Sorotan Utama
London, Inggris ? Gorilla Technology Group Inc. (NASDAQ: GRRR) (?Gorilla? atau ?Perusahaan?), penyedia global solusi infrastruktur berbasis kecerdasan buatan (AI), intelijen keamanan, dan solusi data, hari ini mengumumkan bahwa penyelesaian dua pendanaan obligasi terbarunya, yang menghasilkan dana kotor gabungan sebesar US$232 juta, memungkinkan perusahaan mempercepat pelaksanaan program infrastruktur AI di India, Indonesia, dan Thailand. Pendanaan terbaru terutama dialokasikan untuk program NeutraDC Batam, sedangkan pendanaan sebelumnya digunakan untuk mendukung kontribusi ekuitas Gorilla pada program Yotta 2.
Ketua dan Chief Executive Officer (CEO) Gorilla Technology, Jay Chandan, mengatakan, ?Instrumen pendanaan ini memang mendapat perhatian besar dari pasar, namun perhatian terhadap program komersial yang telah ditandatangani dan didukung oleh pendanaan tersebut justru masih kurang. Hal yang seharusnya menjadi fokus para pemegang saham bukanlah pendanaannya, melainkan potensi pendapatan tahunan bernilai ratusan juta dolar AS yang dimungkinkan oleh pendanaan tersebut.?
?Dana ini bukan dihimpun dengan harapan Gorilla nantinya akan menemukan pelanggan atau mengidentifikasi proyek. Kontrak dengan pelanggan sudah ditandatangani, kapasitas pusat data telah diamankan, dan program implementasi kini memasuki tahap pelaksanaan. Pendanaan ini menyediakan modal yang dibutuhkan untuk menghubungkan seluruh elemen tersebut dan memulai proses realisasi.?
?Pasar tentu berhak mencermati setiap skema pendanaan. Di sisi lain, manajemen juga bertanggung jawab menjelaskan apa yang didukung oleh pendanaan tersebut. Dalam kasus ini, penghimpunan modal sebesar US$125 juta membantu Gorilla menjalankan kontrak yang telah ditandatangani dengan nilai pendapatan yang diperkirakan mencapai sekitar US$2,5 miliar selama lima tahun, disertai penawaran pembiayaan terpisah yang mencakup sekitar 70% dari estimasi biaya proyek.?
?Pertumbuhan dalam skala seperti ini tidak dapat didukung hanya dengan retorika. Dibutuhkan akses terhadap pendanaan yang dikelola secara disiplin, mitra yang kuat, serta penempatan modal berdasarkan permintaan yang telah terikat kontrak. Itulah yang sedang dilakukan Gorilla.?
?Modal bukanlah tujuan akhir. Modal merupakan jembatan antara permintaan pelanggan yang telah dikontrak dengan infrastruktur yang menghasilkan pendapatan.?
?Saya tidak akan membiarkan volatilitas pasar jangka pendek mengalihkan perhatian kami dari pekerjaan yang ada di depan. Fokus kami adalah implementasi, pendapatan, penciptaan arus kas, dan profitabilitas. Obligasi hanyalah instrumen pendanaan. Tolok ukur bagi tim manajemen ini adalah bisnis yang berhasil kami bangun melalui pendanaan tersebut.?
Chief Financial Officer (CFO) Gorilla Technology, Bruce Bower, mengatakan, ?Melalui dua pendanaan terbaru ini, Gorilla berhasil memperoleh sekitar US$232 juta modal korporasi jangka panjang untuk mendukung program GPU-as-a-Service (GPUaaS).?
?Kami terus menyesuaikan kombinasi ekuitas perusahaan, utang tingkat proyek, pembiayaan berbasis aset, dan arus kas operasional sesuai kebutuhan serta jangka waktu masing-masing proyek.?
?Seiring proyek-proyek mulai beroperasi, tujuan kami adalah memanfaatkan arus kas yang dihasilkan untuk mendukung tahap pertumbuhan berikutnya sekaligus secara bertahap mengurangi kebutuhan modal di tingkat korporasi.?
Indonesia: Program NeutraDC Batam Tetap Berjalan Sesuai Jadwal
Program NeutraDC Batam tetap berjalan sesuai jadwal. Pendanaan terbaru perusahaan menyediakan modal ekuitas yang diperlukan untuk melakukan pembayaran di muka, mengamankan kapasitas pusat data yang telah dikomitmenkan, serta memulai pengadaan peralatan, logistik, integrasi, dan mobilisasi untuk tahap awal implementasi.
Tahap pertama diperkirakan akan dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama ditargetkan pada September 2026, sedangkan gelombang kedua dijadwalkan pada Desember 2026. Sisa kapasitas yang telah dikontrak diperkirakan akan diselesaikan pada paruh pertama tahun 2027.
Pendapatan diperkirakan mulai diakui setelah kapasitas yang telah dikontrak selesai diimplementasikan dan diterima sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian pelanggan.
Program ini mendukung kontrak infrastruktur komputasi AI berdurasi lima tahun yang telah ditandatangani dengan nilai pendapatan yang diperkirakan mencapai sekitar US$2,5 miliar, termasuk sekitar US$1,3 miliar yang berasal dari tahap pertama proyek.
India: Implementasi Yotta Berjalan Lebih Cepat dari Jadwal
Pendanaan sebelumnya terutama diperoleh untuk mendukung kontribusi ekuitas Gorilla pada program Yotta 2 yang dirancang untuk mendukung implementasi 20.736 GPU generasi terbaru di New Delhi, India. Aktivitas implementasi program Yotta 1 dan Yotta 2 di India kini berjalan lebih cepat dibandingkan jadwal internal perusahaan.
Untuk Yotta 1, perusahaan tengah mempercepat proses instalasi, integrasi, pembangunan jaringan, serta berbagai pekerjaan kesiapan operasional guna mengaktifkan infrastruktur GPU tahap awal. Program ini mencakup 640 server berkinerja tinggi yang dilengkapi dengan 5.120 GPU.
Gorilla membiayai tahap awal mobilisasi dan implementasi Yotta 1 menggunakan kas internal perusahaan. Program ini diperkirakan menghasilkan pendapatan sekitar US$500 juta dalam lima tahun. Sebanyak 640 server tersebut ditargetkan selesai diproduksi, dikirim, dan diimplementasikan pada akhir Agustus 2026.
Pekerjaan pada Yotta 2 juga terus berkembang, mencakup aspek rekayasa teknik, kesiapan lokasi, arsitektur infrastruktur, perencanaan peralatan, serta penjadwalan implementasi. Program ini dirancang untuk mendukung penempatan tambahan sebanyak 20.736 GPU generasi terbaru di Delhi dengan estimasi nilai proyek sekitar US$2,5 miliar berdasarkan kerangka kerja komersial saat ini.
Kemajuan kedua program tersebut mencerminkan koordinasi yang semakin erat antara Gorilla, Yotta, penyedia peralatan, tim integrasi, dan mitra pembiayaan.
Mengapa Pendanaan Terbaru Sangat Penting
Dua pendanaan terbaru Gorilla menyediakan modal yang menjadi komponen ekuitas perusahaan untuk membuka akses terhadap paket pembiayaan tingkat proyek dan pembiayaan berbasis aset dengan nilai yang jauh lebih besar.
Program infrastruktur berskala besar pada umumnya tidak dibiayai sepenuhnya melalui utang proyek. Sponsor proyek diwajibkan menyertakan modal ekuitas sebelum pemberi pinjaman menyediakan sisa pembiayaan. Pendanaan terbaru Gorilla memenuhi kebutuhan kontribusi ekuitas tersebut berdasarkan permintaan pelanggan yang telah dikontrak dan program implementasi yang telah ditetapkan.
Perusahaan juga terus memproses penawaran pembiayaan utang terpisah yang mencakup sekitar 70% dari estimasi biaya GPU, jaringan, dan infrastruktur terkait untuk program NeutraDC Batam.
Obligasi terbaru tidak secara otomatis mengakibatkan penerbitan saham biasa pada saat penutupan transaksi. Harga konversi awal sekitar US$25,48 per saham biasa mencerminkan premi sekitar 52% dibandingkan harga penutupan saham Gorilla pada 14 Juli 2026, dengan tetap memperhatikan mekanisme penyesuaian harga yang sebelumnya telah diungkapkan perusahaan, termasuk kemungkinan penyesuaian ke tingkat yang lebih tinggi.
Thailand: Kampus AI Korat 200 MW Menuju Tahap Komersialisasi
Setelah seluruh pembangunan selesai dan kapasitas dimanfaatkan sepenuhnya, kampus dengan beban TI sebesar 200 MW ini diperkirakan mampu mendukung sekitar 100.000 hingga 110.000 GPU generasi terbaru atau setara.
Berdasarkan asumsi harga dan tingkat utilisasi saat ini, kampus yang telah sepenuhnya dikembangkan memiliki potensi pendapatan kotor sekitar US$16 miliar hingga US$18 miliar selama lima tahun.
Angka tersebut merupakan potensi pendapatan, bukan pendapatan yang telah dikontrak, sehingga masih bergantung pada penandatanganan kontrak pelanggan, penyelesaian pembiayaan, konfigurasi akhir peralatan, jadwal implementasi, dan tingkat pemanfaatan kapasitas.
Gorilla terus melanjutkan pembahasan dengan calon pelanggan terkait komitmen kapasitas secara bertahap serta perjanjian pembelian layanan (offtake) jangka panjang.
Jay Chandan menutup pernyataannya dengan mengatakan, ?Program yang telah dikontrak dan implementasi fisik yang dimungkinkan oleh upaya pendanaan kami merupakan inti dari cerita ini.?
?Pendanaan terbaru menyediakan modal ekuitas yang dibutuhkan untuk membuka akses terhadap paket pembiayaan proyek yang jauh lebih besar di Batam maupun Yotta. Program infrastruktur sebesar ini tidak dapat dibiayai hanya dengan retorika atau sepenuhnya melalui utang. Dibutuhkan modal dari sponsor, pelaksanaan yang disiplin, dan permintaan yang telah memiliki kontrak.?
?Di India dan Indonesia, Gorilla sedang bergerak dari tahap kontrak menuju implementasi. Di Thailand, kami tengah memajukan tahap besar berikutnya dari platform regional kami.?
?Volatilitas pasar jangka pendek tidak mengubah kontrak, jadwal implementasi, maupun peluang bisnis yang mendasarinya?dan tentu saja tidak mengubah fokus kami. Kami akan dinilai berdasarkan infrastruktur yang berhasil dibangun, pelanggan yang berhasil diaktifkan, pendapatan yang dihasilkan, kas yang berhasil dikumpulkan, serta profitabilitas yang berkelanjutan. Di situlah perhatian manajemen akan tetap terfokus.?
Tentang Gorilla Technology Group Inc.
Berkantor pusat di London, Inggris, Gorilla merupakan penyedia solusi global di bidang intelijen keamanan, intelijen jaringan, intelijen bisnis, teknologi Internet of Things (IoT), serta pusat data. Perusahaan menawarkan berbagai solusi, termasuk Smart City, jaringan, video, konvergensi keamanan, dan IoT untuk berbagai sektor seperti pemerintahan dan layanan publik, manufaktur, telekomunikasi, ritel, transportasi dan logistik, layanan kesehatan, serta pendidikan, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mendalam (deep learning).
Keahlian Gorilla berfokus pada transformasi operasional perkotaan, peningkatan keamanan, serta penguatan ketahanan infrastruktur. Perusahaan menghadirkan berbagai produk inovatif yang memanfaatkan AI untuk pengawasan video cerdas, pengenalan wajah, pengenalan pelat nomor kendaraan, komputasi tepi (edge computing), analisis pascakejadian, serta teknologi keamanan siber canggih. Melalui integrasi teknologi berbasis AI tersebut, Gorilla membantu pengembangan Smart City agar lebih efisien, aman, dan tangguh terhadap ancaman siber, sehingga pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi situs resmi Gorilla Technology di www.gorilla-technology.com.
Siaran pers ini mengandung ?pernyataan berpandangan ke depan? (forward-looking statements) dalam arti ketentuan ?safe harbor? dari Private Securities Litigation Reform Act Tiongkok/AS tahun 1995. Hasil aktual Gorilla mungkin berbeda dari ekspektasi, estimasi, dan proyeksinya, dan oleh karena itu, Anda tidak boleh mengandalkan pernyataan berpandangan ke depan ini sebagai prediksi atas peristiwa di masa depan. Kata-kata seperti ?berharap? (expect), ?mengestimasi? (estimate), ?memproyeksikan? (project), ?menganggarkan? (budget), ?meramalkan? (forecast), ?mengantisipasi? (anticipate), ?bermaksud? (intend), ?merencanakan? (plan), ?dapat? (may), ?akan? (will), ?bisa? (could), ?seharusnya? (should), ?meyakini? (believes), ?memprediksi? (predicts), ?potensial? (potential), ?mungkin? (might), dan ?berlanjut? (continues), serta ungkapan serupa, dimaksudkan untuk mengidentifikasi pernyataan berpandangan ke depan tersebut.
Pernyataan berpandangan ke depan ini mencakup, namun tidak terbatas pada, pernyataan mengenai kontrak Perusahaan dengan Yotta dan NeutraDC Batam?termasuk perkiraan waktu dan jumlah pendapatan yang dapat dihasilkan darinya serta waktu penyebaran (deployment) server dan eksekusi secara keseluruhan berdasarkan kontrak tersebut?kemampuan Perusahaan untuk membiayai pembelian GPU dan pengeluaran terkait, serta kemampuan Perusahaan untuk mencapai tujuan pengembangannya untuk Korat 200MW Campus, beserta risiko-risiko lain yang dijelaskan di bawah judul ?Faktor Risiko? (Risk Factors) dalam Formulir 20-F yang diajukan Gorilla kepada Securities and Exchange Commission (?SEC?) pada 15 April 2026 dan risiko yang tercantum dalam pengajuan masa depan Gorilla ke SEC.
Pernyataan berpandangan ke depan ini melibatkan risiko dan ketidakpastian signifikan yang dapat menyebabkan hasil aktual berbeda secara materiil dari hasil yang diharapkan. Sebagian besar faktor ini berada di luar kendali Gorilla dan sulit untuk diprediksi. Jika satu atau lebih dari risiko atau ketidakpastian ini terealisasi, atau jika asumsi yang mendasarinya terbukti tidak benar, hasil aktual dapat bervariasi secara materiil dari apa yang diindikasikan atau diantisipasi oleh pernyataan berpandangan ke depan tersebut. Pembaca diimbau untuk tidak menempatkan ketergantungan yang tidak semestinya pada pernyataan berpandangan ke depan mana pun, yang hanya berlaku pada tanggal pernyataan tersebut dibuat. Gorilla tidak berkewajiban untuk memperbarui pernyataan berpandangan ke depan untuk mencerminkan peristiwa atau keadaan setelah tanggal pernyataan tersebut dibuat, kecuali diwajibkan oleh hukum atau peraturan yang berlaku.
Dave Gentry
RedChip Companies, Inc. for Gorilla Technology
1-407-644-4256
GRRR@redchip.com