologi di seluruh kawasan."

Seiring semakin ketatnya persaingan regional dalam memperebutkan modal berteknologi tinggi, para pejabat investasi Thailand menekankan pentingnya mengembangkan kapabilitas dalam negeri secara bersamaan dengan masuknya investasi asing.
"Dengan menyelaraskan investasi asing langsung dengan produsen dalam negeri, institusi akademik, dan talenta teknik generasi berikutnya, kami memperkuat posisi Thailand sebagai pusat manufaktur elektronik cerdas di kawasan-menciptakan lapangan kerja bernilai tinggi dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," kata Narit.
Thailand Board of Investment (BOI)
Didirikan pada 1966, Office of the Board of Investment (BOI) telah memainkan peran penting selama lebih dari 60 tahun dalam mendorong investasi yang memberikan nilai tambah bagi negara, baik dari investor asing maupun investor Thailand, guna meningkatkan daya saing nasional serta mendorong Thailand menuju era baru pertumbuhan yang berkelanjutan dan seimbang.
Investment Services Center - Bagian Hubungan Masyarakat (PR), Office of the Board of Investment (BOI)
555 Vibhavadi-Rangsit Road, Chatuchak, Bangkok 10900
Tel. +66 (0) 2553 8111, Faks. +66 (0) 2553 8222
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.