• Home
  • Bisnis
  • Riset Beyond Border: 82% Pendiri Perusahaan Tetap Berencana Ekspansi ke Amerika Serikat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Imigrasi

Riset Beyond Border: 82% Pendiri Perusahaan Tetap Berencana Ekspansi ke Amerika Serikat di Tengah Ketidakpastian Kebijakan Imigrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33
Bagikan: WhatsApp Facebook X Telegram Salin Link

Para pendiri perusahaan tetap melanjutkan rencana ekspansi ke Amerika Serikat (AS) meskipun terdapat ketidakpastian kebijakan imigrasi, menurut riset terbaru dari Beyond Border. Survei Founder Mobility Pulse yang dilakukan perusahaan tersebut menemukan bahwa 82% responden tidak mengubah rencana ekspansi mereka ke AS. Sementara itu, analisis terhadap 1.140 permintaan informasi imigrasi menunjukkan berbagai wawasan mengenai peran kawasan Asia dalam membantu perusahaan memasuki pasar AS.

SINGAPURA & HONG KONG SAR - Media OutReach Newswire - 29 Oktober 2026 -Meskipun ketidakpastian terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat (AS) masih berlanjut, para pendiri perusahaan tetap berkomitmen untuk memperluas bisnis ke pasar Amerika. Hal tersebut terungkap dalam riset terbaru yang dilakukan oleh Beyond Border, platform layanan imigrasi AS.

Survei Founder Mobility Pulse yang dilakukan Beyond Border pada Agustus 2026 terhadap 307 responden dari berbagai negara menemukan bahwa 82% responden tidak mengubah rencana ekspansi mereka ke AS meskipun terdapat ketidakpastian kebijakan imigrasi. Sebanyak 11% responden lainnya menyatakan telah mempercepat jadwal ekspansi atau menjajaki jalur visa alternatif.

Temuan tersebut merupakan bagian dari ulasan pasar Beyond Border edisi Oktober 2026. Analisis ini juga mengacu pada kajian internal terhadap 1.140 permintaan informasi mengenai imigrasi AS dari individu yang berbasis di Asia selama periode Agustus 2025 hingga September 2026, serta statistik imigrasi pemerintah AS dan data mobilitas tenaga kerja di kawasan tersebut.

Hasil riset menunjukkan bahwa meskipun ketidakpastian kebijakan imigrasi memengaruhi cara para pendiri perusahaan memasuki pasar AS, akses ke pasar Amerika tetap menjadi prioritas bisnis yang penting.

"Bagi para pendiri perusahaan, pertanyaannya kini bukan lagi sekadar apakah mereka akan melakukan ekspansi ke AS, melainkan bagaimana membangun kehadiran bisnis yang tepat di sana. Kami melihat berbagai perusahaan berupaya menjangkau pelanggan Amerika, sembari mempertahankan fungsi-fungsi utama bisnis mereka di negara asal. Perencanaan imigrasi perlu menjadi bagian dari strategi tersebut sejak awal, bukan sesuatu yang baru dipikirkan ketika para pendiri siap pindah ke AS," ujar Fred Ng, salah satu pendiri sekaligus CEO Beyond Border.

Empat Temuan tentang Ekspansi ke AS dan Tren Imigrasi

Riset Beyond Border menyoroti empat perkembangan yang memengaruhi ekspansi ke AS dan mobilitas tenaga kerja internasional.

1. Akses ke pelanggan AS tetap menjadi pendorong utama ekspansi

Sebanyak 85% responden survei menyebut akses ke pelanggan AS sebagai motivasi utama mereka melakukan ekspansi, dibandingkan dengan 8% yang menyebut penggalangan dana dan investor sebagai alasan utama. Sementara itu, 60% responden berencana memperluas bisnis ke AS dalam 12 bulan ke depan.

2. Para pendiri perusahaan menerapkan pendekatan yang lebih terdistribusi dalam ekspansi ke AS

Hampir dua pertiga responden, yakni 64%, memperkirakan akan membangun kehadiran bisnis di AS dengan mengandalkan pendiri perusahaan saja atau bersama tim kecil. Pada saat yang sama, sebanyak 72% berencana mempertahankan fungsi rekayasa dan pengembangan produk di Asia. Temuan ini menunjukkan bahwa memasuki pasar AS tidak selalu mengharuskan perusahaan memindahkan seluruh kegiatan operasionalnya ke negara tersebut.

3. Ketidakpastian imigrasi tidak menyurutkan rencana ekspansi para pendiri perusahaan ke AS

Analisis Beyond Border terhadap 1.140 permintaan informasi imigrasi dari individu yang berbasis di Asia menemukan bahwa sekitar 45%, atau 510 permintaan, berkaitan dengan visa O-1.

Sementara itu, data pemerintah AS menunjukkan adanya perbedaan tren persetujuan pada berbagai jalur imigrasi. Antara tahun fiskal 2022 dan 2024, jumlah petisi visa L-1 yang disetujui turun sebesar 31%, sedangkan persetujuan visa O-1/O-2 meningkat tipis sebesar 1%.

Dalam periode berbeda, yakni tahun fiskal 2023 hingga 2025, jumlah persetujuan visa EB-1A meningkat sebesar 20%, sedangkan persetujuan visa EB-2 NIW turun sebesar 39%.

Angka-angka tersebut mencerminkan perubahan jumlah permohonan atau petisi yang disetujui, bukan perubahan tingkat persetujuan (approval rate).

4. Perubahan pola mobilitas tenaga kerja berpotensi membuka peluang bagi negara-negara Asia

Perkiraan dari Xpheno menunjukkan bahwa jumlah tenaga profesional teknologi yang berbasis di AS dan kembali ke India meningkat dari sekitar 7.200 orang pada 2023 menjadi 15.100 orang pada 2025.

Meskipun perpindahan tersebut tidak dapat dikaitkan semata-mata dengan kebijakan imigrasi, tren ini menunjukkan adanya perubahan yang lebih luas dalam mobilitas tenaga kerja teknologi internasional.

Ketika para pendiri perusahaan menghadapi lingkungan kebijakan imigrasi yang terus berkembang, riset Beyond Border menyoroti pentingnya menyelaraskan keputusan terkait imigrasi dengan prioritas komersial, strategi memasuki pasar, dan rencana bisnis jangka panjang.

Untuk membaca ulasan pasar selengkapnya, silakan kunjungi: https://lp.beyondborderglobal.com/organic/us-expansion-report-2026

https://www.beyondborderglobal.com/
https://www.linkedin.com/company/beyondborder/?viewAsMember=true
https://www.facebook.com/BeyondBorder01Visas
https://www.instagram.com/beyondborderglobal/


Tentang Beyond Border

Didirikan oleh para pendiri perusahaan untuk membantu sesama pendiri perusahaan dan tenaga profesional berketerampilan tinggi, Beyond Border merupakan platform layanan imigrasi Amerika Serikat berbasis teknologi yang tepercaya dan didirikan di Singapura.

Diluncurkan pada 2024, perusahaan ini membantu klien mengajukan visa AS dan kartu izin tinggal tetap (green card) berbasis pekerjaan, dengan fokus pada visa O-1 serta jalur green card EB-1A dan EB-2 NIW.

Beyond Border mendampingi klien mulai dari penilaian kelayakan hingga persiapan petisi, sekaligus menghubungkan mereka dengan pengacara imigrasi spesialis yang telah melalui proses verifikasi.

Beyond Border telah membantu ribuan pendiri perusahaan, termasuk mereka yang berasal dari perusahaan yang didukung oleh Y Combinator, Techstars, Antler, dan 500 Global. Perusahaan ini juga melayani perusahaan teknologi lintas negara, termasuk SuperOps dan Biorce.

Beyond Border memiliki sembilan kantor yang tersebar di Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Hong Kong, India, Brasil, Argentina, Kolombia, dan Nigeria.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.beyondborderglobal.com



📢 Publisir Berita & Kegiatan Instansi Anda di RiauGreen

Jangkau pembaca luas & terindeks Google News. Pilih paket rilis pers, advertorial, atau kemitraan media.

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top