BENGKALIS, RIAUGREEN.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) yang ..."/>
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Warga Desa Sukamaju Olah Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik dan Camilan Bernilai Ekonomis

Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Warga Desa Sukamaju Olah Limbah Tahu Jadi Pupuk Organik dan Camilan Bernilai Ekonomis

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:41

BENGKALIS, RIAUGREEN.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) yang ditempatkan di Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menggelar dua kegiatan sekaligus di Balai Desa Sukamaju, Rabu (9/7/2026). Dua kegiatan tersebut adalah Sosialisasi Interaktif Formula Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Air Sisa Tahu dan Workshop “Ibu Kreatif”: Edukasi Potensi Olahan Ampas Tahu.

Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar program “Workshop Teknologi Tepat Guna dan Pengolahan Limbah Komoditas”, yang digagas mahasiswa KUKERTA UNRI di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. Seno Andri, MM., M.Si, guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNRI. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan masyarakat Desa Sukamaju, khususnya pelaku usaha rumahan tahu-tempe.

Kegiatan ini lahir dari keresahan atas kondisi industri tahu rumahan di Desa Sukamaju yang selama ini membuang limbah cair produksinya begitu saja tanpa pengolahan, sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan sumber air warga. Di sisi lain, ampas tahu yang dihasilkan setiap hari juga masih dipandang sebelah mata dan hanya berakhir sebagai pakan ternak, padahal kandungan proteinnya masih cukup tinggi untuk diolah menjadi bahan pangan bernilai jual.

Ubah Limbah Cair Tahu Jadi Pupuk Organik

Dalam sosialisasi pembuatan POC, mahasiswa KUKERTA memperkenalkan cara sederhana mengolah air sisa produksi tahu menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis bagi kegiatan pertanian warga. Air limbah tahu difermentasi bersama bioaktivator EM4, air kelapa, dan gula putih, kemudian disimpan dalam wadah tertutup selama kurang lebih dua minggu hingga siap digunakan sebagai pupuk cair untuk lahan pertanian dan perkebunan warga.

Materi ini disampaikan secara interaktif dengan melibatkan langsung ibu-ibu PKK dalam proses pencampuran bahan, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mempraktikkan langsung tahapan fermentasinya. Dengan cara ini, limbah yang tadinya dibuang percuma dapat dimanfaatkan kembali untuk menyuburkan tanaman cabai, ubi, dan berbagai komoditas pertanian lain yang menjadi andalan warga desa.

“Melalui program ini, kami ingin masyarakat memahami bahwa air sisa tahu yang selama ini dianggap limbah, sebenarnya punya potensi besar sebagai pupuk organik cair yang bisa menekan biaya pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” demikian disampaikan dalam pemaparan materi oleh tim mahasiswa KUKERTA.

Workshop “Ibu Kreatif”: Sulap Ampas Tahu Jadi Camilan Bergizi

Masih di lokasi dan hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan Workshop “Ibu Kreatif” yang berfokus pada edukasi potensi olahan ampas tahu. Dalam sesi ini, mahasiswa KUKERTA mendemonstrasikan secara langsung cara mengolah ampas tahu menjadi produk pangan bergizi di hadapan ibu-ibu PKK yang antusias mengikuti setiap tahapan proses.

Workshop ini bertujuan menumbuhkan kesadaran higienitas usaha rumahan sekaligus membuka wawasan warga bahwa ampas tahu, yang selama ini dianggap tidak bernilai, dapat diolah menjadi camilan yang bukan hanya bergizi tetapi juga memiliki peluang usaha baru bagi kelompok perempuan dan perajin lokal di desa.

Antusiasme warga terlihat dari suasana workshop yang berlangsung hangat dan penuh tawa. Para peserta bergantian mencoba mempraktikkan langkah-langkah pengolahan, mulai dari penanganan ampas tahu, proses pengolahan, hingga hasil akhir yang siap disajikan.

Bagian dari Program Berkelanjutan KUKERTA UNRI

Kedua kegiatan ini menjadi bagian dari sepuluh program kerja utama KUKERTA Berdampak UNRI di Desa Sukamaju, yang secara keseluruhan mengusung tiga pilar utama: penguatan ekonomi dan digitalisasi mandiri, penerapan teknologi tepat guna untuk lingkungan dan pertanian, serta peningkatan kapasitas sosial, edukasi, dan kesehatan masyarakat. Program ini dilaksanakan selama 40 hari efektif, terhitung sejak 22 Juni hingga 31 Juli 2026, oleh sepuluh mahasiswa lintas fakultas UNRI.

Sosialisasi POC dan Workshop Ibu Kreatif diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan dapat terus dipraktikkan secara mandiri oleh warga Desa Sukamaju setelah program KUKERTA berakhir. Sebagai tindak lanjut, tim mahasiswa turut menyusun buku saku panduan pertanian desa yang memuat formula pembuatan POC dan informasi teknis lain, yang diserahkan kepada masyarakat pada penutupan rangkaian program.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KUKERTA UNRI berharap dapat mendorong lahirnya kesadaran baru di tengah masyarakat Desa Sukamaju bahwa limbah produksi rumahan, baik cair maupun padat, dapat diubah menjadi sumber nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih dan berkelanjutan.

(Rilis: Tim KUKERTA Berdampak Universitas Riau, Desa Sukamaju, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis)



BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top