Negara-negara berkembang kini menjadi pasar kendaraan listrik (EV) dengan pertumbuhan tercepat, membuka peluang baru bagi produsen otomotif yang memiliki jangkauan internasional. Ekspansi terbaru VinFast mencerminkan pergeseran tersebut.
DUBAI, UNI EMIRAT ARAB - Media OutReach Newswire - 5 Agustus 2026 - Selama sebagian besar dekade terakhir, pembahasan mengenai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tingkat global berpusat pada tiga pasar utama, yaitu China, Amerika Serikat, dan Eropa. Namun, data industri terbaru menunjukkan bahwa babak berikutnya dalam perkembangan industri ini kemungkinan akan ditentukan oleh pasar-pasar lain.
Menurut International Energy Agency (IEA), penjualan mobil global turun sekitar 5% pada paruh pertama tahun 2026 akibat tekanan ekonomi, fluktuasi harga bahan bakar, dan perubahan kebijakan yang melemahkan permintaan di China serta Amerika Serikat. Meski demikian, penjualan kendaraan listrik justru pulih dengan kuat pada kuartal kedua dan mencapai rekor tertinggi di 50 negara. Pasar seperti Vietnam, India, Australia, dan Korea Selatan mencatatkan peningkatan penjualan kendaraan listrik hingga sekitar dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara lebih dari 90 negara membukukan pertumbuhan penjualan secara tahunan selama enam bulan pertama tahun ini.
Perubahan tersebut mencerminkan pergeseran yang lebih luas mengenai sumber pertumbuhan industri di masa depan. Meskipun China masih menjadi pasar kendaraan listrik terbesar di dunia, IEA memperkirakan penjualan kendaraan listrik di negara tersebut akan mengalami stagnasi untuk pertama kalinya dalam dekade ini, meskipun kendaraan listrik telah menyumbang lebih dari 60% penjualan mobil baru. Di sisi lain, pasar negara berkembang semakin memainkan peran penting, didukung oleh perluasan insentif pemerintah, pembangunan infrastruktur pengisian daya, serta meningkatnya minat konsumen.
IEA juga mencatat bahwa China bersama negara-negara berkembang lainnya diperkirakan akan menyumbang sekitar 60% dari total permintaan mobil global dalam satu dekade mendatang. Kondisi ini menjadikan keberhasilan di pasar-pasar tersebut sebagai faktor yang semakin menentukan kepemimpinan produsen otomotif di masa depan.
Kinerja terbaru VinFast mencerminkan perubahan lanskap industri tersebut.
Produsen otomotif asal Vietnam itu mengirimkan 70.085 kendaraan listrik secara global pada kuartal kedua 2026, meningkat 96% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan demikian, total pengiriman selama semester pertama mencapai 128.662 unit, atau naik 78% dibandingkan paruh pertama tahun sebelumnya. Bisnis kendaraan roda dua perusahaan juga terus berkembang pesat, dengan pengiriman 286.039 skuter listrik dan sepeda listrik selama kuartal tersebut, melonjak 311% secara tahunan.
Komposisi pengiriman kendaraan juga menunjukkan pentingnya menghadirkan produk yang dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan pasar. Model mulai dari VF 3 dan VF 5 yang berukuran kompak, Limo Green MPV, hingga VF MPV 7 yang baru diperkenalkan, semuanya memberikan kontribusi signifikan terhadap volume penjualan pada kuartal kedua. Hal ini mengindikasikan bahwa permintaan datang dari segmen mobilitas pribadi maupun transportasi komersial.
Yang tidak kalah penting adalah tujuan pengiriman kendaraan-kendaraan tersebut.
Pada Juli, VinFast mengekspor lebih dari 5.000 kendaraan listrik melalui dua kapal khusus. Salah satu pengiriman, yang terdiri atas sekitar 1.500 SUV VF 6, ditujukan untuk mendukung rencana ekspansi mitra Green SM di Eropa. Sementara itu, kapal lainnya mengangkut lebih dari 3.500 kendaraan menuju Filipina dan Indonesia. Pengiriman ini menjadi ekspor internasional ke-37 dan ke-38 yang dilakukan VinFast dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, sekaligus menunjukkan semakin besarnya skala operasional perusahaan dalam mendukung ekspansi globalnya.
Upaya VinFast memperluas pasar internasional, termasuk ke kawasan Timur Tengah, menunjukkan bahwa seiring pertumbuhan industri yang semakin tersebar secara geografis, produsen otomotif tidak lagi dapat mengandalkan segelintir pasar yang telah matang sebagai pendorong utama ekspansi. Keberhasilan di masa depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan membangun produk, jaringan distribusi, dan operasional yang mampu bersaing di berbagai negara berkembang.
Bagi industri kendaraan listrik global, pusat pertumbuhan tidak sedang meninggalkan pasar-pasar yang telah mapan. Sebaliknya, pertumbuhan tersebut kini semakin tersebar ke berbagai wilayah. Momentum yang diraih VinFast menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki posisi kuat di sejumlah kawasan dengan pertumbuhan tinggi berpotensi menjadi pihak yang paling diuntungkan dari pergeseran tersebut.