• Home
  • Kuansing
  • Kisruh Kabag Ortal Dengan DPRD Kuansing Berawal Dari Chat Group WhatsApp

Kisruh Kabag Ortal Dengan DPRD Kuansing Berawal Dari Chat Group WhatsApp

Jumat, 22 Maret 2019 | 17:13
RiauGreen.com
Foto: Sekwan DPRD Kuansing, Mastur

TELUKKUANTAN, RIAUGREEN.COM- Kisruh antara Kabag Ortal Pemkab Kuansing dengan segenap anggota DPRD Kuansing terkait ucapan yang dinilai kurang beretika ternyata berawal dari chat di group WhatsApp.

Dimana, Kabag Ortal merespon  siaran salahsatu televisi di Riau yang menayangkan liputan kunjungan kunker Bapemperda DPRD Kuansing di Kemenkum HAM beberapa waktu lalu.

Sekwan waktu men-share siaran televisi tersebut ke group WhatsApp Pemkab Kuansing.  Di group itu, Kabag Ortal, Yunita Tresia  lantas memberikan respon yang berbunyi, "Mantap pak Sekwan. Kami menyusun Ranperda evaluasi OPD juga menggunakan pendampingan dari kemenkumham Riau. Tapi sayang Perda itu sampai kini belum dibahas di DPRD kita. Padahal pembentukan BPBD sudah sangat diharapkan masyarakat," sindir

Lalu, respon Kabag Ortal itu tidak serta merta dibalas Sekwan. Akan tetapi ada salah satu anggota grup Sekda memberitahukan kepada anggota DPRD. Lalu anggota dewan merasa keberatan dengan pernyataan tersebut. Karena inti dari kalimat Kabag ortal itu, menilai kinerja DPRD lemah.

"Makanya mungkin Cak Mus (Musliadi-red) dan sejumlah anggota marah, bahkan (Kabag Ortal) minggu lalu sudah di undang untuk hearing, tapi tidak hadir, itu inti masalah nya, " kata Sekwan,  Mastur.

Mastur sendiri mengakui tidak pernah berkomunikasi langsung dengan Kabag Ortal terkait itu. "Saya hanya ngirim rekaman berita Rtv via WA Group. Itu lah yang di respon kabag Ortal," kata Sekwan saat ditanya RiauGreen.com,  Jumat (22/3/19).

Seperti diberitakan sebelumnya, DPRD Kuansing berencana akan memanggil Kabag Ortal Pemkab Kuansing, Yunita Tresia terhadap pernyataannya yang dinilai kurang beretika.

Pemanggilan itu diperlukan untuk mengklarifikasi terkait penyataannya yang terindikasi tendensius. Hal ini dikatakan oleh Ketua Komisi A DPRD Kuansing, Musliadi saat berbincang dengan RiauGreen.com, Jumat (22/3/19). 

Musliadi menjelaskan, informasi itu didengarnya dari Sekwan DPRD bahwasanya Kabag Ortal mengatakan hal itu dalam salahsatu forum.  "Bahkan ia menuding dewan menghabiskan uang saja, " kata Musliadi.

Namun belakangan informasi itu dibantah oleh Sekwan. Ia hanya mengaku men-share rekaman liputan kunker dewan ke Kemenkum HAM. Lalu rekaman itu direspon oleh Kabag Ortal yang terkesan menyindir kinerja dewan. (hendri)


Loading...
BERITA LAINNYA
Bawaslu Kuansing Belum Temukan Serangan Fajar
Selasa, 16 April 2019 | 23:08
Bupati Mursini: Ayo Lawan Politik Uang
Senin, 15 April 2019 | 16:55
BERIKAN KOMENTAR
Top