• Home
  • Bisnis
  • Dr. Terence Tan, Direktur Medis Halley Body Slimming Clinic, Bahas Pendekatan Terintegrasi untuk Pengobatan Semaglutide dan Manajemen Berat Badan di Society of Aesthetic Medicine (Singapore) Conference 2026

Dr. Terence Tan, Direktur Medis Halley Body Slimming Clinic, Bahas Pendekatan Terintegrasi untuk Pengobatan Semaglutide dan Manajemen Berat Badan di Society of Aesthetic Medicine (Singapore) Conference 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:34
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan foto: Dr. Terence Tan dari Halley Body Slimming Clinic mempresentasikan "Achieving More With Semaglutide: The STEP UP Evidence" pada Society of Aesthetic Medicine (Singapore) Conference 2026.

SINGAPURA - Media OutReach Newswire - 26 Agustus 2026 - Pada Minggu, 26 Juli 2026, Dr. Terence Tan dari Halley Body Slimming Clinic menjadi pembicara dalam Society of Aesthetic Medicine (Singapore) Conference 2026. Konferensi yang diselenggarakan oleh Society of Aesthetic Medicine (Singapore) selama dua hari tersebut mempertemukan para dokter untuk membahas perkembangan di bidang kedokteran estetika dan berbagai bidang praktik klinis terkait. Dalam presentasinya yang berjudul "Achieving More With Semaglutide: The STEP UP Evidence", Dr. Tan mengulas bukti klinis terbaru mengenai pengobatan dengan semaglutide sekaligus membahas pertanyaan yang lebih luas: bagaimana dokter seharusnya mendukung pasien sebelum, selama, dan setelah menjalani penurunan berat badan secara medis?

Melihat Lebih Jauh dari Pengobatan Semaglutide

Semaglutide termasuk dalam golongan obat yang dikenal sebagai agonis reseptor peptida-1 mirip glukagon (GLP-1 RA). Dr. Tan mengawali presentasinya dengan mengulas cara kerja suntikan GLP-1 tersebut serta semakin banyaknya penelitian yang mengkaji perannya dalam manajemen berat badan.

Bagian utama presentasi berfokus pada program pengembangan klinis Semaglutide Treatment Effect in People with obesity (STEP) dan, khususnya, uji klinis STEP UP. STEP UP merupakan uji klinis acak, tersamar ganda, multisenter, dan terkontrol plasebo selama 72 minggu yang melibatkan orang dewasa dengan obesitas tanpa diabetes tipe 2. Para peserta menerima semaglutide 7,2 mg, semaglutide 2,4 mg, atau plasebo sekali seminggu, disertai intervensi gaya hidup yang mencakup perubahan pola makan dan aktivitas fisik.

Berdasarkan analisis treatment-policy, rata-rata perubahan berat badan pada minggu ke-72 mencapai -18,7% pada peserta yang menerima semaglutide 7,2 mg, dibandingkan dengan -15,6% pada kelompok semaglutide 2,4 mg dan -3,9% pada kelompok plasebo. Studi tersebut juga mengkaji proporsi peserta yang berhasil mencapai tingkat penurunan berat badan yang lebih tinggi.

Namun, presentasi tersebut tidak menempatkan persentase penurunan berat badan yang lebih tinggi sebagai satu-satunya tujuan pengobatan. Sebaliknya, Dr. Tan menggunakan bukti tersebut sebagai dasar untuk membahas bagaimana rencana manajemen berat badan mungkin perlu berkembang seiring dengan semakin memungkinkan dilakukannya penurunan berat badan yang lebih signifikan melalui pengobatan medis.

Menentukan Pasien yang Tepat untuk Pengobatan Semaglutide

Setelah mengulas bukti dari STEP, Dr. Tan kemudian membahas bagaimana temuan tersebut diterapkan dalam pengambilan keputusan klinis, dimulai dengan salah satu pertanyaan terpenting dalam praktik: siapa yang sesuai untuk menjalani pengobatan semaglutide dan pada dosis berapa?

Dalam presentasinya, Dr. Tan menjelaskan bahwa semaglutide diindikasikan sebagai terapi tambahan untuk diet rendah kalori dan peningkatan aktivitas fisik pada orang dewasa dengan BMI awal:

  • 30 kg/m² atau lebih, yang termasuk dalam kategori obesitas; atau
  • 27 kg/m² hingga kurang dari 30 kg/m², apabila terdapat setidaknya satu penyakit penyerta (komorbiditas) yang berkaitan dengan berat badan.

Namun, ambang batas numerik tersebut hanyalah salah satu bagian dari penilaian. Dalam praktik dokter umum dan estetika sehari-hari, dokter dapat menangani pasien dengan motivasi, profil kesehatan, dan kondisi yang sangat beragam. Oleh karena itu, presentasi Dr. Tan juga mengangkat pertimbangan yang lebih luas, seperti etnis Asia, faktor psikologis dan sosial, tekanan pekerjaan, serta sumber daya yang tersedia di klinik untuk memberikan perawatan berkelanjutan yang sesuai.

Hal ini menegaskan pentingnya melakukan penilaian terhadap setiap pasien secara individual, alih-alih memandang semaglutide sebagai pengobatan yang ditentukan hanya berdasarkan berat badan atau BMI.

Manajemen Berat Badan Merupakan Proses Klinis

Selain itu, Dr. Tan menekankan bahwa penggunaan obat penurun berat badan yang diresepkan dokter hanyalah salah satu bagian dari manajemen berat badan. Pengobatan dengan semaglutide dapat digunakan untuk membantu menurunkan berat badan pada pasien yang sesuai, tetapi dokter perlu mempertimbangkan tujuan pasien, perubahan gaya hidup, komitmen terhadap pengobatan, serta sistem dukungan yang dimiliki pasien.

Untuk mendukung hal tersebut, ia menyoroti sejumlah aspek yang perlu diperhatikan bersamaan dengan penggunaan obat:

  • Tujuan pengobatan: Presentasinya membahas pentingnya menetapkan target berat badan yang realistis sejak awal dan mengevaluasi perkembangan dari waktu ke waktu, bukan hanya berfokus pada angka yang ditunjukkan timbangan setiap kali kunjungan.
  • Perubahan gaya hidup: Pola makan dan olahraga tetap menjadi bagian penting dalam pendekatannya. Alih-alih menetapkan satu pola makan tertentu, ia mendorong dokter untuk mempertimbangkan berbagai pendekatan diet dan mendukung perubahan gaya hidup yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
  • Motivasi dan dukungan: Dr. Tan menekankan pentingnya "merawat pikiran sekaligus tubuh" dengan membantu pasien berkomitmen terhadap proses tersebut dan, jika sesuai, melibatkan keluarga serta teman. Hal ini mengakui bahwa manajemen berat badan jangka panjang juga bergantung pada motivasi, perilaku, dan sistem dukungan pasien.
  • Tindak lanjut berkelanjutan: Ia menyarankan agar pada tahap awal dilakukan evaluasi setiap bulan untuk memantau mual dan efek samping lainnya, memperkuat perubahan gaya hidup yang positif, serta menyesuaikan interval kunjungan berdasarkan kebutuhan klinis pasien.
  • Perawatan yang lebih luas dan dukungan komunitas: Presentasi tersebut juga menyoroti kemungkinan peran klaster layanan kesehatan, nurse practitioner, pekerja sosial medis, dan jaringan dukungan lainnya jika diperlukan.

Secara keseluruhan, berbagai poin tersebut menempatkan pengobatan semaglutide sebagai salah satu komponen dalam proses manajemen jangka panjang, bukan sebagai solusi yang berdiri sendiri. Dalam kerangka yang disampaikan Dr. Tan, peran dokter tidak hanya mencakup menentukan pasien yang sesuai untuk mendapatkan pengobatan, tetapi juga membantu pasien menjalani perubahan gaya hidup, mengelola toleransi terhadap pengobatan, mempertahankan motivasi, serta memperoleh dukungan yang dibutuhkan sepanjang proses tersebut.

Pendekatan yang Lebih Luas terhadap Manajemen Berat Badan dan Estetika

Menjelang akhir presentasinya, Dr. Tan juga membahas bagaimana manajemen berat badan dapat berkaitan dengan perawatan estetika dalam dua aspek yang berbeda.

Pertama, penurunan berat badan itu sendiri dapat memengaruhi kelonggaran kulit. Ketika pasien mengalami penurunan berat badan dalam jumlah signifikan, berkurangnya volume lemak di bawah kulit dapat membuat kulit tampak lebih kendur, terutama ketika terjadi perubahan ukuran tubuh yang cukup besar. Dengan demikian, kulit kendur dapat menjadi masalah estetika tersendiri yang perlu dinilai setelah atau selama perjalanan manajemen berat badan.

Kedua, terdapat pertanyaan mengenai urutan penanganan. Dr. Tan membahas apakah manajemen berat badan harus selalu dilakukan sebelum perawatan estetika seperti pembentukan tubuh dengan CoolSculpting Elite. Meskipun ia mencatat bahwa pembentukan tubuh (body contouring) tidak berkontribusi terhadap penurunan berat badan secara keseluruhan, ia menekankan bahwa perencanaan perawatan tidak seharusnya mengikuti urutan yang kaku untuk setiap pasien. Sebaliknya, dokter perlu mempertimbangkan kekhawatiran, kondisi, dan preferensi masing-masing pasien. Manajemen berat badan, pengurangan lemak, dan perawatan pengencangan kulit menangani kebutuhan yang berbeda sehingga dapat dipertimbangkan pada tahap yang berbeda dalam rangkaian perawatan pasien.

Dari Bukti Klinis hingga Perawatan Pasien

Presentasi Dr. Tan membawa pembahasan kembali pada satu poin praktis: semaglutide hanyalah salah satu bagian dari perjalanan manajemen berat badan pasien secara menyeluruh. Cara dokter merencanakan dan menjalankan pengobatan perlu berkembang dari waktu ke waktu, terutama seiring berubahnya prioritas kesehatan, masalah terkait berat badan, dan pertimbangan estetika pasien.

Pendekatan yang berpusat pada pasien ini juga menjadi dasar praktik Dr. Tan di Halley Body Slimming Clinic, tempat manajemen berat badan dipertimbangkan dalam konteks kebutuhan pasien secara menyeluruh, bukan sebagai perawatan yang berdiri sendiri. Pasien dapat mengunjungi situs web klinik tersebut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai filosofi perawatan yang diterapkan serta berbagai layanan manajemen berat badan dan pembentukan tubuh yang tersedia.



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top