• Home
  • Bisnis
  • SeABank Luncurkan Kerangka Kerja Keuangan Berkelanjutan

SeABank Luncurkan Kerangka Kerja Keuangan Berkelanjutan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 22:35
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link
Keterangan foto: Kerangka Kerja Keuangan Berkelanjutan melanjutkan upaya SeABank dalam mewujudkan keberlanjutan.

HANOI, VIETNAM - Media OutReach Newswire - 29 Oktober 2026 - Southeast Asia Commercial Joint Stock Bank (SeABank, kode saham: SSB) mengumumkan peluncuran Sustainable Finance Framework (SFF) atau Kerangka Kerja Keuangan Berkelanjutan, yang memperoleh Second-Party Opinion (SPO) dari S&P Global Ratings pada 24 September 2026. Pencapaian ini menjadi landasan bagi pengembangan pendanaan dan alokasi modal untuk mendukung komitmen keberlanjutan SeABank.

SFF SeABank disusun berdasarkan enam prinsip dan pedoman internasional yang diterbitkan oleh International Capital Market Association (ICMA), Loan Market Association (LMA), Asia-Pacific Loan Market Association (APLMA), Loan Syndications and Trading Association (LSTA), serta International Finance Corporation (IFC).

Kerangka kerja ini mengatur seluruh siklus pengelolaan dana melalui empat pilar utama, yaitu penggunaan dana, proses evaluasi dan pemilihan proyek, pengelolaan dana, serta pelaporan.

Pendanaan melalui kerangka kerja ini akan mendukung proyek-proyek yang memenuhi persyaratan dalam 14 kategori hijau (40-45 persen), 7 kategori biru (10-15 persen), dan 5 tujuan sosial (40-45 persen).

Inisiatif ini bertujuan mengatasi berbagai tantangan lingkungan dan sosial di Vietnam, seperti emisi, ketahanan sumber daya air, pengelolaan limbah, dan pencemaran. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat yang selama ini kurang terlayani terhadap berbagai layanan penting, perumahan, dan pembiayaan. SeABank turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati laut dan konservasi ekosistem, sekaligus menjadi pelopor dalam bidang pembiayaan biru (blue financing).

Kerangka kerja tersebut menetapkan sejumlah kriteria kuantitatif, seperti persyaratan peningkatan kinerja minimal 20 persen dalam penghematan energi, pengurangan emisi, atau efisiensi penggunaan air. Seluruh eksposur kredit akan melalui proses penyaringan dan penilaian berdasarkan Sistem Manajemen Lingkungan dan Sosial (Environmental and Social Management System/ESMS) SeABank. Berbagai kriteria dan mekanisme pelaporan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas serta mengintegrasikan prinsip keuangan berkelanjutan ke dalam kegiatan operasional bank.

Dikembangkan berdasarkan Kerangka Kerja Obligasi Hijau dan Biru tahun 2025 yang telah selaras dengan standar ICMA dan memperoleh peringkat "Medium Green" dari S&P Global Ratings, kerangka kerja terbaru ini memperluas cakupan dengan menambahkan pembiayaan pinjaman dan tujuan sosial. Dengan demikian, pembiayaan hijau, biru, dan sosial kini disatukan dalam satu struktur terpadu.

Melalui berbagai langkah tersebut, SeABank telah menghimpun pendanaan hampir US$1,1 miliar dari sejumlah lembaga internasional, termasuk IFC, AIIB, Norfund, Proparco, FMO, dan DFC.

Hingga September 2026, outstanding kredit hijau SeABank telah melampaui VND4,1 triliun, meningkat lebih dari 150 persen dibandingkan posisi akhir 2025.

Pada 2030, SeABank menargetkan porsi kredit hijau mencapai 5 persen dari total pinjaman yang masih berjalan. Bank ini juga menargetkan pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 10 persen dibandingkan tahun dasar yang ditetapkan, sekaligus memperluas akses keuangan bagi kelompok rentan, perusahaan yang dimiliki perempuan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berpedoman pada visi keberlanjutannya, SeABank terus mengintegrasikan kriteria lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) ke dalam strategi jangka panjang dan kegiatan operasional perusahaan.

SFF menjadi instrumen penting yang tidak terpisahkan dalam upaya menghimpun dan menyalurkan modal, sekaligus memberdayakan nasabah untuk menjalankan transisi menuju kegiatan usaha yang lebih ramah lingkungan. Langkah ini sejalan dengan upaya Vietnam mencapai target emisi nol bersih (Net-Zero) pada 2050.

Informasi lebih lanjut: di SeABank's SFF | S&P Global SPO



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top