• Home
  • Bisnis
  • ACE ROBOTICS Perkenalkan Kairos 3.1 dan Perluas Ekosistem Embodied AI dari Pengelolaan Data hingga Implementasi di WAIC 2026

ACE ROBOTICS Perkenalkan Kairos 3.1 dan Perluas Ekosistem Embodied AI dari Pengelolaan Data hingga Implementasi di WAIC 2026

Senin, 20 Juli 2026 | 08:49
Keterangan Foto: Ketua ACE ROBOTICS, Wang Xiaogang, memperkenalkan Kairos 3.1 dalam ajang World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai.

Peluncuran ini menggabungkan model dunia terpadu yang berorientasi pada aksi dengan Ambient Capture Engine 2.0, tiga solusi komersial, serta tolok ukur (benchmark) industri baru, yang menghubungkan data berkepadatan tinggi dengan operasional robot di dunia nyata.


SHANGHAI, CHINA ? Media OutReach Newswire ? 19 Juli 2026 ?  ACE ROBOTICS hari ini memperkenalkan Kairos 3.1, model dunia (world model) terbaru yang berorientasi pada aksi, bersama Ambient Capture Engine 2.0 serta tiga solusi komersial yang mencakup skenario ritel instan, perhotelan, dan layanan luar ruangan.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam sebuah forum yang diselenggarakan ACE ROBOTICS pada WAIC 2026 dengan tema mendorong perkembangan physical AI dari tahap ?memahami? menuju ?mengeksekusi?. Acara ini mempertemukan para ekonom, eksekutif teknologi, dan peneliti AI berwujud (embodied AI) untuk membahas bagaimana model dunia serbaguna dapat berkembang dari penelitian laboratorium menjadi implementasi di dunia industri.

Forum tersebut juga menandai peluncuran PHYSICAL IQ, sebuah tolok ukur terpadu (benchmark) untuk kecerdasan fisik berwujud. Inisiatif ini digagas bersama oleh Shanghai Artificial Intelligence Association, Shenzhen Loop Area Institute, dan cabang Tiongkok Timur dari China Academy of Information and Communications Technology, dengan melibatkan lebih dari 20 universitas serta mitra industri.

Pemenang Nobel Ekonomi, Thomas J. Sargent, membahas keterbatasan sistem kecerdasan saat ini ketika menghadapi situasi yang langka maupun kondisi yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Model dunia yang dibangun untuk dunia fisik

?Dalam dunia digital, kesalahan model mungkin hanya menghasilkan gambar atau paragraf yang kurang sempurna. Namun di dunia fisik, tindakan yang salah dapat menimbulkan konsekuensi nyata,? ujar Wang Xiaogang, Chairman ACE ROBOTICS. ?Kairos 3.1 dibangun berdasarkan pendekatan prinsip dasar terhadap model dunia berwujud, sehingga membantu robot bertindak lebih andal di lingkungan yang kompleks dan penuh ketidakpastian, sekaligus mempercepat hadirnya momen Kairos bagi physical AI.?

Kairos 3.1 dirancang sebagai model terpadu yang secara bawaan menggabungkan kemampuan generatif, kecerdasan fisik, dan kecerdasan kognitif dalam satu arsitektur, alih-alih menyatukan berbagai kemampuan yang dikembangkan secara terpisah.

Dibangun di atas arsitektur Transformer hibrida dengan mekanisme shared mixed-attention, model ini menyatukan observasi visual, instruksi bahasa, sinyal gaya dan sentuhan, serta lintasan kebijakan (policy trajectories) ke dalam satu ruang laten (latent space).

Pendekatan tersebut mendukung siklus ?memahami, bernalar, mengeksekusi, dan merefleksikan?. Model mampu memecah tugas jangka panjang menjadi beberapa tahapan, mensimulasikan hubungan sebab-akibat fisik dalam berbagai skenario, memberi peringkat pada tindakan yang mungkin dilakukan, mengeksekusi strategi terbaik, lalu mengevaluasi hasilnya untuk melakukan penyesuaian.

Inti dari kemampuan pemahaman spasialnya adalah ACE-BRAIN-0.5. Menurut ACE ROBOTICS, model ini telah mencatat hasil terbaik (state-of-the-art) pada 12 evaluasi publik yang mencakup pemahaman spasial, navigasi, manipulasi, serta penilaian progres tugas dibandingkan model-model yang dipublikasikan hingga Juli 2026.

Sebagai contoh, dalam skenario mencuci pakaian di rumah, robot mampu mengenali hubungan spasial antarobjek, membagi pekerjaan menjadi lebih dari selusin langkah, serta memverifikasi setiap tahap secara real time. Jika terjadi kegagalan, robot dapat mengidentifikasi langkah yang bermasalah dan melanjutkan dari titik tersebut tanpa harus mengulang seluruh proses.

Untuk kemampuan generasi dan penalaran fisik, Kairos-HomeWorld mendukung pembuatan lingkungan rumah secara menyeluruh beserta interaksi objek di dalamnya. Sistem ini dibangun menggunakan 300.000 denah rumah, 5.000 lingkungan rumah hasil simulasi, serta 8.700 aset 3D yang mencakup enam kategori sifat fisik, sehingga merepresentasikan tata letak hunian yang umum di Tiongkok.

Model ini mampu mensimulasikan berbagai lintasan tindakan secara paralel, kemudian memberi peringkat berdasarkan peluang keberhasilan dan biaya eksekusi sebelum mengirimkan instruksi kepada robot fisik.

Dalam pengujian internal, model Kairos 3.1 versi 8B mencatat latensi inferensi sebesar 125 milidetik pada platform NVIDIA Jetson Thor dengan presisi BF16. Mesin komputasi internal KairosRT memungkinkan inferensi dilakukan secara real time langsung di perangkat.

Kairos 3.1 juga dilengkapi kemampuan iterasi reflektif. Ketika suatu tindakan gagal, robot dapat mengevaluasi hasilnya dan menyesuaikan strateginya. Dalam salah satu pengujian, robot mengubah teknik menggenggam dari tiga jari menjadi empat jari setelah percobaan pertama gagal, lalu berhasil menyelesaikan tugas tersebut.

Dari data berkepadatan tinggi menuju pembelajaran berkelanjutan

ACE ROBOTICS juga memperkenalkan konsep Information-Density Law untuk model berwujud. Menurut konsep ini, nilai sebuah data tidak hanya ditentukan oleh volumenya, tetapi juga oleh apakah data tersebut mengandung informasi yang mampu mengubah hasil tindakan agen AI.

ACE ROBOTICS mengelompokkan data berwujud ke dalam lima tingkat kepadatan informasi, mulai dari L1 hingga L5. Data L1 dan L2 digunakan untuk pra-pelatihan dasar, L3 dan L4 masih berfokus pada tugas yang telah dikenal, sedangkan L5 mencakup sinyal gaya dan sentuhan tiga dimensi, lintasan pemulihan dari kegagalan, serta berbagai variabel dari lingkungan terbuka. Menurut perusahaan, data dengan kepadatan tinggi tersebut mampu meningkatkan kemampuan generalisasi, refleksi, dan pembelajaran berkelanjutan.

Berdasarkan prinsip tersebut, Ambient Capture Engine 2.0 dikembangkan sebagai sistem yang berpusat pada manusia untuk menangkap, memproses, dan memanfaatkan kembali data interaksi fisik berkepadatan tinggi.

ACE Ego Kit merupakan perangkat nirkabel ringan yang dikenakan di kepala, tangan, dan dada. Perangkat ini dilengkapi ACE Sense Glove dengan sensitivitas hingga 0,01 newton dan tingkat kesalahan sudut sendi kurang dari dua derajat. Sistem ini mampu menyinkronkan data dari lebih dari 20 sensor heterogen dengan kesalahan waktu kurang dari satu milidetik.

ACE Data Engine adalah platform produksi data otomatis yang mendukung anotasi berpresisi tinggi untuk tugas jangka panjang. Platform ini mengintegrasikan ACE-ViDiHand, kerangka kerja generatif penangkap gerakan tangan 4D yang dirancang tetap mampu melacak gerakan meski terjadi hambatan visual (occlusion) maupun gerakan cepat. ACE ROBOTICS menyatakan teknologi tersebut menempati posisi teratas pada tiga tolok ukur publik?ARCTIC, HOT3D, dan HOI4D?hingga Juli 2026, dengan akurasi per frame mencapai 0,997 dan peningkatan kelancaran gerakan hingga 4,8 kali lipat.

ACE Ego Matrix menstandarkan data berwujud berdasarkan empat dimensi, yakni koordinat spasial, struktur tubuh, waktu tindakan, dan kualitas data. Sistem ini dirancang agar data yang dikumpulkan oleh operator, perangkat, maupun platform robot yang berbeda dapat digunakan kembali secara lintas sistem. ACE ROBOTICS juga telah membuka kode sumber (open source) kerangka kerja ini, yang diklaim menempati peringkat pertama pada papan peringkat RoboCase dan RoboTwin.

ACE ROBOTICS juga mengumumkan perilisan terbuka ACE-Data-0, kumpulan data interaksi rumah tangga tingkat L5 yang berisi tugas-tugas fisik kompleks dengan anotasi berpresisi tinggi.

Tiga solusi siap memasuki operasi komersial

Dengan memanfaatkan infrastruktur data dan kemampuan model dunia Kairos, ACE ROBOTICS memperkenalkan tiga solusi industri standar yang dirancang agar dapat langsung diimplementasikan dalam alur kerja komersial yang sudah ada.

Xiaoman, solusi pemenuhan pesanan (fulfillment) untuk ritel instan, dipadukan dengan robot baru W1. Robot ini memiliki rasio bobot robot terhadap muatan kurang dari 2:1, presisi kendali gaya hingga satu newton, serta hanya memerlukan lebar lorong minimum 75 sentimeter. Hal ini membuatnya cocok digunakan di gudang dengan rak berkepadatan tinggi. Robot juga mampu mengambil barang dalam kemasan fleksibel maupun produk berbentuk kaku.

Solusi ini menghubungkan perangkat keras robot, kemampuan model dunia, sistem kendali gerak, informasi produk, lokasi gudang, dan manajemen pesanan. Implementasinya dapat dilakukan hanya dalam hitungan hari di gudang pemenuhan cepat, toko berukuran kecil, maupun konsep gudang-toko terpadu. Sistem ini telah digunakan oleh pelanggan seperti Sense MartGo, Kuaikeda, dan toko serba ada PetroChina dengan memanfaatkan data pesanan serta rak sebenarnya untuk meningkatkan performa pemenuhan pesanan. ACE ROBOTICS menargetkan implementasi di 1.000 lokasi ritel dalam satu tahun ke depan dan sekitar 10.000 toko dalam dua tahun.

Xiaoxin ditujukan untuk operasional laundry hotel, di mana sekitar 80 persen kebutuhan kerja terjadi pada malam hari menurut estimasi ACE ROBOTICS.

Solusi ini memungkinkan robot menangani proses pengumpulan, pemuatan, pembongkaran, pencucian, penyortiran, hingga pelipatan pakaian. Kemampuan menyetrika direncanakan hadir pada versi mendatang. Sistem ini dirancang untuk mengurangi beban tenaga kerja shift malam sekaligus meningkatkan konsistensi operasional di lingkungan laundry hotel yang tidak seragam.

Xiaotu dirancang untuk beroperasi secara otonom di lingkungan luar ruangan yang kompleks. Dengan arsitektur ?satu otak, banyak tubuh?, solusi ini menerapkan kecerdasan umum (Agentic AI) pada berbagai platform robot berkaki empat.

Sistem ini mendukung navigasi di dalam maupun luar ruangan, penghindaran rintangan secara dinamis, pengisian daya otomatis, pengiriman tugas dari jarak jauh, serta koordinasi banyak robot. Teknologi ini telah digunakan dalam layanan pemandu pengunjung dan pengalaman interaktif pada berbagai acara wisata budaya, termasuk Festival Bunga Begonia di Tianjin.

Membangun ekosistem embodied AI yang terbuka

ACE ROBOTICS juga mengumumkan serangkaian kemitraan yang mencakup pembangunan infrastruktur, komputasi, hingga implementasi komersial.

Perusahaan menjalin kerja sama strategis dengan Caohejing Development Zone untuk mengembangkan platform inovasi AI berwujud.

Di sektor ritel dan pemenuhan pesanan, ACE ROBOTICS mengumumkan kolaborasi dengan PetroChina, Kuaikeda, dan SenseTime Shanhui untuk mengembangkan toko gudang otonom, gudang depan (front warehouse), serta lingkungan ritel tanpa awak.

Untuk memenuhi kebutuhan komputasi dalam pengembangan model dunia, ACE ROBOTICS meluncurkan inisiatif World Model Cloud Ecosystem bersama Baidu AI Cloud, Alibaba Cloud, Huawei Cloud, Tencent Cloud, dan SenseCore AI Cloud.

Dengan menghubungkan data berkepadatan tinggi, model dunia terpadu, platform robot, aplikasi komersial, serta standar evaluasi bersama, ACE ROBOTICS berharap dapat mendorong transisi AI berwujud dari sekadar demonstrasi teknologi menjadi sistem yang mampu beroperasi secara berkelanjutan di lingkungan dunia nyata.


https://www.linkedin.com/company/acerobotics/posts/'feedView=all&viewAsMember=true%EF%BD%9C
https://x.com/ace_robotics


Tentang ACE ROBOTICS ? Membekali Robot dengan ?Otak? Cerdas dan ?Jiwa? yang Adaptif

ACE ROBOTICS adalah perusahaan robotika pelopor yang berfokus pada pengembangan teknologi embodied intelligence (kecerdasan berwujud). Melalui inovasi teknologi terobosan dan pemahaman mendalam terhadap berbagai skenario embodied intelligence, perusahaan ini bertujuan membekali robot dengan kemampuan untuk memahami dan mengeksplorasi dunia fisik secara mandiri, sehingga mempercepat penerapan komersial teknologi robotika.

Perusahaan ini memelopori paradigma penelitian dan pengembangan (R&D) ACE serta membangun rantai teknologi berbasis visi komputer yang mencakup mesin data lingkungan, kognisi dunia nyata, dan generalisasi interaksi embodied. Dengan memanfaatkan pengambilan data lingkungan secara penuh berdasarkan dimensi ruang-waktu (spatiotemporal) dan berbagai sudut pandang sebagai fondasi, dipadukan dengan Kairos 3.0?model dunia (world model) sumber terbuka pertama di Tiongkok yang siap diterapkan secara komersial?serta Embodied Foundation Model sebagai tulang punggung teknologinya, ACE ROBOTICS mengatasi berbagai tantangan utama industri, seperti keterbatasan data, kurangnya pengetahuan umum (common sense), kemampuan generalisasi yang rendah, serta fleksibilitas yang masih terbatas. Pada saat yang sama, perusahaan juga memperkenalkan A1 Embodied Super Brain Module sebagai produk unggulannya untuk mempercepat implementasi embodied intelligence secara luas di berbagai skenario komersial.

ACE ROBOTICS tidak hanya berperan sebagai pelopor teknologi, tetapi juga sebagai pembangun ekosistem. Melalui kerja sama strategis dengan produsen perangkat keras terkemuka, penyedia layanan komputasi awan, serta mitra dari berbagai sektor industri, perusahaan berhasil mengatasi kebuntuan dalam rantai industri yang mencakup model?perangkat keras?skenario. ACE ROBOTICS menyediakan solusi yang bersifat standar maupun kustom, sehingga turut mendorong perkembangan industri embodied intelligence di Tiongkok.



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top