TONGLU, TIONGKOK - Media OutReach Newswire - 20 Agustus 2026 - Penyelam peraih medali emas Olimpiade, Quan Hongchan, mengunjungi kawasan wisata Sungai Chuiyun Tongtian di Tonglu, Tiongkok, pada awal Agustus - bukan untuk menyelam, melainkan untuk bercanda dengan "Dewa Penyu", seorang pengisi acara berkostum yang menghibur para penumpang perahu yang menyusuri sungai dan gua-gua di sana.
Interaksi tersebut menyebar dengan cepat di media sosial Tiongkok. Bagi para pengunjung, karakter tersebut telah menjadi lebih dari sekadar objek foto: orang-orang berhenti untuk saling bertukar dialog, mengajukan pertanyaan, dan ikut bermain peran. Beberapa orang bahkan bepergian khusus untuk bertemu dengan sang pengisi acara.
Pemandangan kecil ini mencerminkan perubahan lebih besar yang sedang berlangsung di Tonglu, sebuah wilayah di provinsi Zhejiang, Tiongkok timur. Lama dikenal dengan pemandangan alamnya di sepanjang Sungai Fuchun, Tonglu kini menambahkan para pengisi acara, alur cerita interaktif, wahana air, dan bahkan atraksi pinggir jalan yang tak terduga untuk mendorong pengunjung berpartisipasi aktif, bukan sekadar melihat-lihat.
Tur Gua Bersama Karakter Fantasi
Karakter "Dewa Penyu" diperankan oleh Zhang Yunbin, seorang seniman opera berusia 26 tahun yang pernah menuntut ilmu di Rusia serta menguasai bahasa Inggris dan Rusia. Panggungnya bukanlah teater konvensional, melainkan rute sungai yang meliuk di antara gua-gua batu kapur.
Di Sungai Chuiyun Tongtian, Zhang adalah bagian dari jajaran pemeran bergantian yang terinspirasi dari Journey to the West (Kisah Kera Sakti), novel klasik Tiongkok. Pengunjung dapat bertemu dengan Zhu Bajie (Siluman Babi), serta Raja Siluman Lembu dan Taishang Laojun, seorang dewa Taois.
Lebih dari 120 pengisi acara terlibat dalam program ini. Alih-alih membawakan pertunjukan kaku dari atas panggung, mereka berimprovisasi dengan pengunjung, berpose untuk foto, dan mengajak para wisatawan masuk ke dalam adegan-adegan pendek di sepanjang rute.
Pendekatan ini merupakan bagian dari apa yang dipasarkan oleh pemasar pariwisata sebagai wisataintersif (immersive travel), meskipun pengalamannya cukup sederhana: pengunjung diundang untuk merespons, membalas lelucon, dan menjadi bagian dari momen tersebut.
Eksperimen serupa juga bermunculan di tempat lain di wilayah ini. Di Yaolin Wonderland dan Platform Memancing Yan Ziling di Tonglu, para pengisi acara muncul di antara gua-gua, tepi sungai, dan jalan setapak pegunungan sebagai karakter yang diangkat dari cerita rakyat, sejarah, dan kehidupan lokal. Sebuah kunjungan mungkin mencakup interaksi bermain peran singkat, cerita tentang lokasi tersebut, atau pertemuan yang mengubah ritme tur yang tadinya biasa saja.
Tujuannya adalah memberi pengunjung alasan untuk bertahan lebih lama.
Akuarium di Tempat Istirahat Jalan Tol
Eksperimen pariwisata paling tak biasa di Tonglu mungkin tidak terletak di kawasan wisata sama sekali.
Selama liburan Hari Buruh (May Day) di Tiongkok tahun ini, para wisatawan yang berhenti di tempat istirahat (service area) Tonglu di Jalan Tol G25 Changchun-Shenzhen menemukan sesuatu yang lebih dari sekadar bahan bakar, camilan, dan toilet. Tempat istirahat tersebut menampilkan akuarium besar, pertunjukan putri duyung, dan kerumunan orang yang berhenti untuk berfoto.
Atraksi ini mengubah rehat jalan tol yang rutin menjadi destinasi wisata tersendiri. Menurut data yang dirilis oleh pemerintah daerah setempat, tempat istirahat tersebut menerima lebih dari 80.000 pengunjung per hari selama liburan.
Gagasan utamanya adalah untuk menangkap sebagian dari pengeluaran wisatawan yang biasanya hanya melintasi wilayah tersebut tanpa berhenti. Seorang musafir yang mampir untuk minum kopi mungkin akan bertahan untuk menonton pertunjukan, membeli makanan, atau memutuskan untuk menjelajahi atraksi terdekat.
Data wilayah menunjukkan bahwa Tonglu menerima 1,61 juta kunjungan selama liburan Hari Buruh, naik 13,2% dari tahun sebelumnya.
Pendapatan pariwisata mencapai 958 juta yuan, atau sekitar $132 juta, yang merupakan peningkatan sebesar 12,4%, menurut otoritas setempat.
Angka-angka tersebut tidak membuktikan bahwa akuarium tunggal atau program karakter adalah satu-satunya pendorong pertumbuhan. Namun, angka tersebut menunjukkan nilai penting yang dilihat Tonglu dalam membuat persinggahan perjalanan menjadi lebih berkesan - dan mengubah kunjungan singkat menjadi lebih lama.

Lebih Banyak Cara Menikmati Hari Musim Panas
Pada akhir Juli, Tonglu meluncurkan kampanye pariwisata musim panas bertajuk "Water Play Kingdom: Tonglu Is Wild". Branding ini ditujukan bagi pengunjung yang mencari kombinasi arung jeram, aktivitas keluarga, menginap di desa, dan rekreasi luar ruang.
Penawaran pariwisata wilayah ini sekarang berkisar dari arung jeram sungai dan aktivitas arus pegunungan hingga resor keluarga, jalan-jalan di pedesaan, dan acara malam hari. Strateginya bukan lagi mempromosikan satu tempat wisata tunggal, melainkan menciptakan cukup banyak pilihan agar pengunjung menghabiskan seluruh akhir pekan - atau kembali lagi di musim lainnya.
Pendekatan yang lebih luas ini penting bagi destinasi yang tidak kekurangan pemandangan alam. Sungai, gua, dan perbukitan di Tonglu tetap menjadi fondasi daya tariknya. Namun, para perencana lokal semakin memperlakukan lanskap tersebut sebagai latar belakang untuk aktivitas, cerita, dan interaksi, ketimbang sekadar latar belakang untuk berhenti sejenak dan berfoto.
Memudahkan Perjalanan bagi Wisatawan Mancanegara
Tonglu juga sedang bersiap menyambut lebih banyak wisatawan internasional.
"Dewa Penyu" yang multibahasa telah menjadi simbol santai dari upaya tersebut. Ketika pengisi acara mengobrol dengan pengunjung luar negeri dalam bahasa Inggris, para pengguna media sosial Tiongkok bercanda bahwa "Istana Kayangan telah membuka cabang internasional."
Di balik lelucon tersebut terdapat upaya yang lebih praktis untuk meningkatkan pengalaman pengunjung. Kecamatan Yaolin di Tonglu telah dipilih sebagai area percontohan tingkat provinsi untuk inovasi pariwisata mancanegara, dengan pekerjaan yang sedang berlangsung pada papan petunjuk multibahasa, pilihan pembayaran internasional, dan layanan lainnya untuk tamu luar negeri.
Bagi pengunjung internasional, detail-detail tersebut sama pentingnya dengan atraksi itu sendiri. Pertunjukan gua atau perjalanan arung jeram mungkin berkesan, tetapi petunjuk arah yang jelas, sistem pembayaran yang berfungsi baik, dan informasi yang mudah diakses menentukan apakah suatu perjalanan terasa menyenangkan atau menyulitkan.
Dorongan pariwisata di wilayah ini masih berakar pada hal-hal yang pertama kali menarik orang datang ke sana: air, gunung, dan gua. Yang berubah adalah peran dari pengunjung itu sendiri.
Di Tonglu, wisatawan mungkin masih datang untuk menikmati pemandangan. Namun, mereka juga mungkin akan mendapati diri mereka sedang bercanda dengan karakter gua, menonton putri duyung di tempat istirahat jalan tol, atau bergabung dalam aktivitas yang meminta mereka melakukan lebih dari sekadar berpose untuk foto.
Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.