• Home
  • Lingkungan
  • Fore Coffee Tolak Transisi Cage-Free, Koalisi AFJ'AFFA Kirim Karangan Bunga Duka Cita Sebagai Simbol Keprihatinan

Fore Coffee Tolak Transisi Cage-Free, Koalisi AFJ'AFFA Kirim Karangan Bunga Duka Cita Sebagai Simbol Keprihatinan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:28

JAKARTA, RIAUGREEN.COM - Animal Friends Jogja (AFJ) bersama koalisi Act for Farmed Animals (AFFA) menggelar aksi damai di depan kantor pusat Fore Coffee di kawasan Thamrin, Jakarta. Aksi ini merupakan tindak lanjut atas tanggapan yang disampaikan pihak legal Fore Coffee melalui surat elektronik kepada Animal Friends Jogja (AFJ) pada April 2026, yang menyatakan bahwa untuk saat ini perusahaan belum dapat bergabung dalam program transisi menuju penggunaan telur bebas sangkar (cage-free), sebuah kebijakan yang telah diadopsi oleh banyak perusahaan sebagai bagian dari komitmen terhadap kesejahteraan hewan. 

Sebagai bentuk penyampaian aspirasi, koalisi AFJ-AFFA menyerahkan karangan bunga duka cita berukuran besar yang ditempatkan di depan gedung kantor pusat Fore Coffee. Karangan bunga tersebut menjadi simbol keprihatinan hilangnya kepedulian terhadap kesejahteraan ribuan ayam petelur yang masih dipelihara dalam sistem kandang sempit, atau kandang baterai sebagaimana dikenal dalam industri. Dalam sistem ini, ruang gerak setiap individu ayam sangat terbatas, bahkan  hanya sekitar seluas selembar kertas A4. Kondisi ini membuat ayam tidak dapat melakukan berbagai perilaku alaminya serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan kesejahteraan.

Selain mengirimkan karangan bunga duka cita, 20 aktivis Koalisi AFJ'AFFA membentangkan banner aksi dan membawa poster berisi pesan kampanye yang mendesak Fore Coffee menghentikan penggunaan telur dari sistem kandang sempit melalui perubahan kebijakan pengadaan bahan bakunya. Aksi tersebut turut diiringi suara tabuhan drum marching band dan diperkuat oleh dua aktivis yang mengenakan kostum menyerupai barista sebagai bagian dari aksi simbolik.

Koalisi AFJ'AFFA menyayangkan keputusan Fore Coffee, salah satu jaringan kedai kopi modern yang berkembang pesat di Indonesia, yang menolak transisi menuju penggunaan telur cage-free. Menurut koalisi, keputusan tersebut menunjukkan belum adanya komitmen perusahaan untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan dalam rantai pasoknya, khususnya pada produk makanan pendamping seperti pastry dan donat yang masih berpotensi menggunakan telur dari sistem kandang sempit.

"Sangat mengecewakan melihat Fore Coffee, sebagai merek lokal modern yang kerap mengusung nilai keberlanjutan, justru menolak mengambil langkah menuju penggunaan telur cage-free. Melalui aksi ini, kami mengajak Fore Coffee membuka ruang dialog dan mulai berdiskusi dengan para pemasoknya untuk mendorong pengadaan bahan baku yang lebih beretika," ujar Dwi Octavia, Manajer Kampanye Program Advokasi Kesejahteraan Hewan yang Diternakkan, Animal Friends Jogja.

Dwi menambahkan bahwa industri telur cage-free di Indonesia terus berkembang, dengan semakin banyak pemasok yang melayani kebutuhan sektor makanan dan minuman. "Dengan kapasitas pasokan yang terus berkembang, transisi menuju telur cage-free bukan lagi persoalan kesiapan industri, melainkan komitmen perusahaan untuk membangun rantai pasok yang lebih bertanggung jawab," tambahnya. 

"Dukungan dari 17.403 orang dalam petisi Fore Coffee menjadi bukti nyata bahwa konsumen Indonesia kini semakin peduli pada aspek keberlanjutan dan etis. Gerakan ini menunjukkan kuatnya ekspektasi masyarakat agar Fore Coffee menerapkan praktik pengadaan yang ramah kesejahteraan hewan. Melalui dukungan publik yang kuat ini, kami berharap Fore Coffee segera mengambil langkah nyata dalam membangun rantai pasok yang lebih bertanggung jawab." jelas Elfha Shavira, Pemimpin Kampanye Act for Farmed Animals" 

Dalam aksi tersebut, perwakilan tim legal Fore Coffee menemui Koalisi AFJ'AFFA dan menerima aspirasi yang disampaikan. Fore Coffee menyampaikan akan terlebih dahulu mendiskusikan masukan koalisi dengan unit-unit terkait di internal perusahaan, serta menargetkan akan memberikan perkembangan lebih lanjut pada Agustus mendatang. Koalisi AFJ'AFFA menyambut itikad baik tersebut dan menegaskan akan terus memantau serta menindaklanjuti perkembangan proses tersebut.

Koalisi AFJ'AFFA berharap pembahasan yang dilakukan Fore Coffee menghasilkan langkah nyata berupa komitmen publik dan peta jalan (roadmap) transisi menuju penggunaan telur cage-free secara bertahap. Koalisi akan terus mengawal perkembangan tersebut sebagai bagian dari dorongan publik agar Fore Coffee membangun rantai pasok yang lebih bertanggung jawab terhadap kesejahteraan hewan.


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top